
Berlibur selama tiga hari di tempat yang jauh dari perkotaan membuat ketujuh anggota liburan itu semakin bersemangat menjalani hari-harinya.
Hari ini, mereka semua sudah kembali dan harus memulai semua kegiatan masing-masing. Kai dan Sunny harus kembali sibuk mengurus tugas-tugas mereka di kampus, Kalingga kembali ke kantor dan mengurus beberapa pekerjaan yang sudah ia tinggalkan, sementara Kylan kembali bekerja di balik kameranya.
"Bagaimana rencana kalian?" tanya Jojo pada Keenan saat kelima anggota keluarga berkumpul di meja makan untuk sarapan. Sementara Queen masih terlelap di kamarnya.
"Aku dan Angelina sepakat untuk mempublikasikan hubungan kami. Aku tidak mau membuat kacau media jika mereka membuat gosip yang tidak-tidak," jelas Keenan.
Karena selama ini, Keenan dan Angelina menjalin hubungan yang dirahasiakan dari awak media. Hanya keluarga dan orang-orang terdekat saja yang mengetahui hubungan khusus yang mereka jalani di luar pekerjaan.
"Keputusan bagus!" ucap Kalingga.
"Lagi pula, semua orang juga harus tahu kalau kau sudah move on, Kak. Termasuk Callista, jangan biarkan dia mendekatimu lagi," sela Kai.
"Sebelum aku dan Kakak kalian menikah, Callista berkali-kali menuduhku berpacaran denganmu. Itu membuatku kesal tapi tidak mengatakan yang sejujurnya untuk melindungimu," ungkap Jojo.
Jojo jelas mengiyakan segala tuduhan mantan pacar Keenan agar wanita itu tidak lagi mendekati Keenan. Hubungan mereka harus benar-benar berakhir karena Jojo tidak rela saudara iparnya jatuh pada wanita yang sudah pernah berhianat.
"Benarkah? Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku?" tanya Keenan. Kalingga pun nampak terkejut dengan pengakuan istrinya.
"Selama ini Callista mengganggumu, Sayang?" tanya Kalingga.
"Itu sudah berlalu, Kai tahu semuanya. Kami memang sengaja tidak mengatakan hal itu karena tidak penting," jawab Jojo enteng.
__ADS_1
"Kerja bagus!" puji Kylan.
Belum sempat Jojo menyelesaikan sarapannya, Bu Yura sudah memanggil wanita itu karena Queen terbangun dan menangis. Bayi itu enggan berhenti menangis jika bukan Jojo yang berada di sampingnya saat terbangun.
Tanpa menunggu lama, Jojo meninggalkan separuh isi piringnya yang masih tersisa dan berlari menaiki anak tangga menuju kamar putrinya.
"Anak Mama, kau terbangun?" tanya Jojo. Ia berbaring di samping Queen dan menenangkan bayi itu dengan menyusuinya.
Selang beberapa menit, Kalingga menyusul sambil membawa segelas susu hangat dan sandwich untuk istrinya.
"Aku harus segera berangkat, Sayang. Habiskan susu dan sandwichnya karena kau tidak menghabiskan sarapanmu," ucap Kalingga. Ia berpamitan pada istri dan anaknya lalu bergegas berangkat bekerja. Berlibur selama tiga hari tentu membuat ia memiliki banyak pekerjaan yang harus dituntaskan.
Setelah Queen benar-benar tenang dan kembali tersenyum ceria, Jojo mengajaknya keluar dari kamar.
"Hati-hati dia tidak memakai popok," ucap Jojo mengingatkan. Demi kenyamanan bayinya, Jojo selalu membatasi penggunaan popok sekali pakai karena kondisi tubuh Queen yang sangat gemuk dan mudah ruam.
"Gadis pintar. Dia tidak akan mengompoli pamannya yang sudah tampan," ujar Keenan. Ia menggendong Queen menuruni anak tangga sambil mencium ketiak bayi itu.
"Hmm, sedap sekali. Kenapa kau tetap wangi saat bangun tidur, hah?" tanya Keenan pada keponakannya. Queen hanya tertawa riang saat merasa geli di tubuhnya.
Setelah beberapa menit menggendong Queen, Keenan melihat jam di pergelangan tangannya dan bersiap pergi. Ia harus menjemput Angelina terlebih dahulu karena mereka berdua kebetulan punya jadwal pemotretan yang sama.
"Om akan pergi bekerja. Bye, bye Jola." Keenan mencium Queen dan melambaikan tangan saat berjalan keluar rumah.
__ADS_1
Setelah Keenan pergi, Jojo ke dapur. Ia memeriksa semua barang-barang di lemari pendingin dan menanyakan stok bahan pangan yang sudah habis pada Bu Yura. Wanita itu berniat mengajak Kai pergi berbelanja sore ini, tentu saja setelah ia selesai bekerja dan sepulang Kai dari kampusnya.
"Hei, Queen. Om akan pergi bekerja. Kemarilah, aku akan menggendongmu sebentar," ucap Kylan yang sudah berpakaian rapi. Ia merebut keponakannya dari gendongan Jojo.
"Sepertinya kau semakin gemuk, tapi tetap lucu dan menggemaskan!" Kylan mencium Queen dengan gemas.
"Kylan, hati-hati. Dia tidak ...." Belum sempat Jojo melanjutkan kalimatnya, Kylan sudah mendesah sambil menjauhkan Queen dari tubuhnya saat merasakan sesuatu yang hangat menyentuh kulitnya.
"Oh my god! Rasanya, ah ...." Kylan meringis. Ia segera mengembalikan Queen ke gendongan Jojo dan melihat bagian depan kemejanya sudah basah oleh air kencing keponakannya.
"Kenapa tidak bilang kalau dia tidak memakai popok?" protes Kylan.
"Aku baru akan mengatakannya. Maaf," ucap Jojo sambil menahan tawa.
"Karena kau cantik dan lucu, Om tidak akan marah." Kylan tersenyum kecut lalu mencium Queen yang tertawa riang.
Khawatir terlambat, Kylan berlari kembali ke kamarnya dan mandi untuk yang kedua kalinya serta berganti pakaian. Laki-laki itu harus sampai di studio foto sebelum pukul delapan pagi.
Tidak hanya Kylan, semua orang di rumah ini sudah pernah merasakan hangatnya rasa cinta dari Queen untuk mereka. Jika di hitung, Kai adalah orang yang paling sering mendapatkan hadiah tersebut.
🖤🖤🖤
__ADS_1