
Saat ini, usia Queen sudah menginjak sepuluh bulan, Jojo selalu membawa gadis kecil itu pergi ke studio foto untuk menemaninya pemotretan. Karena tuntutan pekerjaan, Jojo juga menyewa pengasuh yang hanya bekerja saat sedang dibutuhkan.
Hari ini, adalah hari libur semua orang. Karena usia yang cukup matang untuk di ajak bepergian, kali ini Kalingga dan Jojo mengajak semua orang berlibur ke sebuah villa yang terletak di sekitar pegunungan dan pantai di pinggiran kota.
Pagi ini, mereka sedang mengemasi barang dan bersiap pergi.
"Pa ... Pa ... Pa ...." Suara Queen berceloteh riang.
"Sayang, lihat Queen!" seru Kalingga saat mendapati putrinya sudah duduk di depan lemari sambil mengeluarkan semua pakaian lama milik Kalingga.
"Kenapa membawanya ke ruang ganti? Sudah ku bilang untuk tidak membawanya ke sembarang tempat," gumam Jojo sambil memindahkan Queen ke kamar utama.
Kalingga hanya menghela napas panjang. Ia selalu punya banyak pekerjaan baru di hari libur sejak Queen sudah pandai merangkak ke berbagai tempat. Laki-laki dengan sabar merapikan kembali lemarinya yang berantakan.
Sejak usianya menginjak delapan bulan, Queen sudah bisa mengangkat tubuhnya dan merangkak sedikit demi sedikit. Bahkan gadis itu sudah mulai bisa berdiri sambil berpegangan pada benda-benda tinggi. Hal itu membuat Jojo dan Kalingga harus waspada setiap kali meninggalkan anak itu sendirian.
"Sayang, tolong mandikan dia," ucap Jojo. Wanita itu sudah sibuk memasukkan berbagai keperluan ke dalam koper.
"Baiklah," jawab Kalingga. Ia mengangkat tubuh putrinya yang gemuk dan membawanya ke kamar mandi.
Meskipun sibuk bekerja dan hampir pulang larut setiap malam, Kalingga bisa melakukan banyak hal untuk putrinya. Laki-laki itu bisa memandikan, memakaikan popok, banyuapinya makan, bahkan tidak keberatan jika Jojo menyuruhnya membersihkan kotoran.
"Ba ... Ba ... Ba ...." Queen berceloteh tanpa arti. Bocah kecil itu duduk di dalam bath up dengan air yang merendam separuh tubuhnya.
"Ada apa, Sayang? Kau mau sesuatu?" tanya Kalingga. Ia mengusap seluruh permukaan tubuh putrinya dengan sabun.
__ADS_1
Queen memukul-mukul permukaan air, ia tertawa senang karena Kalingga menampakkan wajah lucu dan mencolek-colek pinggangnya yang berlemak.
Di usianya yang masih sepuluh bulan, Queen sudah memiliki berat badan yang cukup mengejutkan. Gadis kecil itu tumbuh pesat dengan berat delapan belas kilogram. Ia sudah memiliki tiga gigi dan sangat lahap makan.
Berulang kali Jojo mendatangi dokter spesialis anak untuk menanyakan kondisi Queen yang dinilai terlalu gemuk, namun dokter tidak menemukan sesuatu yang salah.
Queen tidak perlu menjalani diet ASI atau makanan karena ia adalah bayi aktif. Selama tidak mengganggu tumbuh kembangnya, dokter yakin berat badan bayi itu akan berangsur normal sesuai usia.
Setelah selesai mandi, Kalingga melanjutkan tugasnya untuk memakaikan popok dan pakaian untuk putrinya, sementara Jojo harus ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk Queen di perjalanan.
"Queen!" teriak Kai dari arah luar pintu.
"Hei, bantu aku!" seru Kalingga. Ia meminta Kai mendekat.
"Tolong angkat dia," pinta Kalingga. Untuk memakaikan putrinya celana, Kalingga sering kesulitan. Ia harus meminta seseorang untuk membantunya mengangkat Queen agar celana bisa naik ke pinggang bayi itu dengan mudah.
"Ikat rambutnya." Kalingga memberikan sisir kecil dan ikat rambut pada Kai.
"Bagaimana caranya?" Kai kebingungan. Ia sudah sering belajar cara mengikat rambut Queen namun hasilnya tidak pernah rapi.
Setelah hampir setengah jam keduanya mengurus satu bayi, akhirnya Queen telah siap. Bayi itu sudah berpakaian rapi dengan rambut di kuncir satu dan jepit yang lucu.
"Ayo, kita tunggu di bawah," ucap Kai sambil menggendong keponakannya turun.
Di lantai bawah, Keenan dan Kylan sudah menunggu. Mereka sudah duduk di ruang tengah sambil bermain ponsel.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Kak Angelina dan Sunny?" tanya Kai. Dua wanita itu juga akan ikut berlibur bersama mereka hari ini.
"Mereka akan datang sebentar lagi," jawab Kylan. Ia mengambil Queen dari gendongan Kai dan mengajaknya bermain di lantai.
Selang beberapa menit, Kalingga dan Jojo telah siap, mereka membawa semua koper dan barang bawaan ke dalam bus mini mewah yang di sewa Kalingga khusus untuk membawa mereka hari ini.
Saat semua anggota siap termasuk Angelina dan Sunny, mereka segera duduk manis dan berangkat dengan cepat.
"Apa kedua orang tuamu mengizinkan?" tanya Jojo pada Sunny.
"Mereka melarang saat aku mengatakan jika Kylan yang mengajakku. Tapi Kak Kalingga menelepon Daddy dan mengatakan jika ini liburan keluarga, jadi mereka mengizinkan," jawab Sunny.
"Itu artinya mereka belum mempercayaimu," bisik Jojo pada Kylan. Laki-laki itu melengos, ia tahu jika ia masih belum bisa meraih hati Alex.
"Apa semua orang memiliki jadwal kosong sampai dua hari ke depan?" tanya Kalingga. Semua orang mengangguk. Ini adalah liburan yang sudah direncanakan berbulan-bulan yang lalu, dan semua orang harus mengosongkan jadwal pekerjaan atau kuliah untuk momen ini.
Perjalanan dari rumah menuju lokasi villa membutuhkan waktu yang cukup lama, mereka harus berhenti berkali-kali ketika Queen mulai bosan dan tidak nyaman berada di dalam mobil. Jarak tempuh yang seharusnya bisa sampai enam jam, mereka hampir menghabiskan tujuh jam hanya untuk perjalanan.
Meninggalkan wilayah perkotaan, mobil mulai menanjak naik turun bukit berkali-kali untuk sampai di lokasi. Dan saat pukul enam sore, mereka akhirnya tiba di tempat tujuan.
"Ah, di sana bukit, di sana pantai. Ini tempat yang keren!" decak kagum Keenan.
Kalingga mulai membagi kamar, Keenan dan Kylan tinggal dalam satu kamar, Angelina dan Sunny juga berada dalam satu kamar berbeda. Sementara Kai, ia mendapatkan satu kamar sendiri.
"Ingat, ini liburan keluarga. Jika ada salah satu dari kalian yang mencari kesempatan dan berbuat macam-macam, aku akan langsung menyeret kalian ke kantor pengadilan agama saat itu juga!" Kalingga memperingatkan Keenan dan Kylan setelah Angelina dan Sunny masuk ke dalam kamar mereka.
__ADS_1
🖤🖤🖤