ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Keinginan Keponakan


__ADS_3

Kylan dan Sunny menyelesaikan kencan dadakan mereka dengan makan bersama. Kylan membawa Sunny ke sebuah restoran yang cukup mewah dan mahal. Laki-laki itu tidak keberatan mengeluarkan biaya besar agar Sunny tertarik padanya.


"Bukankah ini tempat yang mahal? Seharusnya kita pilih ke restoran yang lebih murah," ujaujar Sunny.


"Tidak, aku ingin membawamu ke tempat ini."


"Hmm, baiklah."


Sambil menunggu pesanan datang, mereka mengobrol dan membicarakan kegiatan masing-masing. Sunny sibuk dengan kuliah dan kegiatan kampusnya. Sementara Kylan membicarakan tentang pekerjaannya. Mereka juga membicarakan hobi masing-masing sambil bertukar cerita.


Setelah makanan datang, mereka menikmatinya bersama sambil terus mengobrol. Hingga pukul sepuluh malam, mereka baru menyadari jika waktu sudah berputar sangat cepat.


"Kita bayar bersama," ucap Sunny saat mereka berada di depan meja kasir saat hendak membayar semua pesanan.


"Tidak, Sunny. Kali ini saja, biarkan aku membayar semuanya," tolak Kylan. Beberapa waktu yang lalu Kylan juga pernah mengajak Sunny makan siang bersama, dan anehnya gadis itu tidak pernah mau jika semua makanannya di bayar oleh Kylan.


"Kita makan bersama, jadi kita harus membayarnya bersama."


"Sunny ...." Kylan menghembuskan napas panjang. Mengapa ia bisa jatuh hati pada gadis keras kepala seperti Sunny?


Mengabaikan penolakan Kylan, Sunny tetap membayar separuh dari total makanan mereka berdua.


"Lain kali biarkan aku yang membayarnya," ucap Kylan saat mereka dalam perjalanan pulang.


"Aku tidak suka membebankan sesuatu pada orang lain. Jika kita pergi bersama, kita juga harus membayarnya bersama," ungkap Sunny dengan senyum yang mengembang indah.


Kylan tidak tahu apa yang membuat ia awalnya begitu tergila-gila untuk mendekati Sunny dan menaklukkan hatinya. Namun kini ia sadar, Sunny memang berbeda dari gadis kebanyakan dan ia patut untuk diperjuangkan.


Setelah mobil Kylan sampai di depan gerbang rumah Sunny, gadis itu memintanya segera pulang tanpa masuk. Sunny khawatir jika Alex akan marah karena mereka pulang larut malam.


"Aku akan mengantarmu sampai di dalam," ujar Kylan.

__ADS_1


"Aku tidak mau daddy memarahimu. Pulanglah!" seru Sunnya. Namun Kylan tetap menolaknya, ia mengantarkan Sunny hingga ke depan pintu rumahnya.


Saat membuka pintu, Nora sudah berdiri dan melihat anak gadisnya sampai di rumah hampir pukul sebelas malam.


"Mommy," sapa Sunny dengan lirih.


"Ayo masuk, Daddy sudah tidur. Jangan khawatir," ucap Nora.


"Maaf karena kami pulang terlalu larut, Tante. Kami makan setelah menonton film," ujar Kylan.


"Tidak apa-apa. Apa kalian bersenang-senang?" tanya Nora.


"Ya, terima kasih, Tente." Kylan akhirnya pamit dari rumah Sunny. Beruntung, bukan Alex yang menyambut kepulangan mereka.


Sepanjang perjalanan pulang, Kylan tidak bisa berhenti tersenyum. Ia sangat senang karena pada akhirnya ia dan Sunny punya waktu untuk menghabiskan waktu bersama meski bukan sebagai sepasang kekasih.


🖤🖤🖤


"Kau di sini? Kenapa tidak ke kamar dan istirahat?" tanya Keenan pada Jojo. Laki-laki itu duduk di samping Jojo.


"Apa kau sedang menunggu Kakak?" tanya Kai. Tidak biasanya Kalingga lembur sampai tengah malam.


Namun Jojo tidak menjawab pertanyaan dua orang di depannya. Wanita itu hanya diam sambil mengusap perutnya yang buncit. Tiba-tiba, terdengar suara isakan pelan darinya.


"Kakak Ipar, ada apa?" tanya Kai.


"Kau menangis? Ada apa?" tanya Keenan khawatir. "Apa karena Kakak tidak kunjung pulang? Dia pasti baik-baik saja," lanjutnya.


"Mengapa Kakak lembur sampai tengah malam seperti ini?" gumam Kai.


"Bukan karena itu," jawab Jojo pelan.

__ADS_1


"Lalu kenapa? Ada yang sakit? Apa perutmu sakit?" Keenan tampak semakin khawatir. Namun Jojo menggeleng lemah.


"Katakan, kenapa kau menangis, Kakak Ipar?"


"Aku menangis karena aku bingung, kenapa di tengah malam seperti ini aku ingin makan brownies. Aku sudah buka aplikasi pesan antar makanan tapi tidak ada toko kue yang buka," jelas Jojo. Ia mendongak menatap dua orang itu dengan mata berkaca-kaca.


"Hanya karena itu?" tanya Keenan dengan mata melotot lebar. "Ini sudah hampir pukul sebelas malam, pasti tidak ada toko kue yang buka," lanjutnya.


"Sepertinya aku tidak akan bisa tidur sebelum makan brownies," gumam Jojo.


"Makan saja sesuatu, ada salad buah di dapur. Mau ku ambilkan?" tawar Keenan. Namun Jojo hanya menggeleng.


"Tidak bisakah menunggu sampai besok pagi? Aku akan minta pegawai toko kue Angelina untuk mengantarkan brownies ke sini," ujar Keenan. Lagi-lagi Jojo hanya menggeleng.


"Apakah ini keinginanmu atau keinginan keponakanku?"


"Sepertinya ini keinginannya," jawab Jojo sambil mengusap lembut perut yang semakin hari semakin membesar.


"Kai, apakah kau tahu di mana ada toko kue buka tengah malam seperti ini?" tanya Keenan pada adiknya. Namun saat ia menoleh dan mengedarkan pandangan ke sekelilingnya, tiba-tiba Kai sudah tidak ada.


"Ke mana bocah itu?" gumam Keenan. Baru beberapa menit yang lalu ia mendengar suara adik bungsunya, namun kini ia tiba-tiba hilang tanpa jejak.


Keenan akhirnya menelepon Angelina. Ia berbicara pada wanita itu jika Jojo menginginkan brownies malam ini juga. Angelina mengatakan jika ada salah satu toko kue miliknya yang tutup pukul dua belas malam, wanita itu mengirimkan alamat pada Keenan dan menghubungi pegawainya untuk menyiapkan satu brownies khusus.


"Baiklah, aku akan pergi membelinya. Tunggu di kamar agar kau tidak masuk angin," ujar Keenan. Ia kembali ke ruang tengah dan mengambil kunci mobil.


Saat melihat Keenan pergi, Kai tertawa bahagia.


"Yes! Untung saja bukan aku!"


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2