ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Dukungan Kai


__ADS_3

Mata mereka berdua bertatapan intens. Kalingga merasa jika tidak hanya tangannya yang menghangat. Hati yang selama ini keras dan beku nampaknya mulai meleleh seiring berjalannya waktu. Seiring hadirnya Jojo di kehidupannya.


Jojo dan Kalingga berdiri di tepi balkon, menikmati pemandangan malam dari atas sini sambil menyaksikan para tamu yang mulai meninggalkan gerai.


Jojo menatap pada warna warni lampu kota yang menghiasi malam. Angin malam menyapu rambut gadis itu dengan lembut. Kalingga bahkan tidak bisa mengalihkan pandangannya, keindahan malam bahkan tidak bisa mengalahkan kecantikan gadis di sampingnya.


"Kau akan segera lulus. Bagaimana rencanamu selanjutnya?" tanya Kalingga.


"Jika kalian sudah tidak membutuhkanku, aku akan pulang ke kampung halaman. Membangun usaha dari ilmu yang aku dapatkan selama kuliah," jawab Jojo.


"Jadi, kau berencana meninggalkan kami?"


"Kak, kalian semua sudah dewasa. Satu persatu dari kalian akan segera menikah. Dan saat itu, kalian pasti tidak membutuhkanku lagi."


Kalingga tersenyum kecil, bagaimana bisa ia menikah sementara gadis yang ia harapkan bahkan tidak bisa memahami maksud perhatiannya.


"Kak, aku harap kau bisa menemukan wanita yang baik dan penyayang. Tidak hanya padamu, tapi juga pada ketiga adikmu. Mereka segalanya, Kak. Wanita yang kau pilih, harusnya juga bisa mengurus mereka," jelas Jojo. Tubuh gadis itu menghadap Kalingga, wajahnya sedikit mendongak agar bisa melihat laki-laki itu dengan jelas.


"Bagaimana jika wanita yang aku inginkan adalah wanita yang menginginkan adikku?" Pertanyaan Kalingga membuat Jojo cukup bingung dan harus berpikir keras agar bisa memahaminya. Gadis itu terdiam cukup lama.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Kalingga lagi.


"Apa kau akan mengalah?" Jojo balik bertanya.


"Haruskan aku mengalah?"


"Semua orang berhak memperjuangkan cintanya, Kak. Jika kau benar mencintainya, kalian tentu bisa bersaing secara sehat. Sebelum janur kuning melengkung, masih milik umum," jelas Jojo sambil tersenyum lebar.


Kalingga hanya tersenyum samar. Tidak bisakah gadis di depannya ini memahami kalimatnya? Memahami kode perasaannya?


Tangan laki-laki itu terulur menyentuh kepala Jojo. Menarik sedikit tubuh gadis itu agar mereka bisa lebih dekat.

__ADS_1


"Jangan seperti ini. Ayo pergi sebelum ada yang melihat," tolak Jojo secara halus. Ia sedikit menghindar saat Kalingga akan memeluknya.


Jojo berjalan lebih dulu meninggalkan Kalingga, gadis itu meremas tangannya yang dingin karena tiba-tiba merasa gugup. Laki-laki itu seakan menarik paksa hatinya agar semakin dekat. Padahal, Jojo berusaha untuk tidak terikat dengan siapapun.


"Siapa wanita yang dimaksud oleh Kakak? Apakah Kak Angelina?"


Jojo merasa penasaran. Sejauh yang ia tahu, banyak sekali wanita yang menginginkan Keenan, termasuk Angelina dan April. Jojo berpikir, jika Kalingga juga menginginkan salah satu di antara dua wanita tersebut.


Kalingga berdiri mematung menyaksikan kepergian Jojo yang meninggalkannya dengan sejuta rasa ingin tahu. Tanpa diduga, Kai menghampirinya.


"Kak," sapa Kai. Bocah laki-laki itu mendekat dan memergoki Kalingga sedang memandang gadis cantik yang baru saja melenggang pergi.


"Hei, sejak kapan kau di sana?" tanya Kalingga. Rupanya Kai sudah berdiri di balik sekat pintu balkon.


"Sejak kalian datang," jawab Kai dengan tertawa lirih. "Sepertinya aku menyadari sesuatu, Kak," lanjutnya.


"Apa yang kau tahu?"


Kalingga melengos, berpura-pura tidak mengerti tentang arah pembicaraan adik bungsunya.


"Kau menyukainya, Kak?" tanya Kai. Kalingga membalikkan tubuh membelakangi Kai. Ia tidak mau perasaannya diketahui orang lain.


"Jojo adalah wanita baik yang pernah aku kenal. Dia mengurus kita semua dengan baik, bahkan aku hampir lupa jika dia hanya maid. Aku kira dia bersikap layaknya seorang ibu bagiku."


"Kau berkorban banyak hal untuk kami selama ini. Untuk saat ini, kau juga harus memikirkan dirimu sendiri, Kak. Kami bertiga sudah besar, jangan selalu mengalah dan mengabaikan perasaanmu. Kalau kau mencintainya, kau juga harus memperjuangkannya," jelas Kai.


Kalingga berbalik, lalu memeluk adik bungsunya. Selama ini, Kai selalu bersikap ceroboh dan menyebalkan, tidak disangka, bocah itu bahkan lebih dewasa dari penampilannya.


"Terima kasih," lirih Kalingga.


"Jojo terlalu polos dalam urusan perasaan, Kak. Dia sepertimu, selalu mengabaikan perasaaannya dan mementingkan orang lain. Jojo memprioritaskan orang tua dan pendidikannya. Sepertinya kau harus berjuang lebih keras lagi," ucap Kai. Sebagai seorang adik, ia pasti menginginkan yang terbaik untuk saudaranya.

__ADS_1


Sejujurnya, Kai tidak peduli dengan siapa Jojo bersama. Kai hanya ingin gadis itu menjadi bagian dari keluarganya. Namun melihat bagaimana Kalingga selama ini menjadi pengganti sosok orang tua bagi dirinya serta kedua kakaknya yang lain. Kai jadi berpikir jika Kalingga lebih pantas mendapatkan gadis itu.


"Kenapa kau tidak mengatakan yang sejujurnya?" tanya Kai.


"Ini lebih rumit dari cinta remaja seusiamu, Kai. Sampai saat ini, tidak seorangpun yang tahu bagaimana perasaan Jojo, siapa yang ia cintai. Bagaimana jika aku mengatakannya saat ini dan membuat salah satu di antara kita tersakiti? Bagaimana jika Keenan atau bahkan Kylan juga memiliki perasaan yang sama?" jelas Kalingga. Kali ini Kai tidak bisa membantah, ia sendiri sedang kesulitan menganalisa perasaan pengasuhnya. Gadis itu sulit dimengerti.


Kalingga memang yakin bahwa cintanya nyata. Namun untuk secara terus terang mengungkapkannya, itu hal yang sulit. Kalingga perlu berpikir dua kali lipat agar tidak menyakiti siapapun, termasuk saudaranya.


Jika Kalingga terburu-buru mengatakannya, maka Kalingga takut saat ini Jojo belum memiliki perasaan apapun padanya. Justru perasaan seperti ini akan membuat hubungan dekat mereka akan terasa canggung dan Kalingga takut gadis itu menjauh.


Memutuskan untuk bersabar dan menarik pelan hati gadis itu dengan sejuta usaha adalah pilihan paling tepat bagi Kalingga. Seperti saran yang Jojo katakan, Kalingga akan memilih untuk bersaing secara sehat dengan siapapun yang berusaha memiliki gadis itu.


Setelah mengobrol cukup lama, Kalingga dan Kai turun ke lantai bawah. Rupanya gerai mulai sepi, hanya tertinggal beberapa orang yang masih mengantre di kasir untuk melakukan pembayaran.


Selang tiga puluh menit, tidak seorangpun yang berada di gerai kecuali Jojo dan keempat anak asuhnya. Mereka menutup gerai dengan pesta makan pizza bersama.


"Kau mau ini?" tanya Keenan pada Jojo.


"Apakah itu rasa tuna?"


"Ya. Sini, buka mulutmu," pinta Keenan. Jojo dengan senang hati membuka mulut dan membiarkan laki-laki itu menyuapinya.


"Mana minumku?" tanya Kylan.


"Tunggu di sini, aku akan mengambil air mineral untukmu," ujar Jojo sambil berlalu menuju dispenser.


Kai memperhatikan bagaimana Kalingga menatap gadis yang tengah sibuk itu. Kai yakin, jika Kalingga juga merasakan kecemburuan saat Jojo mendapatkan perhatian dari Keenan dan Kylan.


"Ah, ini hal yang rumit!" batin Kai.


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2