ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Dugaan Kai


__ADS_3

Sunny, gadis berusia dua puluhan tahun sedang berdiri sendirian sambil terus memainkan ponselnya. Ia terlihat gelisah dan berkali-kali berusaha menghubungi seseorang.


Jojo, Kylan dan Kai hanya duduk sambil diam-diam memperhatikan Sunny.


"Kenapa tidak kau ajak dia bergabung bersama kita?" tanya Kai pada Kylan.


"Dia takut ditolak dua kali," ledek Jojo.


"Bisakah kalian diam? Berisik!" seru Kylan. Padahal, laki-laki itu memang merasa takut, ia tidak ingin ditolak dua kali oleh gadis yang sama. Ditolak adalah salah satu mimpi buruk baginya.


Merasa Sunny adalah satu-satunya gadis yang tidak tertarik dengan Kylan, Jojo punya niat tersembunyi. Wanita itu tiba-tiba bangkit dan mendekati Sunny.


"Hai, Sunny. Sedang apa?" tanya Jojo menyapa.


"Maaf, apa kita pernah bertemu?" tanya Sunny malu-malu.


"Ya, kau datang ke pesta pernikahanku bersama papamu. Maaf karena saat itu adik iparku bersikap kurang sopan. Dia ingin meminta maaf dan bertemu denganmu," jelas Jojo.


"Ah, Kak Jovanka. Apa laki-laki gila itu di sini?" tanya Sunny sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.


"Jika yang kau maksud laki-laki gila adalah Kylan. Dia ada di belakangmu," jawab Jojo sambil tersenyum.


Di tempat duduknya, Kylan menelan ludah kasar. Saat ini Sunny memandang ke arahnya dan laki-laki itu menyembunyikan wajahnya di balik buku menu.


"Siapa yang kau tunggu? Kau bisa duduk bersama kami selagi menunggu," tawar Jojo.


"Aku menunggu mamaku. Baiklah." Sunny mengangguk setuju. Ia berjalan bersama Jojo ke meja yang sama tempat Kylan dan Kau duduk.


"Hai, aku Kaivan. Salam kenal." Kai menyapa Sunny lebih dulu. Bocah itu mengulurkan tangan.


"Hai, aku Sunny. Senang bertemu denganmu." Sunny tersenyum manis dan mengangguk. Terlihat dengan jelas jika wajah gadis itu bukan wajah lokal seperti orang-orang asia. Rambut kecoklatan dengan warna mata senada membuatnya terlihat cantik dan memukau.


Di bawah meja, kaki Jojo menendang kaki Kylan. Wanita itu sudah susah payah membawa Sunny ke hadapannya, dan kini Kylan malah bersembunyi di balik buku menu.

__ADS_1


"Hai, Sunny." Kylan menyapa dengan tersenyum lebar.


"Hmm."


"Kau mau minum apa? Akan ku traktir sebagai permintaan maafku."


"Apa saja, aku suka semuanya."


"Baiklah." Kylan mengangguk, ia bergegas pergi ke meja kasir untuk menambah pesanan.


Hanya selang beberapa menit, laki-laki itu kembali dengan dua varian ice cup rasa vanilla dan cokelat. Sunny tersenyum dan mengucapkan Terima kasih.


"Apa kesibukanmu?" tanya Jojo.


"Aku kuliah, Kak. Masih semester empat."


Jojo menanyakan di mana Sunny kuliah dan jurusan apa yang ia ambil. Ternyata, gadis itu sedang mendalami ilmu management. Ia bercita-cita mengelelola sendiri semua rumah makan yang dimiliki oleh kedua orang tuanya.


"Wah, keren sekali."


"Aku fotografer, aku juga tidak kalah keren, kan?" sela Kylan. Sifat aslinya mulai terlihat.


"Hmm, ternyata empat bersaudara sangat hebat, ya. Kalian semua keren," puji Sunny.


"Tidak, tidak. Kylan tidak sekeren itu, dia playboy. Kau harus berhati-hati, jangan termakan oleh bujuk rayuannya," ujar Jojo memperingatkan. Mendengar hal itu, Kylan melongo.


"Jangan khawatir, Kak. Aku paling pandai menilai laki-laki. Papaku dulu playboy kelas VIP, aku tahu segala seluk beluk laki-laki mata keranjang dari papaku," ungkap Sunny sambil tersenyum samar.


Mendengar hal itu, entah mengapa Jojo sangat bahagia. Kini ia merasa punya tantangan tersendiri untuk Kylan. Kadang kala, laki-laki itu harus merasakan perjuangan yang melelahkan agar bisa lebih menghargai sebuah perasaan dan hubungan.


"Mommy!" seru Sunny sambil melambaikan tangan ke arah wanita berumur empat puluhan dengan gaun selutut dan rambut digerai indah.


"Apa dia mamamu?" tanya Kai terkejut. Wanita itu tidak terlihat seperti orang tua, ia masih terlihat cantik dan awet muda.

__ADS_1


Wanita yang di panggil dengan sebutan 'mommy' oleh Sunny mendekat. Ia mengangguk dan tersenyum sopan pada orang-orang di sekeliling meja.


"Mommy, ini Kak Jovanka. Daddy mengajakku ke pesta pernikahannya beberapa waktu lalu," jelas Sunny. Wanita bergaun merah maroon bernama Nora itu tersenyum lembut. Ia memeluk Jovanka.


"Ah, ini dia istri Kalingga. Kalian sangat cocok, aku sering melihat berita kalian di televisi," jawab Nora. "Aku tidak bisa hadir di pernikahan kalian karena anak kembarku sedang ada kegiatan. Jadi kami harus berbagi tugas," lanjutnya.


"Tidak apa-apa. Kami sudah senang karena Tuan Alex dan Sunny menyempatkan hadir," jawab Jojo.


Selain terlihat cantik dan awet muda bagai anak remaja, Nora juga lebih santai saat berbincang bersama orang-orang seusia anaknya.


"Ah, Sayang. Mommy sudah selesai berbelanja, kita harus pulang karena adikmu sudah di rumah," ucap Nora pada Sunny.


Setelah cukup mengobrol, Nora dan Sunny pamit untuk kembali pulang lebih dulu. Namun sebelum pergi, Jojo berinisiatif meminta nomor Sunny.


🖤🖤🖤


Di kediaman empat bersaudara saat makan malam, mereka menyantap hidangan nasi goreng spesial buatan Jojo. Hari-hari semakin membaik dan membuat semua orang kembali bahagia.


Keenan pun kini makin tidak bisa lepas dari ponselnya setelah kepergian Angelina ke Amerika. Wanita itu sudah pergi hampir dua bulan lamanya dan membuat pengaruh baik untuk Keenan.


Selain Keenan, Kylan rupanya diam-diam sedang berusaha mendekati Sunny sejak putus hubungan dengan mantan pacar terakhirnya. Sementara Kai, ia akan memulai kegiatannya sebagai mahasiswa baru.


"Sayang, kau baik-baik saja. Kau tampak pucat," ucap Kalingga sambil mengelus rambut Jojo.


"Aku baik-baik saja, Sayang. Mungkin anemia ku kambuh. Sepertinya aku harus mengkonsumsi obat penambah darah," jawab Jojo.


"Sebaiknya periksakan diri ke dokter. Jangan mengobati diri sendiri sembarangan," tegur Kalingga. Bukan karena ia meremehkan kemampuan istrinya yang paham betul tentang segala obat-obatan, namun laki-laki itu merasa khawatir.


"Jangan-jangan ... Kakak Ipar, kau hamil?" tanya Kai dengan wajah sumringah.


Sontak, semua orang di meja makan menatap Jojo penuh harapan.


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2