ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Kemarahan Kalingga


__ADS_3

Hari ini nampaknya akan menjadi hari yang paling menyakitkan bagi Jojo. Ia mengaku bersalah karena lalai mengurus Keenan, namun melihat ketiga anak asuhnya yang lain membela dirinya hingga bertengkar hebat dengan ibu mereka sendiri, tentu membuat Jojo merasa tidak nyaman. Kini ia hanya bisa duduk di samping Kai dan mengamati bocah itu.


"Apa benar yang Kylan katakan? Mama mengancammu?" tanya Kalingga. Ia duduk di sofa lain bersama Kylan sementara Jojo dan Kai bersebelahan.


"Jojo memintaku merahasiakan ini dari kalian," sela Kylan. Sementara gadis itu, tidak mengatakan apapun. Ia tidak tahu harus berbuat apa.


"Kenapa kau melakukan itu, Jo? Bukankah semuanya bisa kita bicarakan baik-baik?" tanya Kalingga.


"Mama memang keterlaluan," gumam Kai. Rasa panas di pipinya tidak sebanding dengan rasa sakit hati atas kepergian Merlinda.


Jojo diam dengan mata berkaca-kaca, ia tidak ingin menjadi alasan empat anak membenci ibu mereka sendiri. Ia tahu anak-anak asuhnya akan lebih membelanya ketimbang Merlinda, namun Jojo tidak menginginkan kebencian mereka semakin menjadi.


"Jangan dengarkan Mama. Kami ada di pihakmu," ujar Kylan.


"Jangan pernah berpikir untuk pergi dari rumah ini. Jangan bertanya karena kau pasti tahu alasannya." Kalingga berdiri dari tempatnya duduk, ia bergegas menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamar.


Selang beberapa menit, Kylan menyusul. Sebelum pergi, laki-laki itu mengusap kepala Jojo, berusaha memberi isyarat bahwa semua akan baik-baik saja.


"Apa itu alasan kau mengabaikan Kakak?" tanya Kai.


"Hmm." Jojo mengangguk.


"Aku tida pernah tahu, bahwa orang yang telah meninggalkan kami bertahun-tahun hanya datang untuk menamparku. Bagaimana bisa aku memaafkannya," gumam Kai.


"Kau keterlaluan. Tidakkah kalimatmu menyakiti ibumu?"


"Tidakkah dia sadar menyakiti kami semua? Berhenti membelanya Jojo. Mama membanting harga dirimu, dan kau masih membela orang sepertinya. Aku tidak sepertimu, mudah memaafkan begitu saja."


"Maaf," lirih Jojo.


Gadis itu mengusap kepala Kai dan pergi ke kamarnya. Hari ini memang melelahkan dan penuh masalah, namun ia tidak bisa mengabaikan kondisi Keenan yang masih berada di rumah sakit.


🖤🖤🖤

__ADS_1


Malam ini Kylan melarang Jojo untuk memasak, laki-laki itu memberitahu Jojo jika Kalingga mengajaknya kembali ke rumah sakit karena merasa tidak enak terlalu lama merepotkan Angelina. Sementara Kylan sendiri harus menemani Kai di rumah, mereka tidak bisa membiarkan adik bungsunya sendirian di rumah.


"Sampaikan salamku pada Kakak," ujar Kai saat melepas Jojo pergi. Gadis itu masuk ke dalam mobil milik Kalingga sambil membawa beberapa barang penting, seperti pakaian ganti untuk Kylan serta kebutuhan pribadi laki-laki itu. Jojo juga membawa beberapa buku dan laptop miliknya agar tetap bisa mengerjakan tugas kuliah.


Sepanjang perjalanan ke rumah sakit, Kalingga bahkan tidak menyapa atau mengajak berbicara Jojo. Gadis itu merasa gelisah dan sedih. Apakah Kalingga marah padanya?


Saat mereka sudah sampai, Jojo membawa tasnya sendiri. Namun Kalingga melarangnya.


"Kau masuk lebih dulu. Aku akan membawa semuanya," ucap Kalingga.


"Aku akan membantu, Kak."


"Keenan dan Angelina pasti sudah menunggu. Cepat masuk," tegas Kalingga tanpa memandang Jojo. Ia hanya merapikan beberapa barang yang ada di bagasi mobilnya.


Jojo tahu suasana hati Kalingga sedang buruk, gadis itu menjadi semakin merasa bersalah. Jojo sadar jika perbuatannya untuk meminta Kylan merahasiakan pertemuannya dengan Merlinda pasti tidak disukai oleh Kalingga, namun Jojo melakukan semua ini karena ia tidak ingin anak-anak asuhnya semakin membenci orang tua mereka sendiri.


Sepanjang jalan menyusuri lorong dan menaiki lift, Jojo sendirian. Ia hanya ingin menangis saat ini, melihat Kalingga mengabaikannya, ternyata menjadi sebuah rasa sakit yang berbeda.


"Hai, Kak." Jojo masuk ke dalam ruangan tempat Keenan dirawat. Gadis itu melihat Angelina sedang duduk dan membaca buku, sementara Keenan terlihat tidur dengan pulas.


"Tidak, ada Kak Kalingga. Dia di belakang."


"Oh, Ken baru saja terlelap. Dokter memberinya obat untuk mengembalikan kondisi pencernaannya yang terganggu, sepertinya obat itu memberi efek mengantuk pada Ken," jelas Angelina.


"Terima kasih sudah membantu, Kak. Maaf karena merepotkanmu."


"Tidak apa-apa. Beritahu aku kabar Ken selanjutnya. Aku harus pulang karena besok pagi ada pekerjaan. Maaf tidak bisa menemanimu untuk menginap."


Jojo tersenyum dan memberikan pelukan pada Angelina. Dari sekian orang terdekat Keenan yang Jojo ketahui, hanya Angelina yang menganggap Jojo sebagai seorang teman. Meski berkarir cemerlang, wanita itu tidak pernah bersikap angkuh.


Angelina pamit pulang dan meninggalkan Jojo sendirian di dalam ruangan sambil menunggu Keenan. Kini gadis itu merasa kesepian, Keenan tertidur lelap sementara Kalingga tak kunjung sampai.


"Dia pasti marah padaku," batin Jojo. Gadis itu duduk di kursi samping tempat tidur Keenan dan merebahkan kepalanya di kasur. Ia melamun sambil melihat jarum infus yang tertancap di pergelangan tangan anak asuhnya.

__ADS_1


Perasaan bersalah kembali menyerangnya. Gadis itu terdiam dengan mata berkaca-kaca. Jojo merasa sedih saat mengingat anak-anak asuhnya. Keenan terbaring sakit karena kelalaiannya, Kai ditampar oleh Merlinda, semua orang bertengkar dengan Merlinda demi dirinya, dan kini Kalingga marah.


Tanpa sadar, Jojo menangis tanpa suara. Ia menahan sesak di dada dengan kedua tangan sibuk mengusap air mata yang terus menerus mengalir. Semua hal membuatnya sedih dan tertekan.


"Hei, kenapa menangis?" tanya Keenan. Laki-laki itu terbangun saat mendapati suara isakan pelan di sampingya.


"Kak, kau terbangun. Maaf," ucap Jojo sambil mengusap wajahnya yang basah.


"Kenapa masih menangis? Aku sudah membaik, jangan khawatir."


Jojo mengangguk, ia tersenyum tulus pada Keenan.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Kalingga tiba-tiba. Entah sejak kapan laki-laki itu berada dalam ruangan namun Jojo tidak menyadarinya.


"Sudah membaik, Kak. Aku merasa kembali sehat," jawab Keenan sambil tersenyum.


"Syukurlah." Kalingga mengangguk. Ia berjalan ke sofa di sebelah ruang tidur Keenan. Kebetulan ruang rawat ini dilengkapi dengan dua bedroom khusus untuk keluarga pasien dan satu ruang menonton televisi serta dapur mini.


Keenan mengobrol bersama Jojo dan membicarakan banyak pekerjaan Keenan yang harus dijadwal ulang, sementara di ruangan lain Kalingga hanya bisa mendengarkan samar-samar.


"Kakak terlihat murung, apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Keenan.


"Dia hanya terlalu mengkhawatirkan keadaanmu, Kak. Dia baik-baik saja," jawab Jojo. Keenan tersenyum mendengar jawaban itu.


"Aku sudah besar Jojo. Kenapa kalian menganggapku seperti anak-anak?"


Jojo hanya bisa tersenyum. Memang sejak lama ia menganggap empat laki-laki di rumahnya adalah anak-anak yang butuh perhatian khusus. Setelah cukup lama berbincang, Jojo meminta laki-laki itu tidur.


Jojo meninggalkan Keenan dan mencari Kalingga di ruang lain, namun laki-laki itu tak terlihat. Jojo membuka pintu dan keluar, mengedarkan pandangan pada lorong rumah sakit yang sepi. Ia kemudian melihat Kalingga duduk sendirian di sebuah bangku kayu dekat taman.


Mendapatkan ruangan kelas VIP dilantai teratas rumah sakit dengan taman indoor, membuat suasana terasa seperti di hotel berbintang.


Jojo menghampiri Kalingga dan duduk di samping laki-laki itu.

__ADS_1


"Kak, jangan mengabaikanku dan jangan menjauhiku," ujar Jojo. Kalingga diam namun menoleh gadis cantik di sampingnya.


🖤🖤🖤


__ADS_2