
Di ruangan lain, Keenan membicarakan tentang kondisi tubuh Merlinda sesuai pemeriksaan dokter. Wanita paruh baya itu sudah sulit untuk sembuh karena komplikasi penyakit dalam sudah menggerogoti tubuhnya.
Bahkan kini, Merlinda mengalami kelumpuhan di bagian pinggang hingga kaki, membuat wanita itu tidak bisa bergerak tanpa bantuan.
"Bersikaplah seperti tidak terjadi apa-apa," gumam Kalingga pada adik-adiknya.
"Bagaimana bisa?" tanya Kylan.
"Buat Mama tetap merasa tenang tanpa memikirkan sisa waktunya. Paling tidak, kalian harus membuatnya bahagia dan anggap saja ini adalah hari terakhir kita bersamanya," jelas Kalingga.
"Tapi, Kak!" Kai ingin protes, namun Kalingga mengabaikan adik bungsunya dan meninggalkan mereka.
Kalingga ingin semua adik-adiknya mengubur dalam-dalam semua masa lalu dan kebencian itu dengan cara membuat mereka menganggap ini adalah hari terakhir Merlinda. Karena pada dasarnya, mereka semua tidak ingin kehilangan ibu mereka. Hanya saja, sikap kekanakan dan keegoisan masih terlalu mendominasi adik-adiknya.
Beberapa saat kemudian, Jojo menghampiri tiga laki-laki itu dan mengajaknya sarapan bersama. Karena tidak ingin meninggalkan Merlinda tanpa pengawasan, mereka memutuskan untuk makan di dekat Merlinda sambil mengajak wanita yang sedang terbaring lemah itu mengobrol.
"Ke mana Tuan Johnathan?" tanya Jojo.
"Pulang, mengambil berkas penting tentang riwayat pengobatan Mama," jawab Kylan.
"Hmm, ini enak." Kai mengecap lidahnya merasakan udang asam manis buatan Jojo.
"Apa Mama makan banyak pagi ini?" tanya Kalingga pada Merlinda.
"Tidak, Kak. Hanya beberapa sendok bubur," sela Keenan.
"Kenapa Mama makan sedikit? Harusnya Mama makan banyak agar lekas sembuh. Nanti kita akan ajak Mama ke rumah makan favorit kita bersama Papa dulu jika Mama sudah diizinkan pulang," ujar Kalingga.
Merlinda tersenyum samar, tangannya menggenggam dengan mata berkedip cepat. Ia berusaha menahan bulir bening yang sudah mengajak sungai di pelupuk matanya. Entah sudah berapa lama ia tidak mendengar ucapan penuh kasih sayang dari anak sulungnya.
__ADS_1
"Ma, nanti Mama harus mencicipi masakan Kakak Ipar. Selain pandai mengurus rumah, Kakak Ipar juga pandai memasak." Kai mulai bercerita sambil diiringi senyum untuk Merlinda.
"Tentu saja, aku akan membuat banyak masakan enak jika nanti Ibu Mertuaku pulang," ucap Jojo menimpali.
"Apa Mama tahu, sejak ada Kakak Ipar, semua urusan kami bisa selesai dengan mudah. Dia mengurus kami dengan baik, Mama beruntung mendapatkan menantu sepertinya," lanjut Kai. Jojo mencubit pipi bocah itu dengan gemas, tidak biasanya Kai memujinya seperti ini.
"Mama harus sehat, Mama harus sembuh. Karena kami bertiga juga nantinya akan memperkenalkan calon menantu untuk Mama," sela Kylan.
"Hmm, ya. Mama akan dapat beberapa menantu dari Kylan," ledek Keenan. Semua orang berusaha tertawa, mereka tidak ingin Merlinda melihat kesedihan anak-anaknya.
Mendengar berbagai cerita dari anak-anaknya, Merlinda sangat senang. Baru kali ini ia mendengar banyak hal yang disampaikan dengan tulus oleh keempat anak laki-lakinya.
"Aku hanya ingin menjadi satu-satunya Ibu untuk mereka selama aku hidup. Terima kasih sudah hadir dalam hidupku meski kalian terlahir bukan dari rahim ku," batin Merlinda.
Andai saja wanita paruh baya itu bisa mengungkapkan semua kebahagiaannya hari ini, ia ingin memeluk anak-anaknya satu persatu. Ia ingin berpelukan bersama dan saling mencurahkan kasih sayang seperti yang sering mereka lakukan dahulu.
Kini Merlinda tidak bisa banyak bicara, ia mengalami kesulitan bicara sejak mengalami pingsan secara mendadak di pesta pernikahan Kalingga.
"Ya, kami akan menyiapkan kamar untuk Mama. Jangan khawatir, aku akan meminta izin pada Tuan Johnatha, dia pasti memberi izin," sela Kalingga.
Samar-samar, Merlinda mengangguk dan tersenyum. Ia pasti akan bahagia jika memiliki kesempatan itu meski hanya sehari.
Mereka menikmati sarapan dan menghabiskan semua makanan yang Jojo siapkan. Meski sebenarnya berbagai beban pikiran dan perasaan cemas menghilangkan selera makan mereka, namun mereka tetap harus tersenyum, ceria, dan bersikap seolah-olah Merlinda akan baik-baik saja.
"Setelah ini, kalian bisa pulang dan istirahat. Aku dan Kakak kalian akan berjaga di sini," ucap Jojo.
"Aku ikut kalian di sini. Lagi pula di rumah tidak ada siapapun," jawab Kai. Ia memang sedang libur sekolah dan tidak ada kegiatan. Hasil ujian Nasionalnya sudah keluar dan ia dinyatakan lulus. Kini Kai hanya menunggu hari wisudanya.
"Bagaimana dengan pernikahan kalian di desa?" tanya Keenan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. Kami sudah membatalkan semuanya," jawab Jojo. Tidak masalah berapa banyak uang yang sudah ia keluarkan untuk mempersiapkan pesta pernikahannya di kampung halaman. Namun prioritasnya saat ini adalah Merlinda.
"Kau baik-baik saja?" tanya Kylan pelan. Laki-laki itu tahu, bagaimana Jojo dan Kalingga mempersiapkan semua hari bahagia mereka, dan kondisi Merlinda pasti membuat semua persiapan mereka sia-sia.
"Tentu saja, jangan pikirkan itu." Jojo mengangguk pasti. Ia tidak mau menyesali apapun. Bagi Jojo, peresmian hubungannya bersama Kalingga adalah hal yang utama, pesta bukan menjadi suatu keharusan.
"Bagaimana dengan orang tuamu?" tanya Keenan.
Jojo menceritakan jika ia sudah memberitahu kedua orang tuanya tentang kondisi Merlinda, hal itu membuat Jojo tidak bisa menemani mereka di hotel dan kemungkinan juga tidak akan bisa mengantar mereka ke bandara.
"Mereka akan datang kemari siang ini. Setelah itu, mereka akan kembali pulang," jelas Jojo.
"Kau bisa mengantarnya, kami akan kembali nanti," sela Kylan.
"Tidak perlu. Sopirku yang akan mengantar mereka," tolak Jojo.
Beruntung, kedua orang tua Jojo sangat memahami kondisi anak dan menantunya. Mereka sedang dalam kesulitan dan ditimpa musibah, dan orang tua Jojo tidak ingin semakin membebani anak-anaknya.
Setelah berdiskusi cukup lama, Keenan, Kylan dan Kai pamit pulang. Ada beberapa hal yang harus mereka lakukan, mengingat pekerjaan mereka tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
"Ma, kami pulang dulu. Jangan khawatir, kami akan kembali nanti," ucap Kylan. Laki-laki itu mencium punggung tangan Merlinda lalu beralih mencium kening Mamanya.
"Kami ada sedikit urusan yang perlu kami selesaikan. Tunggu kami kembali, ya, Ma?" ujar Keenan. Ia juga mencium kening Merlinda sambil menggenggam sebelah tangan Mamanya.
Karena sejak awal Keenan dan Kylan hanya mengambil cuti pekerjaan untuk empat hari demi pesta pernikahan yang akan diadakan oleh Kalingga, kini mereka harus memperpanjang cuti mereka untuk satu minggu lebih agar bisa fokus mengurus Merlinda dengan baik.
Setelah kepergian Keenan dan Kylan. Kalingga duduk di kursi samping tempat tidur Merlinda. Sementara Kai dan Jojo duduk di sofa yang terletak di pojok ruangan.
"Ma, maaf atas sikapku selama ini. Aku menyayangimu, Ma. Maafkan anakmu yang durhaka ini," ucap Kalingga lirih. Ia menggenggam tangan Merlinda dan menciumnya. Penyesalan ini begitu menyakiti perasaannya.
__ADS_1
🖤🖤🖤