ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Menemani Keenan


__ADS_3

Hari sabtu yang cerah, Jojo berniat memanjakan diri di rumah selama anak-anaknya pergi, ia sedang asik di dapur membuat salad buah kesukaan anak-anaknya. Sambil bernyanyi lirih dan menggoyangkan kepala, gadis itu memotong buah-buahan di atas nampan.


"Hei, apa kegiatanmu hari ini?" tanya Keenan. Pagi ini ia bangun terlambat dan melewatkan sarapan bersama ketiga saudaranya. Pukul tujuh lebih, laki-laki itu baru keluar dari kamarnya.


"Aku akan menonton drama dan menghabiskan camilan di rumah," jawab Jojo.


"Ah, sabtu yang senggang," gumam Keenan. Ia duduk di samping Jojo dan membantu gadis itu memotong anggur merah.


"Apa kau tidak ada kegiatan, Kak?"


"Aku akan pemotretan nanti siang, kenapa?"


"Ah, tidak. Hanya ingin tahu," jawab Jojo.


"Kau mau ikut?" tawar Keenan. Ia menjelaskan jika asistennya tidak bisa ikut karena sedang kurang sehat.


"Serius? Apa aku boleh ikut?" Jojo tampak senang. Ia cukup penasaran bagaimana kegiatan artis dan model papan atas ini. Apa saja yang ia lakukan ketika syuting dan pemotretan, Jojo sangat ingin tahu.


"Boleh. Kita akan pergi pukul sepuluh nanti." Keenan setuju. Jojo berteriak senang dan menghentakkan kakinya ke lantai berulang kali karena gemas, tidak menyangka jika kesempatan ini akan datang.


Karena Jojo membuat salad buah dalam jumlah banyak sebagai stok selama beberapa hari ke depan, Keenan meminta Jojo untuk mengemasnya dalam beberapa kotak untuk hadiah teman-temannya di studio foto nanti. Keenan juga meminta Jojo untuk membawa satu kotak khusus untuk dirinya.


"Baik, aku akan menyiapkannya," sanggup Jojo.


Selama ini, gadis itu hanya bisa mendengar bagaimana Keenan menceritakan kegiatannya selama syuting. Dan kali ini, Jojo tidak menyangka jika ia akan berkesempatan melihat langsung kegiatan anak asuhnya.


Setelah mengobrol cukup lama, Keenan kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap. Usai Jojo mempersiapkan bekal untuk ia bawa pergi bersama Keenan, gadis itu juga mandi dan bersiap. Ia sangat bersemangat pergi bersama laki-laki itu.


🖤🖤🖤


Perjalanan dari rumah menuju tempat Keenan melakukan pemotretan cukup jauh. Rupanya, laki-laki itu tidak melakukan pemotretan di studio foto seperti bayangan Jojo. Melainkan di sebuah lapangan golf. Keenan berfoto untuk iklan seragam golf dari brand ternama.

__ADS_1


Saat mereka tiba di lokasi, teman-teman Keenan menyapa laki-laki itu dengan ramah. Jojo hanya bisa tersenyum dan mengangguk saat melewati orang-orang tersebut.


"Hei, ke mana Angelina?" Salah seorang laki-laki bertubuh tinggi dengan gaya gemulai berlari mendekati Keenan. Rambut laki-laki itu dicat dengan warna merah terang hingga nampak menyala di bawah terik matahari.


"Mana aku tahu." Keenan mengangkat bahu.


"Ah, kenapa kalian tidak datang bersama? Kalian kan searah," keluh laki-laki berambut merah itu. "Hei, dan siapa gadis ini?"


"Oh, iya. Dia Jojo, maid sekaligus orang penting di rumahku," jelas Keenan. Jojo mengulurkan tangan dan laki-laki berambut merah itu menyalami Jojo.


"Perkenalkan, namaku Pram. Teman-teman memanggilku, Pretty."


Jojo mengulum senyum, ia hampir tertawa mendengar nada suara mendayu-dayu dari Pram. Tubuh tinggi tegap dengan kumis tipis itu nyatanya tidak segagah yang terlihat.


"Hallo, Pram. Namaku Jojo."


"Memangnya apa pekerjaanmu sampai seorang Ken Caessa menganggapmu orang penting di rumahnya?" tanya Pram.


"Aku seperti pengasuhnya. Aku mengurus segala keperluannya selama di rumah," jelas Jojo. Pram hanya mengangguk paham. Laki-laki itu lalu berbaik dan mendekati Keenan, ia berulang kali mencolek dagu Keenan dengan gemas.


Keenan meminta Jojo mengeluarkan salad buah yang ia bawa, kemudian ia membaginya pada Pram dan beberapa untuk tim fotografer. Semua orang berterima kasih, Keenan dengan bangga mengatakan jika salad itu adalah hasil kreasi Jojo.


"Duduk sini," pinta Keenan. Ia menepuk kursi kayu panjang dan meminta Jojo duduk di sampingnya. Ia menjelaskan jika siang ini ia akan melakukan beberapa sesi foto bersama Angelina. Mereka sedang gencar mendapatkan job bersama karena peran yang mereka lakoni untuk film layar lebar beberapa waktu lalu sangat serasi.


Jojo mengobrol bersama Keenan cukup lama karena Angelina tak kunjung datang. Beberapa saat kemudian, seorang wanita dengan potongan rambut pendek dan gaun seksi itu berjalan dari kejauhan.


"Bukankah itu April?" tanya Jojo. Keenan segera mengalihkan pandangannya dan membenarkan dugaan gadis di sampingnya.


"Hei, kau ingat. Aku pernah menyelamatkanmu dari laki-laki di kampusmu. Sekarang saatnya kau menyelamatkanku!" ujar Keenan.


"Menyelamatkan? Menyelamatkanmu dari apa?" tanya Jojo. Ia belum sepenuhnya memahami situasi yang akan terjadi.

__ADS_1


"Lakukan apa saja untuk menjauhkan dia dariku!" pinta Keenan sambil menunjuk April yang berjalan semakin dekat.


"Apa? Bagaimana aku melakukannya?" Jojo bingung dan panik.


"Kau juga bisa bilang padanya jika kita berpacaran atau mengatakan apapun padanya. Please, kau terbaik!" Keenan menepuk punggung Jojo dan segera meninggalkan gadis yang kebingungan itu.


Jojo tidak tahu, langkah pertama seperti apa yang harus ia lakukan. Namun kini anak asuhnya sedang terancam. Ia harus melakukan sesuatu.


"Hei, ke mana Ken?" tanya April. "Kenapa dia buru-buru pergi setelah melihatku?"


"Ah, dia sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu. Maaf, sebaiknya jangan mengganggunya," ucap Jojo sopan.


"Memangnya siapa kau? Beraninya mengatakan hal seperti itu padaku," gerutu April.


"Maaf, Nona. Aku mohon, jangan mengganggunya," bujuk Jojo. Ia berusaha bersikap sebaik mungkin dan sesopan mungkin di hadapan April.


"Terserah, aku mau menemuinya!" seru April sambil melanjutkan langkahnya. Wanita itu akan menyusul Keenan ke ruang ganti, dengan cepat, Jojo menghadangnya.


"Sebagai seorang pengasuh dan asistennya, aku bertanggung jawab untuknya. Tolong, kau bisa tunggu di sini selagi dia sibuk," tegas Jojo.


April tersentak, ia membulatkan matanya lebar di depan Jojo. Sayangnya, gadis itu tidak gentar meski kedua bola mata April hampir melompat dari tempatnya.


"Silahkan tunggu di sini, jangan mengganggunya!" tegas Jojo sekali lagi.


Mendengus kasar, April duduk di kursi dan Jojo menemani wanita itu di sebelahnya. Jojo harus bersikap waspada, ia harus bisa menjauhkan April dari anak asuhnya.


"Tumben sekali dia mengajakmu? Apa sekarang kau bertindak sebagai bodyguardnya?" tanya April sambil melirik Jojo dengan sinis.


"Aku bisa jadi apapun, Nona. Saat di rumah aku adalah maid dan pengasuh. Saat di luar dan bersama empat bersaudara, aku juga bisa menjadi bodyguard. Termasuk menjauhkan anak asuhku dari bahaya apapun," jelas Jojo.


"Huh, aku tidak yakin jika saudara Ken benar-benar membutuhkanmu. Jangan-jangan, mereka hanya memanfaatkanmu sebagi bahan cuci mata," cetus April.

__ADS_1


Jojo segera memutar kepalanya dan melihat wanita yang duduk anggun sambil berkipas-kipas. Wajahnya yang cantik tidak secantik hatinya.


🖤🖤🖤


__ADS_2