ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Paket Lengkap


__ADS_3

Sesi foto berakhir pukul empat sore. Jojo merasa lega, ia akan berganti pakaian dengan yang lebih simpel dan nyaman. Karena hari ini mereka semua telah bekerja keras, maka Kalingga berbaik hati mengajak semuanya untuk pergi ke sebuah kafe es krim yang terletak tidak jauh dari studio Kylan.


"Aku akan pergi dulu," ucap Kai. Karena ia mengendarai motor, jadi ia akan ke kafe sementara yang lain masih menunggu Jojo.


"Kalian juga bisa pergi," ujar Kalingga menyuruh Keenan dan Kylan.


"Bagaimana dengan Jojo, Kak?" tanya Kylan.


"Dia bersamaku."


Keenan dan Kylan mengangguk setuju, mereka memutuskan masuk ke dalam mobil dan menyusul Kai yang sudah pergi lebih dulu. Kalingga duduk di bangku kayu depan studio sambil bermain ponsel dan melihat-lihat hasil pemotretan Jojo yang sengaja ia minta dari Kylan. Laki-laki itu tidak sadar jika Jojo sudah bersandar di samping pintu dan ikut melihat isi ponselnya.


"Ehem." Jojo berdehem pelan. Sekali dua kali, Kalingga tidak menyadarinya. Laki-laki itu mengulum senyum dan fokus menggeser layar ponsel.


"Ehem ... ehem ...." Jojo berdehem lebih keras lagi hingga Kalingga memutar kepalanya dan terkejut.


"Hei, Jojo." Kalingga kelabakan, ia segera mematikan layar ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku kemeja.


"Kau sedang lihat apa, Kak?" tanya Jojo menggoda. Gadis itu tersenyum karena melihat wajah Kalingga berubah merona. Laki-laki itu telah tertangkap basah melihat semua fotonya.


"Hayoo, apa kau sedang melihat fotoku?" goda Jojo. Ia menunjuk wajah Kalingga dengan jari telunjuk yang diayun-ayunkan.


"Memang. Aku hanya memastikan jika hasilnya bagus dan cocok untuk dicetak," jawab Kalingga gugup. Ia tidak boleh mati kutu di depan Jojo hanya karena ini.


"Benarkah?" tanya Jojo sambil menyenggol lengan anak sulungnya.


"Benar!" seru Kalingga. Ia mengabaikan Jojo dan berjalan lebih dulu menuju mobil yang terparkir.


"Ke mana yang lain? Apa sudah pulang lebih dulu?" tanya Jojo. Pasalnya, ia hanya melihat Kalingga yang sabar menunggunya sendirian.


"Mereka sudah pergi. Ayo, mereka pasti menunggu," ajak Kalingga. Laki-laki itu meminta Jojo segera masuk ke dalam mobil tanpa mengatakan pada gadis itu jika mereka akan pergi ke sebuah kafe.

__ADS_1


Jarak studio milik Kylan dengan kafe yang mereka maksud hanya beberapa kilometer. Jojo mulai penasaran saat laki-laki itu membelokkan kemudinya masuk ke sebuah halaman luas.


"Ke mana kita?" tanya Jojo. Ia mengedarkan pandangan ke sekitar tempat Kalingga memarkirkan mobil, nyatanya motor Kai dan Kylan juga terparkir di sana.


Jojo membuka pintu untuk Jojo dan menggandeng tangan gadis itu masuk. Di dalam kafe, Kylan melambaikan tangan di sebuah meja bundar besar berisi lima kursi.


Suasana kafe yang ramai kumpulan anak-anak muda dari anak kuliahan hingga remaja pekerja kantoran, membuat Jojo menjadi sorotan. Pasalnya, gadis itu duduk bersama empat laki-laki tampan di meja yang sama.


"Kalian sudah pesan?" tanya Kalingga.


"Belum, aku pikir kau yang akan mentraktir kami, Kak. Jadi, kami menunggumu," jawab Kai.


Kalingga berjalan menuju meja pesan dan memesan es krim untuk Jojo dan ketiga adiknya. Selang beberapa menit, pesanan pertama diantarkan ke meja mereka.


"Wow, porsi jumbo!" seru Jojo saat melihat Kai mendapatkan semangkuk es krim berbagai rasa dengan ukuran besar.


"Ini milikku, wek!" Kai menggeser mangkuk es krimnya. Jojo mencebik dan hanya melirik Kai.


Saat pesanan kedua datang, Jojo menelan ludah. Matanya berkedip cepat semangkuk besar juga terhidang untuknya.


"Apa ini untukku?" tanya Jojo. Ia menatap Kalingga penuh harap.


"Ya, ini hadiah atas kerja kerasmu hari ini," jawab Kalingga.


"Apakah ini juga hadiah atas ideku yang cemerlang dan jenius?" tanya Kai percaya diri.


"Makan saja, jangan banyak tanya!" sela Kylan. Entah sudah berapa kali ia mendengar Kai menyombongkan idenya yang berhasil dengan baik.


"Ah, Kakak." Kai cemberut, dan Jojo malah meledeknya.


Mereka menikmati apa yang ada di hadapan mereka sambil mengobrol. Jojo mengatakan pada semua anak asuhnya jika ia sangat bahagia hari ini, meski ia merasa lelah, namun gadis itu menikmatinya.

__ADS_1


"Ini pengalaman pertamaku. Terima kasih Kak Keenan dan Kylan yang sudah membantu. Terima kasih juga Kakak yang sudah memberiku kesempatan," ucap Jojo. Senyum gadis itu tidak pernah memudar dari bibirnya.


"Hei, seharusnya orang pertama yang kau sanjung adalah aku. Tanpa aku, tidak mungkin Kakak-kakakku merekrutmu," sela Kai tidak mau kalah.


Jojo menarik napas panjang. Ia melirik Kai dengan tajam sambil mengucapkan terima kasih dengan nada datar tanpa senyuman. Jika boleh jujur, awal Jojo menerima tawaran ini adalah karena butuh tambahan uang untuk membantu anak bungsunya yang super nakal itu menyelesaikan masalahnya.


Di sisi kanan kiri tempat Jojo dan keempat anak asuhnya duduk, samar-samar para wanita membicarakan Jojo. Mereka menatap iri pada gadis sederhana yang dikelilingi empat laki-laki tampan sekaligus.


Saat salah seorang dari pengunjung kafe mengenali Keenan. Satu persatu dari mereka mulai mengantre untuk meminta tanda tangan dan berfoto bersama laki-laki itu.


Bisik-bisik mulai terdengar lebih ramai karena Jojo juga terlihat akrab dengan Keenan. Siapa gadis beruntung itu? Ada hubungan apa gadis itu bersama empat laki-laki tampan yang mengelilinginya? Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam batin orang-orang di sekelilingnya.


Setelah mereka semua menghabiskan es krim masing-masing, Jojo meminta izin Kalingga untuk pergi ke kamar kecil sebelum pulang. Gadis itu sudah terlalu banyak minum air putih dan makan es krim hingga membuatnya tidak bisa menahan buang air kecil.


Saat Jojo berjalan ke kamar kecil, beberapa wanita sengaja mengikutinya karena penasaran. Mereka bahkan menunggu di dekat pintu sampai Jojo menyelesaikan keperluannya.


"Kau beruntung sekali dikelilingi pria tampan. Empat sekaligus lagi," ucap salah seorang wanita saat Jojo bercermin untuk merapikan rambutnya.


"Ya, aku memang gadis beruntung," jawab Jojo santai.


"Memangnya, apa hubunganmu dengan mereka?"


"Suamiku, pacarku, mantan pacarku dan selingkuhanku. Paket lengkap, tentu saja," jawab Jojo dengan penuh rasa percaya diri.


Gadis itu berjalan meninggalkan toilet sambil mengulum senyum. Dalam hatinya sedang tertawa jahat setelah mengatakan hal gila pada kumpulan wanita yang terlalu ingin tahu masalah orang.


"Terlalu ingin tahu hidup orang lain itu tidak baik," batin Jojo sambil berjalan menuju meja tempat keempat asuhnya duduk.


"Aku akan menemui temanku sebentar, setelah itu aku pulang," ujar Kai.


"Pulang! Kau sudah pergi ke rumah temanmu seharian. Pulang atau tidak akan ada makan malam untukmu!" ancam Jojo.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2