
Mendengar pertanyaan itu, tentu Keenan merasa aneh. Kalingga terlihat serius saat menunggu ia memberi jawaban.
"Bukankah kita semua menyukainya?" tanya balik Keenan.
"Tentu, apa kau juga menyukainya dalam arti lain?" Sekali lagi, Kalingga memberi penegasan. Keduanya hening beberapa saat, Keenan sepertinya kesulitan memberi jawaban sementara Kalingga sudah tidak sabar.
"Maksudmu mencintainya, Kak?"
"Hmm."
"Bagaimana caraku menjelaskannya," gumam Keenan. Ia tampak gugup hingga membuat Kalingga gelisah dan berpikir macam-macam.
"Tidak apa-apa, katakan saja bagaimana perasaanmu. Lagi pula, kita semua tahu Jojo tidak sedang dekat dengan siapapun," desak Kalingga.
"Aku memang menyayanginya, Kak. Dia cantik dan menggemaskan, mengurus kita semua seperti mengurus anak kecil. Aku suka saat dia marah dan mengomel panjang lebar karena aku kehilangan barang-barangku, tapi aku menganggapnya seperti seorang saudari. Aku menyayanginya seperti seorang adik," jelas Keenan. Laki-laki itu menjelaskan sambil menatap kosong ke arah cermin yang tergantung di dinding.
Sebuah jawaban yang sangat sesuai dengan harapan Kalingga. Jojo tidak memiliki perasaan khusus pada Keenan, sementara Keenan menyayangi Jojo seperti seorang adik. Kesempatan besar sedang menanti Kalingga.
"Ngomong-ngomong, kenapa kita membicarakan hal ini, Kak?" tanya Keenan. Ia sadar jika Kalingga sedang memancingya terlalu jauh.
"Hanya bertanya, penasaran!" jawab Kalingga.
"Ah, baiklah kalau begitu. Aku akan kembali ke kamar dan beristirahat," pamit Keenan setelah merapikan kembali tumpukan kertas yang ia bawa.
Setelah kepergian Keenan, Kalingga sangat gembira. Kini ia sudah memastikan perasaan adik-adiknya. Kalingga yakin jika Kylan tidak mungkin memiliki perasaan apapun terhadap Jojo, adiknya itu sudah terlalu banyak menyimpan wanita cadangan di luaran sana. Lagi pula sejauh ini, sikap Kylan terhadap Jojo tidak begitu mengkhawatirkan.
Banyak hal yang harus dipastikan sebelum Kalingga mengambil tindakan, salah satunya adalah dengan memastikan jika apa yang ia lakukan tidak akan menyakiti siapapun, terutama adik-adiknya.
Laki-laki itu sempat berpikir akan terjadi persaingan antar saudara, nyatanya kini semua prasangka itu mulai menemukan titik terang.
🖤🖤🖤
Di dalam kamar Jojo, gadis itu kesulitan tidur. Bayangan Kalingga selalu melintas di kepalanya dan membuatnya menerka-nerka. Mengapa Kalingga tidak memberi jawaban? Suka dalam arti apa yang laki-laki itu maksud?
__ADS_1
Jika Jojo berpikir suka dalam arti lain adalah sebuah perasaan cinta, bukankah itu keterlaluan?
Sekali lagi, gadis itu sadar diri dan mengingat kembali siapa dia di rumah ini dan apa pekerjaannya hingga ada laki-laki setampan Kalingga tiba-tiba menyukainya. Dan lagi, kata-kata Merlinda terngiang-ngiang di telinganya.
Sebagai seorang ibu, Merlinda tentu menginginkan anak-anaknya mendapatkan pasangan hidup yang sepadan, setingkat, sederajat. Jojo menyadarinya, hanya saja, ia adalah manusia biasa yang memiliki hati. Cukup menyakitkan saat Merlinda merendahkan dirinya.
Malam ini, rupanya Kalingga sukses membuat gadis itu hampir terjaga semalaman. Jojo sudah berusaha keras memejamkan mata dan menghilangkan bayangan Kalingga dari kepalanya, namun semuanya sia-sia. Desakan tubuh laki-laki itu saat menghimpitnya di antara bodi mobil, membuat gadis itu diam-diam mengulum senyum.
Hingga menjelang pagi, Jojo baru bisa terlelap selama dua jam dan harus kembali bangun untuk kembali bekerja dan mengurus semua kebutuhan anak-anaknya.
"Jo, kaos kakiku hilang sebelah!" teriakan dari lantai atas terdengar nyaring. Sepertinya Kai adalah orang pertama yang membuat harinya lebih sibuk pagi ini.
Jojo yang asik memasak di dapur, langsung mematikan kompor dan bergegas menuju kamar anak bungsunya.
"Bagaimana bisa hilang sebelah?" tanya Jojo.
"Mana aku tahu. Aku tidak bisa pakai kaos kaki baru karena hari ini ada pemeriksaan ketertiban, jadi harus pakai kaos kaki dengan logo sekolah," jelas Kai.
"Manusia memang tempatnya salah dan lupa, kalau kau sering marah, wajahmu bisa keriput sebelum waktunya," ujar Kai berusaha menenangkan pengasuhnya.
"Pasti, aku akan lebih cepat tua jika mengurusmu seumur hidupku!" seru Jojo sambil terus mencari keberadaan sebelah kaos kaki yang hilang.
"Ah, Jojo. Padahal aku berencana akan mengangkatmu menjadi kakak iparku," lirih Kai. Jojo melotot, setiap pagi ia harus menyelesaikan tantangan untuk mencari barang-barang yang hilang.
"Apa ini?" tanya Jojo sambil menenteng kaos kaki berwarna hitam bergambar logo sekolah. Gadis itu menemukannya di laci meja belajar.
"Bagaimana bisa ada di sana?" tanya Kai.
"Apa kau pikir kaos kakimu bisa terbang dan masuk ke laci ini sendiri?"
"Ah, Jojo. Kecantikanmu semakin bertambah saat sedang marah." Kai tak henti-hentinya merayu.
Bagi Jojo, mulut bocah laki-laki itu memang lebih lemas jika hanya merayu dan menggodanya. Apa lagi jika perihal meminta bantuan, Kai semakin pandai.
__ADS_1
Setelah urusan Kai selesai, Jojo kembali ke dapur dan melanjutkan pekerjaannya. Sarapan pagi dengan beberapa menu sayur dan ikan goreng telah terhidang di meja. Jojo bersiap-siap memanggil anak-anaknya ke lantai atas.
Kamar pertama yang ia datangi adalah kamar Kai, berlanjut ke Kylan, Keenan dan terakhir Kalingga. Namun kali ini, Kalingga tak kunjung membuka pintu kamarnya setelah Jojo mengetuk beberapa kali.
"Apa Kakak belum bangun?" tanya Kylan saat ia melihat Jojo mematung di depan pintu kamar Kalingga.
"Entah," jawab Jojo. Jika biasanya ia akan masuk dan menyeret selimut siapapun yang bangun kesiangan, maka kali ini Jojo merasa ragu.
"Cepat bangunkan Kakak. Ah, aku sudah lapar sekali," keluh Kylan sambil berlalu pergi menuruni anak tangga.
"Kenapa kau di situ?" tanya Keenan saat ia juga baru keluar dari kamarnya.
"Ah, Kakak sepertinya belum bangun. Bisakah kau membangunkannya?" pinta Jojo meminta bantuan.
"Sejujurnya, aku tidak berani melakukannya. Bangunkan sendiri, aku harus berangkat pagi karena jadwalku sedang sibuk," tolak Keenan.
Rupanya Jojo tidak memiliki pilihan lain selain masuk ke dalam kamar Kalingga dan membangunkan sendiri laki-laki itu. Pelan-pelan, Jojo membuka gagang pintu dan mengintip. Di atas kasur, selimut masih terlihat berantakan. Jojo medekat dan pelan-pelan membuka selimut.
"Jojo!" seru Kalingga dari belakang tubuh gadis itu. Sontak Jojo terkejut, ia berbalik dengan cepat dan menemukan wajah Kalingga kini hanya berjarak beberapa sentimeter dari wajahnya.
Kalingga terlihat baru selesai mandi, laki-laki itu bertelanjang dada dan hanya memakai boxer ketat.
"Ada apa?" tanya Kalingga.
"Emm ... itu ...."
"Kenapa? Ah, aku agak kesiangan," keluh Kalingga. Laki-laki itu segera mengambil kaos, kemeja dan celana di lemari dan memakainya di depan Jojo.
"Katakan pada adik-adikku untuk sarapan lebih dulu, aku akan menyusul nanti," ucap Kalingga. Jojo hanya mengangguk dan berlalu pergi. Namun saat gadis itu sampai di ambang pintu, Kalingga menghentikannya.
"Kau akan sarapan bersamaku, biarkan mereka menyelesaikan sarapannya sendiri."
🖤🖤🖤
__ADS_1