ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Jadilah Pantas


__ADS_3

Jojo melirik anak bungsunya, rupanya Kai lebih dulu tahu jika Kalingga punya perasaan padanya. Artinya, Kalingga memang sungguh-sungguh.


Mendengar pertanyaan dari Kai, hati Jojo terasa nyeri. Mengapa harus ada perasaan ini di antara mereka?


"Kau tahu, kau adalah cinta pertama Kakak. Dia belum pernah dekat dengan wanita manapun, bahkan Kak Olivia saja tidak mampu meluluhkannya." Kai berbicara namun tetap fokus pada buku yang ada di hadapannya.


"Apa kau tidak menyukai Kakak? Atau ada orang lain yang kau sukai?" tanya Kai. Jojo menggeleng lemah, gadis itu terlihat melamun.


"Kakak sudah melakukan banyak hal untuk adik-adiknya, dia mengorbankan segalanya untuk kami. Apakah ada yang kurang darinya?"


"Mungkin menurutmu Kakak sedikit berbeda dari laki-laki lain. Dia tidak pandai merayu gadis-gadis atau memberikan perhatian seperti yang lain. Karena Kakak memang tidak pernah melakukannya, seumur hidupnya, ia hanya fokus bekerja dan memastikan kami hidup layak dan tercukupi. Dia tidak mengenal wanita."


Jojo mendengarkan dengan seksama, ia tahu jelas bagaimana Kalingga. Sejak pertama kali datang ke rumah ini, laki-laki itu memang selalu mengabaikan kehadirannya dan bersikap tidak peduli. Bahkan Jojo sempat pernah berpikir jika Kalingga tidak nyaman atas keberadaannya.


"Apa kau menyukai Kak Keenan melebihi rasa sukamu pada Kak Kalingga?" tanya Kai lagi. Bocah itu sepertinya butuh kepastian yang lebih tepat.


"Aku sayang kalian semua," jawab Jojo. Kai mencebik. Kalimat itu seperti sebuah kebohongan, jika Jojo menyayanginya, mengapa ia selalu memarahi Kai dan bersikap galak. Namun Kai tidak membantah, ia tidak ingin kehilangan uang sakunya.


"Katakan dengan jujur, Jojo. Ini masalah serius!" desak Kai. "Siapa yang paling kau sukai? Atau lebih tepatnya, yang kau cintai?"


"Apa itu penting menurutmu? Sementara aku bahkan tidak tahu apakah aku layak mencintai orang yang punya segalanya, sedangkan aku bahkan tidak punya apa-apa. Aku seorang maid, miskin, anak seorang petani. Apa aku pantas?"


Pertanyaan Jojo membuat Kai bungkam seketika. Rupanya bocah itu mulai paham mengapa Jojo selalu membatasi diri dari kakak-kakaknya. Gadis itu hanya merasa berbeda berdasarkan status sosial.


"Jadi, kau merasa tidak layak? Tidak pantas?" tanya Kai. Jojo mengangguk, memang itulah yang menjadi garis pembatas antara ia dan Kalingga. Hubungan apapun yang akan mereka usahakan, tidak akan berhasil menurutnya.


"Apa hanya karena kau seorang maid, kau jadi tidak pantas bersanding dengan seorang pengusaha seperti Kak Kalingga atau seorang artis seperti Kak Keenan? Itu bukan sebuah perbedaan Jojo. Cinta menyatukan segalanya."

__ADS_1


"Tidak semudah itu, Kai."


"Apa kau menyukai Kak Keenan?" tanya Kai. Jojo menggeleng.


"Kau menyukai Kak Kalingga?" Kali ini Jojo diam. Kai hanya bisa mengangguk paham.


"Tidak akan ada yang protes meski kalian berasal dari status sosial yang berbeda. Tidak akan ada yang peduli, Jojo. Aku dan yang lain tidak pernah memandang rendah dirimu di rumah ini."


"Kau tidak mengerti, Kai." Jojo menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Kai tidak akan mengerti bagaimana perasaannya saat Merlinda memberi peringatan dan menganggap jika ia bisa menjadi penghancur masa depan anak-anaknya.


Sejenak, Kai terdiam. Ia tahu jika Jojo memang orang yang keras kepala, namun gadis itu berhati lembut dan punya prinsip hidup yang kuat.


Setelah menyelesaikan tugasnya, Kai meminta Jojo untuk memeriksa jawabannya. Bocah laki-laki itu mengamati wajah murung Jojo, seperti ada banyak sekali beban berat yang harus ia bawa, namun ia tetap terlihat tegar dan ceria setiap hari demi mengurus anak-anak asuhnya. Kai melihat sebuah kartu nama yang berada di meja dekat lampu tidur milik Jojo. Bocah itu mengambilnya.


"Apa masalahnya hanya soal layak dan pantas?" tanya Kai sekali lagi. Bocah itu benar-benar tidak akan menyerah.


"Hmm."


Jojo mendongak, menatap Kai dan menangkap maksud perkataan anak bungsunya. Semua masalah ini hanya karena ia adalah seorang maid, kekurangan, dan tidak sebanding. Jojo hanya perlu membuktikan jika dirinya layak bersanding dengan sosok laki-laki seperti Kalingga. Gadis itu masih punya kesempatan merubah hinaan Merlinda menjadi sesuatu yang membanggakan.


"Telepon nomor itu, katakan jika besok siang kau akan datang ke kantornya. Kau bisa merubah semuanya!" seru Kai.


Sungguh di luar dugaan, Kai bahkan punya pemikiran jenius yang tidak pernah Jojo bayangkan. Tanpa menunggu lama, Jojo menelpon nomor yang tertera di kartu nama, gadis itu membuat janji dan akan datang ke kantor agensi besok siang.


Karena hari ujian Nasional semakin dekat, Kai ke sekolah hanya fokus untuk menjalani latihan soal setiap harinya. Bocah itu berjanji akan pulang tepat waktu dan mengantar Jojo ke tempat agensi.


"Jangan merasa rendah diri jika kau masih mampu. Kau berbakat, berpendidikan, multitalenta. Jangan biarkan orang memandangmu rendah hanya karena kau seorang maid. Jika masih ada yang menghinamu, akan ku robek mulutnya!" seru Kai dengan sungguh-sungguh.

__ADS_1


Jojo hanya mengulum senyum, ia merasa sangat beruntung memiliki Kai. Bocah itu awalnya benar-benar menolak kehadirannya, membuatnya tertekan setiap hari karena sering membuat masalah. Namun makin hari, mereka makin kompak dan saling memahami.


"Hei, kau terbaik. Terima kasih sudah mendukungku," ucap Jojo. Ia merangkul pundak bocah laki-laki yang tubuhnya lebih besar darinya.


Mereka lalu mengobrolkan banyak hal yang Kai ketahui tentang sistem kerja di sebuah agensi model. Sedikit banyak Kai tahu, karena dulu Keenan pernah berada di agensi yang sama dan Kai sering menemani kakaknya pergi.


🖤🖤🖤


Keesokan paginya, Jojo menyiapkan sarapan dengan penuh semangat. Ia membuat capcay kuah dan gurame asam manis untuk ketiga anak asuhnya.


Pagi saat Jojo sedang asik memasak, Kalingga datang menemui gadis itu sebelum yang lain bangun.


"Hmm, sedap sekali. Apa yang kau masak?" tanya Kalingga. Ia berdiri di belakang Jojo dan meletakkan dagunya di pundak gadis yang sedang sibuk memotong sayur.


"Kak, jangan seperti ini. Bagaimana jika adik-adikmu melihatnya?"


"Tidak masalah."


"Duduk sana!" usir Jojo sambil menggerakkan bahunya karena tidak nyaman. Bahkan napas Kalingga terdengar nyaring di telinganya.


"Jo, tolong jangan menghindar dariku, jangan menjauhiku, dan jangan bersikap acuh padaku. Kau membuatku tidak bisa tidur dan tidak ***** makan," keluh Kalingga.


"Kau yakin? Bukankah semalam kau menghabiskan makan malam dengan porsi besar?"


"Itu karena aku lapar."


"Sama saja!"

__ADS_1


Jojo menggeser tempatnya berdiri sebelum ada orang lain yang melihat mereka. Ia terus menghindar dari Kalingga yang berusaha mendekatinya. Laki-laki itu tidak akan pernah menyerah, sekuat apapun Jojo menjauh, ia akan berusaha keras menarik gadis itu mendekat.


🖤🖤🖤


__ADS_2