
Setelah menyelesaikan makan malam, Keenan dan Angelina terlihat duduk di taman depan rumah berdua. Sementara yang lain memutuskan untuk menonton televisi karena tidak ingin mengganggu.
"Keenan," ucap Angelina. Ia menoleh pada wajah tampan yang begitu menggemaskan. Jika dibandingkan dengan ketiga saudaranya, Keenan lebih cenderung dengan wajahnya yang imut dan babyface, sementara Kalingga, Kylan dan Kai memiliki ketampanan yang cool.
Keenan menoleh dan menatap manik mata yang bersinar di bawah terangnya lampu taman. Angelina wanita yang baik dan cantik, ia sudah melakukan segalanya untuk mendapatkan hati Keenan.
Entah mengapa, saat Angelina memanggil dirinya dengan nama 'Keenan', jantung laki-laki itu bertalu-talu. Sejauh ini, tidak ada rekan kerja Keenan yang memanggil namanya seperti itu, mereka hanya mengenal Keenan sebagai Ken Caessa.
"Kau tahu aku menyukaimu?" tanya Angelina.
"Jauh sebelum kau menyadarinya," jawab Keenan. Angelina tersenyum malu-malu, bahkan Keenan lebih peka dari yang ia duga.
"Lalu, kau tetap mengabaikanku? Padahal aku sudah berjuang keras sejauh ini. Adakah yang salah dariku? Adakah yang kurang dariku?" tanya Angelina. Terkadang wanita itu merasa lelah dan ingin menyerah, namun ia tidak bisa mengabaikan perasaannya.
"Kau cantik, kau punya segalanya. Apakah aku adalah laki-laki paling beruntung yang bisa mendapatkan hatimu?" tanya balik Keenan.
"Kau memiliki seluruh hatiku," jawab Angelina lirih. "Aku akan ke luar negeri selama tiga hingga empat bulan. Ada sebuah proyek film pendek yang ku bintangi. Aku datang untuk mengucapkan salam perpisahan," lanjutnya.
Keenan terdiam cukup lama. Kabar ini begitu mendadak dan tidak terduga.
"Kau akan pergi?"
"Ya, aku butuh waktu untuk beristirahat. Aku merasa hanya aku yang berjuang."
Keenan menghembuskan napas panjang mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulut wanita itu.
"Kau akan kembali?" tanya Keenan lagi. Kali ini dia meletakkan wajahnya di depan Angelina. Bahkan wanita itu terkejut dengan sikapnya yang tiba-tiba.
"Aku akan kembali jika aku selesai," jawab Angelina. Tanpa aba-aba, Keenan meraih tengkuk leher wanita itu dan mencium bibirnya.
Meski ini bukanlah ciuman pertama bagi mereka, namun keadaan ini benar-benar membuat Angelina tidak bisa memahami laki-laki itu. Keenan mengabaikannya sejauh ini, dan ia tiba-tiba menciumnya tanpa sepatah katapun.
Mereka pernah membintangi sebuah film bersama. Adegan romantis, kemesraan dan ciuman panas sudah sering mereka lakoni demi peran yang mereka jalankan. Namun ciuman kali ini berbeda, Keenan melakukannya dengan penuh perasaan.
Beberapa detik, hingga lewat dari tiga menit, keduanya saling menikmati. Tanpa disadari, beberapa orang dari balik jendela kaca ruang tamu sedang mengintip.
__ADS_1
"Apa ini ciuman perpisahan?" tanya Angelina setelah bibir mereka saling terlepas.
"Tidak, ini ciuman harapan. Aku tidak bisa berjanji membahagiakanmu, tapi aku bisa menjanjikan perasaanku," jawab Keenan.
Laki-laki itu merasa jika kehidupan harus tetap berlanjut dan ia harus berubah. Ia mulai menyadari kesungguhan dan ketulusan Angelina selama ini. Wanita itu bisa dekat dengan Jojo dan bisa diterima dengan baik oleh ketiga saudaranya, itu adalah salah satu syarat wajib yang sudah dipenuhi oleh Angelina.
"Apa ini artinya kita bisa bersama?" tanya Angelina. Keenan tersenyum dan mengangguk.
"Kembalilah nanti. Kita akan membicarakan semuanya."
🖤🖤🖤
Di balik kaca jendela ruang tamu, Jojo, Kai dan Kylan masih mengintip sambil saling memukul. Mereka sangat gemas dengan tingkah Keenan dan Angelina. Mengapa jika hanya berakhir seperti ini, Keenan harus membuat Angelina frustasi.
"Kalian lihat bagaimana Kak Keenan mencium Kak Angelina? Apakah Kakak kalian hanya berpura-pura menolak agar dikejar-kejar?" tanya Jojo kesal.
"Tidak, Kakak bukan tipe yang seperti itu," jawab Kai.
"Harusnya dia berterus terang sejak awal. Beruntung, Kak Angelina orang yang setia. Jika tidak, siapa yang mau menunggu selama itu," gumam Jojo.
"Tapi sejak awal dia sangat baik dan percaya padaku. Bahkan dia orang pertama yang memperlakukanku dengan baik di rumah ini," ungkap Jojo. Karena selama ini, tidak sekalipun Keenan pernah bersikap cuek padanya.
"Itu karena Kakak pernah menyukaimu," jawab Kai tanpa sengaja.
Sontak, Jojo dan Kylan berdiri tegak dan memandang Kai dengan tatapan aneh.
"Apa yang aku bicarakan?" Tidak, tidak. Aku hanya mengarang." Kai kebingungan, ia menggeleng cepat.
"Jangan asal bicara jika tidak ingin Kak Kalingga memangkas habis uang jajanmu." Kylan mengingatkan. Sementara Jojo, ia hampir terkena serangan jantung.
Kai kembali menempelkan wajahnya di jendela agar bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi pada Keenan dan Angelina selanjutnya. Namun bocah itu diam-diam memukul mulutnya sendiri karena kesal. Hampir saja ia membuat bencana badai tsunami di rumah ini.
"Hampir saja! aku tidak hanya akan kehilangan uang jajan, Bisa-bisa nyawaku pun ikut melayang," batin Kai.
Mereka bertiga masih asik mengintip, meskipun tidak bisa mendengar apa yang Keenan dan Angelina bicarakan, mereka senang melihat dua orang itu sangat dekat dan akur.
__ADS_1
"Aah, mereka cute sekali," gumam Jojo gemas.
"Hei, kenapa semuanya berkumpul di sini?" teguran keras dari belakang mereka membuat ketiganya ribut dan saling dorong.
"Ah, Sayang. Kami sedang ...."
"Berdiskusi," sela Kai.
"Mendiskusikan urusan orang? Ayo bubar!" seru Kalingga.
"Baik, Kak." Kai dan Kylan menjawab bersamaan, sementara Jojo langsung merangkul lengan suaminya dan berjalan ke ruang tengah. Rupanya saat laki-laki itu sedang berada di kamar mandi, ketiganya melarikan diri untuk mencari tahu keadaan taman depan rumah mereka.
Beberapa saat berlalu, Kalingga mengajak Jojo masuk ke dalam kamar, sementara Kylan dan Kai masih asik bermain game di ponsel mereka masing-masing.
Dari arah ruang tamu, terdengar suara langkah Keenan dan Angelina masuk.
"Aku mau pamit pulang, ke mana Jojo?" tanya Angelina.
"Ah, mungkin Kakak Ipar sedang menunaikan kewajibannya," jawab Kai. Seketika, Kylan memukul kepala adiknya.
"Dia sudah beristirahat, Kak. Kami akan memberitahunya jika kau pulang," sela Kylan. Ia menggeleng pelan, tidak paham dengan mulut adik bungsunya yang seenaknya memberi jawaban tidak sopan.
"Baiklah. Sampaikan salamku padanya," ujar Angelina. Wanita itu ke arah kamar yang terletak di dekat dapur dan mengambil tas miliknya.
"Hati-hati di jalan." Keenan melambaikan tangan saat mobil Angelina sudah berjalan meninggalkan halaman rumahnya.
Setelah kepergian Angelina, Keenan kembali masuk dan mengunci pintu rumah, ia kembali ke ruang tengah dan menemukan Kylan seorang diri. Rupanya, Kai sudah lebih dulu masuk ke dalam kamarnya.
"Kak, kemarilah. Ada yang ingin aku tanyakan," ucap Kylan sambil menepuk sofa kosong di sampingnya.
"Ada apa?"
"Emm, apa kau pernah menyukai Jojo?" tanya Kylan sambil meringis. Ucapan Kai terngiang-ngiang di kepalanya dan ia sangat penasaran, ia tidak akan bisa tidur nyenyak jika belum mendengar jawaban dari yang bersangkutan.
🖤🖤🖤
__ADS_1