ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Pertengkaran Hebat


__ADS_3

Kalingga berada di mobil pertama bersama Jojo dan gadis itu mulai merasa takut jika Merlinda tahu apa yang sudah terjadi. Sementara di belakang mobil Kalingga, Kylan keluar dan mengetuk kaca mobil Kalingga, meminta saudaranya untuk menghadapi sang mama bersama-sama.


"Wah, ini sebuah kejutan." Kylan menyapa dengan sedikit senyum tersungging, sementara Kalingga menggenggam jemari Jojo di sampingnya.


"Apa Kai tidak mengizinkan mama masuk?" tanya Kalingga.


"Mama hanya perlu bicara pada Jojo," ujar Merlinda to the poin.


"Kami akan ikut mendengarkan," sela Kalingga. Ia tahu ada suatu hal yang membuat Merlinda datang ke rumah ini.


Dari dalam rumah, Kai berdiri di belakang pintu. Ia sudah cukup lama di sana dan membiarkan Merlinda berdiri di luar rumah mereka tanpa ingin menyapa. Bocah itu hanya diam dan mendengarkan.


"Ini hanya antara Mama dan Jojo. Kalian bisa masuk."


"Tidak, kami bersamanya." Kylan bersikukuh.


Jojo meremas jemari Kalingga di genggamannya, gadis itu sedikit berbisik dan meminta Kalingga masuk ke dalam rumah untuk menuruti perintah ibunya. Namun Kalingga mengabaikannya, ia tahu Merlinda akan melakukan sesuatu.


Saat memperhatikan anak-anaknya, Merlinda merasa cemas. Mereka semua terlihat sangat peduli dan melindungi Jojo.


"Anggap ini adalah hari terakhirmu bekerja, Jojo. Kau dipecat!" seru Merlinda. Ia tidak bisa membiarkan seorang gadis teledor dan menjadi penyebab keracunan pada Keenan.


"Dipecat? Apa aku tidak salah dengar?" tanya Kylan. Jojo menarik lengan laki-laki itu sambil menggeleng samar, Jojo memberi isyarat agar Kylan tidak bersikap buruk.


"Maaf, Nyonya. Saya memang salah karena teledor, tapi ini kesalahan yang tidak disengaja," ucap Jojo gemetar, rasa takut dan cemas menjalar ke seluruh tubuh.


"Dia bekerja pada kami. Mama tidak berhak memecatnya," ucap Kalingga tenang.


"Tidak! Mama yang membawanya ke rumah ini, dan Mama yang akan mengeluarkannya," tegas Merlinda.


"Aku tidak peduli." Kalingga menarik tangan Jojo dan mendorong pintu. Ia mengabaikan Merlinda dan membawa Jojo masuk bersama Kylan.

__ADS_1


Namun Merlinda tidak menyerah sampai di situ, ia mengikuti anak-anaknya masuk ke dalam rumah.


"Berhenti, Kalingga! Apa kau akan mengorbankan adikmu demi gadis seperti Jojo?" bentak Merlinda.


"Jaga bicara Mama!" seru Kalingga dengan nada tinggi. Semua orang tersentak kaget, begitupun Merlinda. Kai yang awalnya bersembunyi di balik pintu kini mendekati Jojo.


"Jojo harus angkat kaki dari rumah ini dan Mama akan mencari maid baru untuk kalian," bujuk Merlinda. Nada bicaranya mulai melemah.


"Tidak, dia akan tetap bersama kami." Kai mulai bersuara, ia berdiri di depan Merlinda.


"Apa ini? Kalian sungguh-sungguh akan melawan orang tua kalian sendiri demi seorang maid?" tanya Merlinda. Ia tidak habis pikir.


"Berhenti merendahkan Jojo, Ma. Apa Mama belum puas mengancamnya dengan keji beberapa waktu lalu? Apa Mama tidak pernah berpikir bahwa kata-kata Mama itu sangat jahat dan menyakitkan?" tanya Kylan.


Kai dan Kalingga langsung melihat Kylan dan menatap penuh rasa ingin tahu. Mereka tidak mengerti apa yang sedang Kylan bahas.


"Apa maksudmu?" tanya Kalingga.


"Beberapa waktu lalu Mama mengajak Jojo bertemu di sebuah kafe. Dan kalian tahu? Mama mengancam Jojo untuk tidak menjalin hubungan apapun dengan kita, bahkan kak Keenan. Mama bahkan secara terang-terangan meminta Jojo keluar dari rumah ini jika ada salah satu dari kita menyukai Jojo. Itu semua karena Jojo hanya seorang maid," jelas Kylan.


Kini Kai dan Kalingga mulai paham, mengapa Jojo begitu menutup diri dan seakan menjauh dari segala hal yang berhubungan tentang perasaan. Ternyata sumber dari semua masalah adalah orang tua mereka.


"Bagaimana Mama bisa berpikir seburuk itu? Apa Mama lupa siapa yang mengurus kami saat Mama tidak peduli?" tanya Kai.


"Mama mengirim Jojo karena Mama peduli."


"Kenapa bukan Mama sendiri yang datang? Kenapa harus mengirim orang lain. Aku pikir Mama sudah tidak berhak mengatur kami," tegas Kalingga. Sebelah tangannya mengepal dan menahan gejolak amarah di dadanya.


"Mama tetap orang tua kalian. Dan Mama hanya meminta Jojo keluar dari rumah ini," sergah Merlinda. Ia tahu ada sesuatu antara Jojo dan anak-anaknya, dan ini bukan hal yang bagus.


"Apa yang Mama harapkan dengan mengatur dengan siapa kami akan menjalin hubungan? Apa pedulimu, Ma!"

__ADS_1


"Dia hanya seorang maid, Kalingga. Bayangkan jika orang-orang di luar sana tahu bahwa seorang pemilik bisnis besar ternyata jatuh cinta pada seorang maid. Atau bayangkan jika artis sekelas Keenan juga jatuh cinta pada maid. Dia hanya akan menghancurkan masa depan kalian!"


Jojo hanya diam dan menangis. Lagi-lagi Merlinda menyinggung status sosial dan pekerjaannya. Kata-kata wanita paruh baya itu memang benar, namun sangat menyakitkan untuk didengar.


Entah apa yang lucu, Kai malah tertawa dan menggeleng pelan. Semua orang diam dan merasa heran.


"Apa Mama tidak tahu? Jojo seorang model. Dia berpendidikan, berbakat, pekerja keras. Dia bahkan memiliki segalanya, standar menantu seperti apa yang Mama inginkan? Jojo memilikinya," ucap Kai. Ia tersenyum sinis menatap Merlinda.


"Kalian semua tidak tahu? Jojo kini bekerja sebagai model di bawah naungan agensi ternama. Mama terkejut?" Kai mengalihkan pandangan pada Merlinda, membuat wanita paruh baya itu semakin gelisah.


"Mama memandang rendah seseorang berdasarkan status sosial dan pekerjaannya. Namun seharusnya Mama tahu, binatang saja tidak akan rela menelantarkan anak-anaknya!"


PLAKK!!!


Merlinda menampar Kai dengan keras, dadanya naik turun menahan amarah yang bergejolak. Bagaimana bisa anak bungsunya kini menyamakan dirinya dengan binatang?


Jojo dengan cepat melepaskan genggaman Kalingga dan mendekati Kai. Ia menarik bocah itu dan merangkulnya. Jojo semakin tidak kuasa menahan tangis, kini semua orang bermasalah hanya karena dirinya. Bahkan Merlinda menyakiti anaknya sendiri.


"Cukup! Silahkan pergi dari rumah ini!" sentak Kalingga. Ia tidak bisa menahan diri lebih lama lagi.


Sementara Merlinda, wanita itu menggenggam tangan yang ia gunakan untuk menampar Kai. Ia merasa bersalah karena emosi menguasai dirinya. Merlinda menyesal seketika, ia hanya refleks karena perkataan Kai begitu menyakitinya.


Kalingga menatap tajam, ia tidak memberi ampun pada siapapun yang menyakiti saudaranya, bahkan jika itu Merlinda. Ia mengorbankan segalanya untuk menjaga orang-orang yang ia sayangi, namun dengan mudah Merlinda melayangkan tangan di wajah adik bungsunya.


"Apa Mama tidak dengar? Keluar!" seru Kylan.


Sambil berurai air mata, Merlinda keluar dari rumah anak-anaknya. Ia menangis dan menyesal karena tidak bisa menguasai diri dan menahan emosi.


"Kau tidak apa-apa? Maafkan aku," gumam Jojo sambil mengusap pipi Kai. Rasa bersalah semakin besar ia rasakan.


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2