ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Perasaan Yang Sama


__ADS_3

Sesuatu yang membuat Kalingga marah adalah karena Jojo menyembunyikan pertemuannya dengan Merlinda. Padahal ia sudah berulang kali mengatakan pada Jojo untuk tidak berhubungan dengan Merlinda lagi.


Kalingga tahu jika semua yang Jojo lakukan pasti punya alasan, namun saat ini, Kalingga merasa tidak senang. Apa lagi saat mengetahui Merlinda memperlakukan Jojo dengan buruk dan memberi ancaman sekejam itu.


"Kak, kau mengabaikanku?" tanya Jojo. Gadis itu memiringkan kepala dan melihat wajah Kalingga dengan seksama. Keduanya saling pandang.


"Aku sedang marah," jawab Kalingga sambil memalingkan wajahnya. Jojo mengulum senyum, gadis itu sangat tahu.


"Maaf. Aku tahu kalian semua menyayangiku, aku tahu kalian tidak akan rela aku diperlakukan buruk oleh orang lain termasuk orang tua kalian sendiri. Tapi sebagai orang tua, aku paham Nyonya Merlinda hanya ingin yang terbaik untuk anak-anaknya. Untuk menjadi menantu, tentu harus mempertimbangkan bibit, bebet dan bobotnya. Yang pasti bukan gadis sepertiku," jelas Jojo.


"Jadi, ini adalah alasan kau menjauh dan menolak untuk menjalin hubungan denganku?" tanya Kalingga. Laki-laki itu kembali menatap Jojo, menunggu dengan sabar gadis itu memberi pengakuan.


"Kak ...."


"Katakan sejujurnya, Jojo. Atau ada laki-laki lain?"


"Tidak, Kak. Aku ...."


"Kau tahu aku tidak peduli siapa dirimu. Aku mencintaimu," tegas Kalingga.


Hari ini perasaan Kalingga begitu terguncang. Kedatangan Merlinda membuatnya kembali terluka, apa lagi Merlinda datang dengan niat untuk mengusir Jojo dari rumah mereka. Kenyataan bahwa Jojo dan Kylan menyembunyikan sesuatu yang penting juga membuat Kalingga semakin kesal.


Jojo hanya bisa diam, ia bahkan kesulitan memberi jawaban untuk Kalingga. Karena merasa gadis di sampingnya tidak akan semudah itu memberi pengakuan, Kalingga memegang kedua tangan Jojo dan berlutut di depan gadis itu.


"Katakan bahwa kau mencintaiku," pinta Kalingga. Matanya menunjukkan sebuah harapan besar yang ia sandarkan pada gadis di hadapannya.


Wajah Jojo bersemu merah, tangannya gemetar dan berkeringat dingin. Gadis itu merasa gugup.


"Jangan membohongi dirimu sendiri, Jojo. Kita akan mengusahakan yang terbaik dan membuat semuanya berhasil. Jangan menyakiti diri sendiri," ujar Kalingga.


"Apa yang bisa lakukan tanpa restu orang tuamu, Kak?" tanya Jojo.

__ADS_1


"Kita harus mencobanya. Aku tahu kita bisa melakukannya jika bersama," desak Kalingga. Jojo terdiam cukup lama dan berpikir, inikah saatnya ia mengaku.


"Aku tidak tahu bagaimana harus mengatakannya, Kak. Kau memiliki seluruh hatiku dan membuatku tidak bisa tidur nyenyak. Aku berdebar saat kau mendekatiku, aku gugup saat kita bersama. Bisakah kau menyimpulkannya?"


"Kau mencintaiku." Kalingga bangkit dan memeluk Jojo. Perasaan marah dan kesal menguap begitu saja saat orang yang selama ini ia dambakan menerima cintanya.


Kalingga bahkan tidak punya kata-kata untuk mengungkapkan kebahagiaannya. Ia hanya bisa memeluk dan mendekap gadis di depannya. Mencurahkan seluruh hatinya pada Jojo bukanlah suatu kesalahan, pertentangan dan ketidaksetujuan orang tuanya nanti bukan masalah besar. Kalingga yakin mereka bisa melewatinya.


"Jika kau mengatakannya sejak awal, aku tidak akan menderita dan mengalami cemburu buta," lirih Kalingga mengaku.


"Jika aku mengatakannya sejak awal, mungkin aku tidak tahu bahwa kau akan berusaha sekeras ini, Kak."


Keduanya merasakan perasaan yang sama, cinta yang sama dan impian yang sama. Sebuah pengakuan yang berat untuk Jojo lakukan namun ia harus melakukannya, ia tidak ingin terus menerus membohongi hatinya dan menyakiti Kalingga. Bagaimanapun, berjuang bersama akan lebih indah daripada harus saling menyakiti dan berjuang seorang diri.


"Jadi mulai saat ini, apakah kita adalah sepasang kekasih?" tanya Kalingga. Jojo mengangguk malu-malu.


"Aku akan memberitahu Keenan," ujar Kalingga hendak pergi.


"Tidak, Kak. Apa yang ingin kau beritahukan padanya?" Jojo mencegah laki-laki itu.


"Tidak sekarang, Kak. Bisakah kau bersabar sedikit?"


Kalingga terlihat sangat bahagia, ia ingin sekali kabar ini terdengar oleh ketiga saudaranya bahkan seluruh penghuni rumah sakit sekalipun. Namun Jojo merasa ini bukan waktu yang tepat, Keenan sedang sakit, sementara yang lain baru saja kedatangan Merlinda. Jojo meminta Kalingga untuk menunggu sampai keadaan rumah mereka kembali baik.


"Baik, anything for you, My Love." Sekali lagi, Kalingga memeluk Jojo. Bahkan pelukan laki-laki itu hampir membuat Jojo kesulitan bernapas.


Jojo mengamati perubahan sikap Kalingga, laki-laki itu kini sudah tidak lagi seperti orang asing yang ia kenal saat pertama kali datang ke rumah besar mereka. Sikapnya yang dingin dan tegas, kini berubah penuh kasih sayang dan kelembutan.


"Apa gadis sepertiku pantas mendapatkan laki-laki sepertimu, Kak?" batin Jojo bertanya.


Setelah puas saling mengungkapkan apa yang ada dalam hati mereka masing-masing. Jojo mengajak Kalingga masuk ke dalam kamar, ia harus memeriksa Keenan. Khawatir jika Keenan tiba-tiba terbangun sendirian.

__ADS_1


Dugaan Jojo benar, rupanya Keenan terbangun dan duduk di atas ranjang. Gadis itu berjalan cepat menghampiri Keenan karena khawatir.


"Kak, kenapa duduk? Kau butuh sesuatu?" tanya Jojo.


"Aku lelah berbaring, Jo."


"Kau mau sesuatu? Makan atau minum?" tawar Jojo. Keenan hanya menggeleng. Meski rasa mualnya sudah hilang namun ia masih merasa tidak nyaman dengan perutnya hingga kehilangan selera makan.


"Bagaimana? Ada yang masih kau keluhkan?" tanya Kalingga.


"Mulutku terasa pahit dan tidak nyaman, Kak. Terlalu banyak tidur juga membuatku pusing," keluh Keenan. Laki-laki terbiasa hidup dengan jadwal pekerjaan padat dan penuh kerja keras. Terlalu banyak tidur pasti sangat tidak biasa untuk tubuhnya.


"Aku akan mengatakan ini pada dokter," ujar Kalingga sambil berjalan keluar kamar.


"Apa kau mau aku memijat kepalamu, Kak?" tanya Jojo pada Keenan. Kalingga yang belum sampai di pintu, secepat kilat berbalik dan kembali menghampiri Jojo dan adiknya.


"Sepertinya lebih baik jika Jojo yang datang ke ruang dokter," ucap Kalingga.


"Kenapa?" tanya Jojo.


"Ah, aku lupa. Pencet saja tombol itu, perawat akan datang." Keenan memberitahu sebuah tombol yang tergeletak di meja dekat ranjangnya. Karena konsentrasi Jojo dan Kalingga sedang tidak baik, keduanya mendadak kesulitan berpikir.


Setelah Jojo memencet sebuah tombol panggilan untuk perawat, mereka tinggal menunggu. Selang beberapa menit, perawat datang dan Kalingga mengungkapkan keluhan adiknya.


"Reaksi obat yang diberikan sudah berjalan, Tuan. Semuanya butuh proses dan Tuan Keenan akan kembali sehat secara berkala," jelas perawat.


Mereka bertiga tidak bisa membantah, memang begitu cara kerja obat. Jadi, Jojo dan Kalingga hanya meminta Keenan bersabar menikmati proses kesembuhannya.


Keenan kembali berbaring, ia mulai bosan berada di rumah sakit ini. Ia bahkan kesulitan melakukan apapun dengan jarum infus menempel di tangannya.


Jojo pamit pada Kalingga dan Keenan ke ruangan sebelah untuk mengangkat panggilan telepon dari seseorang.

__ADS_1


"Nona, datanglah ke kantor agensi besok siang. Ada beberapa jadwal pemotretan untuk bulan ini yang harus kita bicarakan."


🖤🖤🖤


__ADS_2