ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
(Irene) Angkat aku jadi adikmu!


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, keduanya segera bersiap agar bisa pergi tepat waktu dan menyelesaikan kesibukan mereka dengan cepat. Kalingga sudah duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya sementara Jojo masih berdandan.


Beberapa menit kemudian, Jojo sudah siap dengan pakaian rapi dan make up natural. Gadis itu membawa baju ganti yang akan ia titipkan di mobil Kalingga untuk datang ke kantor agensi.


"Maaf lama, Kak," ucap Jojo.


"Aku akan sabar menunggu berapapun lama waktu yang kau butuhkan," jawab Kalingga dengan senyum merekah. Mereka masuk ke dalam mobil dan berangkat bersama.


"Apakah Leon masih mengganggumu?" tanya Kalingga tiba-tiba.


"Tidak, Kak. Kami jarang bertemu."


"Bagus. Perlukah aku mengatakan padanya jika kini resmi milikku?"


Jojo memutar kepala cepat, tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut kekasihnya.


"Kak, tidak semua hal harus diketahui oleh orang lain. Lagi pula aku pintar menjaga diri meski tanpamu, Leon tidak akan berani dekat-dekat padaku," sergah Jojo.


"Aku kan hanya khawatir," gumam Kalingga. Sepertinya rasa cintanya sedang sangat berkobar, membuatnya merasa tidak rela jika ada orang lain berusaha mendekati Jojo.


Setelah mereka sampai di kampus, Kalingga melarang Jojo membuka pintu. Laki-laki itu keluar dengan cepat dan membukakan pintu untuknya.


"Kak, aku bisa sendiri," lirih Jojo. Sikap Kalingga kini nampak berlebihan.


"Jaga diri baik-baik, aku akan menjemputmu pukul sebelas siang."


"Tentu." Kalingga mengangguk, membiarkan Jojo berjalan beberapa langkah. Namun saat gadis itu hampir sampai di gerbang kampus, Kalingga memanggilnya dan berlari menyusul.


"Ada apa?" tanya Jojo.


"Aku menyayangimu." Laki-laki itu memeluk Jojo beberapa detik dan mengusap rambutnya.


Jojo tersenyum, perubahan sikap Kalingga bahkan lebih dari apa yang ia bayangkan. Kemungkinan mulai hari ini, setiap waktu yang Jojo habiskan bersama Kalingga akan menjadi saat-saat yang manis dan penuh cinta. Laki-laki itu memperlakukan Jojo seperti seorang ratu di hatinya.


Dari kejauhan, Irene melihat samar-samar. Wanita itu hanya bisa berdiri mematung dengan mulut menganga melihat apa yang sulit ia percaya. Seorang Jojo, dipeluk oleh laki-laki di depan gerbang kampus mereka.


Sebelum melanjutkan langkah, Jojo meminta Kalingga segera pergi. Gadis itu melambaikan tangan saat mobil Kalingga melesat menjauh.


"Jojo?" Irene menyapa dengan ekspresi wajah tidak biasa.

__ADS_1


"Irene, sejak kapan kau di sini?" tanya Jojo panik.


"Sejak laki-laki itu memelukmu!"


"Gawat!" batin Jojo. Gadis itu merasa gugup, haruskan ia menjelaskan apa yang sudah terjadi?


"Aku sepertinya mengenali wajahnya, apa dia kakak Ken Caessa?" tanya Irene. Tebakannya langsung benar dan membuat Jojo kebingungan.


"Kalian berpelukan? Di depan gerbang kampus? Aku bahkan tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihat oleh mataku," seru Irene.


"Kami ... kami ...." Jojo terbata-bata, kesulitan memberi penjelasan.


"Kalian apa?" sentak Irene tidak sabar. Ia sangat gemas dengan tingkah sahabataya.


"Kami ... menjalin hubungan."


"Kalian berpacaran?" Irene langsung membuka mulutnya lebar dengan mata melotot. Ini sungguh di luar dugaan.


Wanita itu bahkan berteriak senang dan melompat-lompat, membuat beberapa orang yang melihat menjadi heran. Irene memegang bahu Jojo dan menggoyangkannya karena sangat gemas.


"Angkat aku jadi adikmu, Jojo," ucap Irene sambil sedikit berbisik. "Agar aku bisa dekat dengan Ken Caessa, idolaku!"


Mereka berjalan menyusuri lorong kampus, dan Irene masih bersikap heboh karena kabar bahagia yang ia dengar pagi ini. Wanita itu terus bertanya pada Jojo tentang bagaimana proses jadian mereka, bagaimana Kalingga mengungkapnya cintanya, dan bagaimana mereka bisa saling mencintai.


Jojo tidak terlalu banyak bicara, kebahagiaan hatinya bahkan tidak bisa di ungkapkan hanya dengan kata-kata.


Karena Jojo dan Irene sudah membuat janji dengan dosen pembimbing masing-masing, mereka berpisah di dekat perpustakaan.


Selama hampir dua jam, Jojo berada di dalam ruangan bersama dosen pembimbing. Dan pada akhirnya, gadis itu bisa mendapatkan tandatangan persetujuan dan akan segera menjalani sidang skripsi.


Kebahagiaan gadis itu terasa semakin berlipat-lipat.


🖤🖤🖤


Pukul sebelas siang, mobil Kalingga sudah terparkir di halaman parkir untuk mahasiswa. Laki-laki berkacamata hitam itu berdiri dengan bersandar di bodi mobil sambil mengamati pada anak kuliahan yang hilir mudik keluar masuk kampus.


Saat ia melihat seorang gadis melambaikan tangan padanya, laki-laki itu membuka kacamata dan menyambutnya dengan senyum.


Jojo berjalan mendekat bersama Irene. Semakin dekat, Irene semakin takjub dengan ketampanan Kalingga. Laki-laki itu sama tampannya dengan adiknya.

__ADS_1


"Kak, kau sudah lama menunggu?" tanya Jojo.


"Sekitar sepuluh menit."


"Perkenalkan, dia Irene, sahabatku," ucap Jojo.


"Kalingga," ucap Kalingga sopan. Ia hanya mengangguk dan tersenyum singkat dengan menatap Irene sekilas. Melihat Kalingga begitu membatasi diri, Irene mengurungkan niatnya untuk mengulurkan tangan dan berjabat, ia merasa laki-laki itu enggan melakukannya.


"Ayo pergi," ajak Kalingga pada Jojo.


"Baiklah. Sampai jumpa lagi, Jojo. Aku harus pulang," ujar Irene. Ia pun memeluk Jojo dan berjalan pergi sambil melambaikan tangan. Wanita itu merasa jika Kalingga tidak nyaman dengan keberadaannya.


Jojo hanya bisa tersenyum kecil dan membiarkan sahabatnya pergi, ia cukup kecewa dengan sikap Kalingga yang dingin pada Irene. Namun Jojo tidak bisa mengubahnya, itulah Kalingga.


"Sayang, bagaimana perkembangannya?" tanya Kalingga saat mereka berdua sudah masuk di dalam mobil.


Jojo menceritakan jika semua tugasnya telah selesai, ia akan segera menjalani sidang skripsi dua minggu lagi.


"Orang tuamu pasti bangga punya anak sepertimu." Kalingga mengusap pucuk kepala Jojo dan mendekatkan kepala gadis itu ke pundaknya.


Jojo semakin tidak sabar untuk menyelesaikan pendidikannya dan mengajak orang tuanya datang ke kota. Gadis itu juga berencana akan mengenalkan orang tuanya pada anak-anak asuhnya.


Sambil menyetir, Kalingga menceritakan perkembangan penjualan Anyelir selama beberapa waktu terakhir. Laki-laki itu sangat berterima kasih pada Jojo karena kebanyakan pakaian yang terjual adalah pakaian yang Jojo kenakan saat pemotretan.


"Kau lapar?" tanya Kalingga. "Kita mampir ke restoran untuk makan siang, setelah itu ke kantor agensimu," lanjutnya.


Jojo pun setuju, lagi pula ia harus mengganti pakaian sebelum sampai di kantor. Gaun kesukaan Jojo sudah ia siapkan di bagasi mobil Kalingga.


Kalingga mengajak Jojo makan di sebuah restoran yang letaknya tidak terlalu jauh dari kantor agensi, ia menawarkan beberapa makanan untuk kekasihnya.


"Pesan saja apa yang kau suka, Kak. Aku juga pasti menyukainya," ucap Jojo.


"Bagaimana jika kita pesan beberapa menu? Kau harus mencoba yang lainnya."


"Tidak, Kak. Mari hidup berhemat dan menggunakan uang sebaik mungkin. Banyak orang di luar sana masih hidup kekurangan!" tegas Jojo.


Ya, Kalingga tahu betul bagaimana prinsip hidup gadis di hadapannya. Dan laki-laki itu sangat mengaguminya.


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2