
Angelina tidak sempat menahan Jojo, gadis itu kini sudah bersama April dan sedang membicarakan sesuatu yang serius. Dari kejauhan, terlihat April berbicara menggebu-gebu di depan Jojo, sementara gadis itu hanya menanggapinya dengan santai.
Angelina curiga, April sedang merencanakan sesuatu bersama Jojo. Selang beberapa menit, Jojo sudah kembali dan duduk di samping Angelina.
"Ada apa?" tanya Angelina.
"Ah, tidak, Kak," jawab Jojo singkat. Ia tidak mau Angelina terlalu ikut campur dalam masalahnya. Urusan April, Jojo yakin bisa mengatasinya sendiri.
Jojo dan Angelina mengobrol banyak hal seperti sudah kenal dekat. Mereka membicarakan hobi masing-masing, bahkan Jojo juga menceritakan jika ia pernah bercita-cita menjadi seorang model.
"Hei, ayo pulang!" Suara Keenan terdengar dari arah belakang Jojo. Membuat dua wanita menoleh serentak.
"Kak, kau sudah selesai?" tanya Jojo.
"Ya, Kai pasti sudah resah mencarimu. Jangan sampai dia melapor pada polisi karena kau hilang lagi," ujar laki-laki itu. Jojo hampir tertawa mendengarnya.
"Ken, besok minggu, apa kau senggang?" tanya Angelina.
"Maaf, Angel. Besok aku sibuk," jawab Keenan.
"Ah, baiklah. Sebenarnya ...." Angelina belum menyelesaikan kalimatnya, namun Keenan sudah menyela.
"Ayo pulang!" ajak Keenan pada Jojo.
"Kak, kami pulang dulu. Semoga lain waktu ada kesempatan bertemu lagi," pamit Jojo sebelum pergi. Gadis itu melambaikan tangan ke arah Angelina saat Keenan menyeret ujung bajunya.
Jojo merasa heran, mengapa sikap Keenan bisa sangat berbeda dengan Angelina. Ia bersikap sangat manis dan romantis di setiap adegan di depan kamera. Namun Keenan terlihat cuek saat mereka mengobrol biasa.
"Kak, kau tidak sopan," tegur Jojo saat mereka sudah masuk ke dalam mobil.
"Kenapa memangnya?"
"Kau bahkan tidak membiarkan Angelina mengatakan keinginannya. Jangan seperti itu, dia kan baik."
__ADS_1
"Aku hanya bersikap profesional, Jo. Kami memang berteman, tapi aku tidak suka jika terus dikejar di belakang layar. Kau tahu, dia menyukaiku," jelas Keenan. Rupanya laki-laki itu sudah mengetahui perasaan Angelina.
"Aku setuju jika kau menjauhi April, dia memang agak menjengkelkan. Tapi sikapmu pada Angelina, aku rasa kau keterlaluan, Kak."
Jojo tidak habis pikir, apa yang kurang dari Angelina. Wanita cantik dengan tubuh tinggi dan seksi. Sangat baik dan ramah, sopan, tutur katanya lembut, mengapa Keenan menolaknya?
"Laki-laki memang aneh dan sulit ditebak," gumam Jojo.
"Salah, yang aneh adalah wanita. Makhluk seperti kalian juga lebih sulit ditebak. Hanya saja, kalian tidak mungkin mengakuinya," seru Keenan. Jojo memukul sebelah pundak laki-laki itu dengan keras.
"Sakit tahu!" seru Keenan.
Perjalanan dari lokasi pemotretan ke rumah nampaknya dipenuhi dengan ceramah panjang lebar Jojo agar Keenan bisa merubah sikapnya terhadap Angelina. Wanita baik dan sopan seperti Angelina tidak boleh disia-siakan. Jojo berharap, Keenan bisa melupakan trauma masa lalunya dan memulai untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita agar tidak kesepian.
Setelah mereka sampai di rumah, Jojo langsung masuk dan melihat Kai sedang menikmati sekotak brownies sendirian di depan televisi. Bocah laki-laki itu melihat Jojo dan langsung mempersilahkan pengasuhnya duduk di sampingnya.
"Dari mana kau dapat ini?" tanya Jojo. Ia tahu Kai sedang tidak punya uang. Lalu dari mana ia dapat sekotak brownies coklat yang menggiurkan itu.
Jojo mengambil satu potong brownies dan memasukkannya ke dalam mulut. Gadis itu bergumam karena rasa yang enak.
"Enak, kan?" tanya Kai. Wajahnya tersenyum cerah bahkan mengalahkan sinar matahari pukul dua belas siang.
"Hmm, enak." Jojo mengangguk setuju. Beberapa saat kemudian Keenan masuk setelah memarkir mobilnya ke dalam garasi. Laki-laki itu berjalan mendekati Jojo dan adik bungsunya.
Keenan melihat Jojo dan Kai asik menikmati brownies coklat yang terlihat nikmat. Suara lidah mengecap dengan jelas menandakan rasa yang enak.
Hanya butuh kurang dari sepuluh menit, brownies dalam sekotak kardus sudah habis tak tersisa. Keenan melongo, melihat dua orang yang masih menjilat jemari mereka karena coklat yang menempel.
"Kalian ini sedang lapar atau kelaparan?" tanya Keenan.
"Ini enak, Kak," jawab Jojo. Keenan membolak-balik kardus kosong bekas brownis dan membaca merek serta alamat penjualannya.
Karena merasa lelah, ia memutuskan untuk masuk ke kamar dan meninggalkan Jojo dan Kai yang masih mengobrol.
__ADS_1
"Ke mana Kakak mengajakmu? Tidak biasanya," tanya Kai penasaran.
"Ke lokasi pemotretan," jawab Jojo. Ia mengungkapkan kegembiraannya karena bisa menemani Keenan dan melihat langsung kegiatan laki-laki itu saat pemotretan. Jojo berdecak kagum, Keenan bahkan lebih keren dari yang ia bayangkan.
"Apa kau menyukai Kakak?" tanya Kai. Ia penasaran.
"Tentu saja, siapa yang tidak suka dengan laki-laki setampan Kak Keenan. Dia model, aktor, tampan, terkenal, perfect!" seru Jojo. Ia mengatakan hal itu dengan ekspresi yang menggemaskan. Jika saja Keenan mendengar kalimat itu, pasti dia akan merekamnya dan memamerkannya pada Kylan.
"Bukan, maksudku suka dalam arti lain," selidik Kai. Itu bukanlah jawaban yang Kai inginkan.
"Arti lain? Maksudnya suka ...."
"Ya! Suka karena perasaan," sela Kai menegaskan. Tawa Jojo meledak seketika, ia memukul punggung Kai lalu bangkit dari sofa dan berjalan meninggalkan bocah laki-laki itu. Pertanyaan konyol, pikir Jojo.
"Hei, jawab dulu!" teriak Kai. Jojo tidak menoleh, ia mengangkat sebelah tangan dan mengabaikan anak bungsunya. Karena sikap Jojo yang seolah menghindar dan enggan menjawab pertanyaan, Kai mulai berasumsi jika pengasuhnya itu benar-benar menyimpan rasa pada Keenan.
Sementara Jojo, ia tidak habis pikir mengapa Kai mempertanyakan hal sekonyol itu. Sangat terdengar aneh bagi Jojo jika ia menyukai Keenan lebih dari sekadar mengagumi. Keenan memang tampan, baik dan penuh perhatian, namun sedikitpun tidak mampu menggetarkan hati gadis itu.
Jojo masuk ke dalam kamar, ia mandi lalu berganti pakaian. Sore ini ia akan memasak beberapa macam menu untuk keempat anak asuhnya. Ia sedang ingin mencoba sebuah resep baru yang baru saja ia pelajari melalui internet.
Saat sedang asik memasak, Kalingga tiba-tiba datang dan menghampirinya. Jojo terkejut, laki-laki itu masih dengan kemeja, jas serta sepatu lengkap namun tidak langsung masuk ke dalam kamar.
"Kau butuh sesuatu, Kak?" tanya Jojo.
"Aku membutuhkanmu, Jo," jawab Kalingga.
"Hah?" Jojo menghentikan aktifitas tangannya sejenak. Sementara Kalingga, laki-laki itu mulai salah tingkah.
"Maksudku, aku membutuhkanmu untuk melihat katalog ini." Kalingga menyerahkan sebuah buku sejenis majalah. Ia memberitahu Jojo jika besok gadis itu akan memakai beberapa jenis pakaian untuk pemotretan.
"Baik, letakkan saja di sana, Kak. Aku akan melihatnya setelah selesai memasak," ucap Jojo.
🖤🖤🖤
__ADS_1