ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Harta Paling Berharga


__ADS_3

Perjalanan mereka yang cukup jauh dan memakan waktu lama membuat semua orang hampir kehabisan selera melakukan apapun, kecuali Queen. Bayi itu sibuk merangkak ke sana dan kemari di dalam kamarnya, sementara Kalingga merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur untuk meluruskan tulang punggung yang terasa bengkok.


"Sayang, awasi Queen!" teriak Jojo dari dalam kamar mandi. Wanita itu asik berendam dalam air hangat sambil menikmati pemandangan langsung ke pantai.


"Hmm." Kalingga hanya berdehem sambil mengawasi putrinya.


Kalingga membiarkan Queen mengeksplorasi seluruh ruangan. Bayi itu merangkak dan membuang semua barang yang ia pegang.


"Tidak apa-apa, Sayang. Lakukan sesukamu," gumam Kalingga.


Queen bersenang-senang dengan banyak barang yang berserakan di lantai. Bayi itu bergerak ke arah koper milik Jojo yang terbuka lalu mengacak seluruh isinya.


Kalingga tidak melarang bayi itu, ia tahu jika koper itu hanya berisi pakaian milik istrinya, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan.


Menit demi menit berlalu, Kalingga mulai terbuai dalam rasa lelah dan mengantuk yang menyerang tiba-tiba. Tanpa sadar, Laki-laki itu tertidur dan membiarkan Queen bermain sendirian.


Saat Jojo keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono di tubuh, wanita itu hampir terkena serangan jantung. Mata Jojo melotot lebar saat melihat suaminya asik terbuai dalam mimpi indah sementara anak mereka asik bermain dengan semua skincare dan peralatan make up miliknya.


"Sayang, sayang. Ya Tuhan ...." Jojo mengeluh, ia hampir menangis melihat pemandangan di depan matanya. Ia segera menggendong Queen dan mendudukkan bayi itu di atas punggung Kalingga yang tidur tengkurap.


"Hmm, Sayang. Kau sudah selesai?" tanya Kalingga dengan suara serak dan berat. Ia bertanya tanpa membuka mata, dan Jojo enggan menjawabnya.


Kepala Jojo seakan sedang mengeluarkan asap. Wanita itu terlihat seperti gunung berapi yang hampir meledak. Dadanya naik turun dengan mata berkaca-kaca. Ia memegang tubuh Queen yang tertawa riang di atas punggung Kalingga.


Tok ... Tok ... Tok ...


Kai mengetuk pintu dan langsung membukanya.


"Kak, makan malam sudah ...." Kai tidak melanjutkan kalimatnya, ia menelan ludah saat melihat apa yang sedang menghiasi lantai marmer kamar kakaknya.


"Baiklah, kami akan menunggu," lanjut bocah itu lalu bergegas menutup kembali pintu.

__ADS_1


Hanya selang beberapa detik, Kalingga membuka mata, ia meregangkan otot tubuhnya sambil menguap.


"Sayang, kau sudah sadar? Apa tidurmu nyenyak?" tanya Jojo dengan suara lemah lembut.


"Apa yang baru saja terjadi, Sayang?" tanya Kalingga. Ia melotot dan langsung sepenuhnya sadar saat melihat apa yang terjadi di samping tempat tidurnya.


Jojo memindahkan Queen ke samping Kalingga, wanita itu lalu duduk di lantai dengan tangan gemetar mengambil lipstik yang patah hingga eyeshadow pecah dengan isi berantakan.


Kalingga menggendong Queen. Melihat Jojo tersenyum kecut seakan mengeluarkan taring, laki-laki itu menarik napas dalam.


"Apakah Queen yang melakukannya?" tanya Kalingga.


"Perlukan aku menjawabnya?" Jojo balik bertanya.


🖤🖤🖤


Villa besar berisi empat kamar lengkap dengan ruang menonton televisi beserta dapur dan ruang makan ini menjadi salah satu villa mewah yang di tawarkan oleh pengelola wisata.


Empat kamar besar langsung menghadap ke pemandangan pantai pribadi yang hanya di nikmati oleh tamu yang menginap.


"Ke mana Kakak?" tanya Keenan. Ia bersama yang lain sudah berkumpul di ruang tengah sambil menonton televisi, sementara pelayan villa sedang bolak-balik mempersiapkan makan malam di ruang makan.


"Sepertinya ada masalah," jawab Kai.


"Ada apa? Apakah terjadi sesuatu yang buruk?" tanya Angelina khawatir.


"Aku melihat semua barang-barang milik Kakak Ipar pecah dan berserakan di lantai. Termasuk lipstik dan kosmetiknya, sementara Kak Kalingga malah tidur. Menurutku, Queen yang melakukan itu. Apakah Kak Kalingga akan selamat?" tanya Kai.


"Sepertinya akan ada perang dunia," gumam Sunny.


"Apakah separah itu?" tanya Kylan.

__ADS_1


"Make up dan skincare adalah salah satu barang berharga bagi wanita. Jika kau ingin tahu, coba saja patahkan satu lipstik favoritku, maka aku akan mematahkan jari-jarimu!" seru Sunny.


"Terdengar menyeramkan," lirih Keenan.


Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, dan hanya bisa menunggu apakah Kalingga akan selamat dari amukan istrinya.


Menunggu hingga lebih dari tiga puluh menit, akhirnya Kalingga, Jojo dan Queen keluar dari kamar. Kalingga nampak datar dan tidak ada senyum di wajahnya, sementara Jojo menggendong Queen sambil mengajak semua orang berpindah ke ruang makan.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Kylan sambil berbisik di telinga Kalingga saat mereka berjalan bersama menuju ruang makan yang terletak di sisi lain villa.


"Aku hampir kehilangan hartaku yang paling berharga," bisik Kalingga sambil melihat bagian bawah tubuhnya, yaitu sesuatu di balik celananya.


"Separah itu rupanya," batin Kylan.


Semua orang duduk di kursi masing-masing dan menatap penuh minat pada semua hidangan laut yang tersedia di atas meja makan. Berbeda dari yang lainnya, Jojo nampak lesu dan kurang bersemangat.


"Kakak Ipar, biarkan Queen bersamaku." Kai meraih Queen dari gendongan Jojo dan mendudukkan bayi itu di pangkuannya.


"Bukankah kita memesan fasilitas anak? Pasti ada tempat makan bayi di sini," ucap Keenan. Laki-laki bangkit dari tempat duduknya saat melihat kursi makan tidak Juah dari mereka.


Setelah Queen mendapatkan tempat duduknya sendiri, Jojo memberikan gadis kecilnya biskuit anak. Setelah Queen tenang dan makan sendiri, Jojo baru bisa menikmati makan malamnya.


"Sayang, kau mau lobster?" tanya Kalingga. Ia berusaha tersenyum lebar pada istrinya.


Jojo tidak memberi jawaban, wanita itu hanya sedikit mendongak sambil menatap Kalingga beberapa detik. Seketika, persendian Kalingga semakin lemas.


"Sepertinya aku tidak akan mendapatkan jatahku malam ini," batin Kalingga berteriak. Menolak kenyataan bahwa dia sudah membuat kesalahan besar pada istrinya.


🖤🖤🖤


Beautiful Queen 🖤

__ADS_1




__ADS_2