
Hari persalinan semakin dekat, Kalingga memutuskan untuk cuti dari semua pekerjaannya lebih awal yaitu satu minggu sebelum hari perkiraan lahir bayinya.
Semakin hari, Kalingga semakin tidak sabar menanti calon buah hatinya. Begitu pula Keenan, Kylan dan Kai. Mereka bahkan sudah berebut mempersiapkan nama untuk calon keponakannya nanti.
Pagi hari saat bangun tidur, Kalingga kehilangan istrinya. Laki-laki itu kebingungan saat tidak menemukan Jojo di kamar dan dapur. Jojo mmang biasa bangun pagi, namun tidak menghilang begitu saja seperti ini.
"Kak, kau mencari Jojo?" tanya Kylan yang melihat Kalingga mondar mandir naik turun anak tangga.
"Ya, apa kau melihatnya?" tanya Kalingga.
"Dia ada di depan rumah," jawab Kylan. Kehilangan Jojo beberapa menit saja Kalingga sepanik itu. Kylan hanya menggeleng samar.
Setelah menemukan Jojo di halaman depan, Kalingga merasa lega. Rupanya istrinya sedang asik berjalan-jalan dengan bertelan*jang kaki di atas rerumputan taman depan rumah mereka. Laki-laki itu segera menghampiri Jojo dan memeluknya dari belakang.
"Aku mencarimu," bisik Kalingga.
"Kau tidur sangat nyenyak, aku tidak tega mengganggumu," ucap Jojo. Ia tersenyum dan berbalik. Wanita dengan berat badan enam puluh lima kilogram itu nampak sangat seksi dengan pipi mengembang dan perut besar. Meski seorang model, Jojo tidak membatasi asupan makanannya selama kehamilan. Ia tidak peduli sebesar apa tubuhnya asalkan ia bisa makan cukup dan bayi dalam kandungannya tubuh sehat.
"Sayang, paling tidak, pakailah bajumu!" seru Jojo sambil mencubit pu*ting Kalingga yang kecil dan menggemaskan.
"Aku tidak sempat, aku khawatir karena kau tidak ada di kamar," gumam Kalingga. Laki-laki itu bahkan tidak sadar jika ia keluar tanpa memakai baju, dan hanya celana pendek ketat yang menempel di bagian bawah tubuhnya.
Jojo memeluk suaminya lalu mencium pipi kiri dan kanan Kalingga. Wanita itu menggandeng suaminya masuk ke dalam rumah sebelum penghuni rumah yang lain bersorak dan menggoda mereka karena Kalingga melupakan bajunya.
"Ayo kembali ke kamar, pakai bajumu, Sayang!" seru Jojo.
__ADS_1
"Memangnya kenapa?"
"Kau tidak akan suka jika adik-adikmu nanti melihatmu seperti ini. Mereka akan bertanya 'Wah, apa semalam kau mengukir jalan lahir, Kak?" ujar Jojo sambil menirukan gaya Kai.
Kalingga hanya bisa menghela napas panjang. Itulah yang selalu ia alami setiap kali keluar dari kamar dalam keadaan rambut yang basah. Bukan karena ia ingin memamerkan malam indahnya, namun karena laki-laki itu benci hairdryer karena membuat rambutnya terasa kaku dan tidak sehat.
Kalingga dan Jojo masuk ke dalam kamar, mereka berdua menikmati pagi dengan kembali berpelukan di bawah selimut.
"Apakah sudah muncul tanda-tanda?" tanya Kalingga.
"Hanya kontraksi palsu, sepertinya hari perkiraan akan lewat," jawab Jojo. Sudah beberapa hari terakhir ia hanya mengalami kontraksi palsu, sementara kondisi air ketubannya masih jernih dan cukup banyak saat pemeriksaan terakhir.
"Tidak apa-apa, asalkan kau dan anak kita sehat." Kalingga memeluk Jojo.
Selang beberapa menit, terdengar suara ketukan pintu yang sangat mengganggu, juga suara teriakan Kai yang menyuruh mereka segera turun untuk sarapan pagi.
"Sayang, hentikan! Kau membuatku merinding!" keluh Kalingga. Ia menutupi dadanya dengan kedua tangan.
Jojo tertawa melihat ekspresi laki-laki itu. Karena wajah Kalingga yang semakin lucu saat digoda, Jojo semakin ketagihan menjahili suaminya.
Karena kesal, Kalingga akhirnya memakai pakaiannya dan segera turun. Mereka harus sampai di meja makan dengan cepat sebelum ketiga saudaranya mulai protes dan memberi ceramah tentang kedisiplinan.
Di meja makan, lima penghuni rumah sudah berkumpul. Kai nampak sudah rapi dengan kaos polos dan celana jeans. Keenan dengan setelah formalnya, sementara Kylan masih memakai celana kolor dan kaosnya yang kusut.
__ADS_1
"Kau tidak pergi bekerja hari ini?" tanya Kalingga pada Kylan.
"Aku ada janji dengan Sunny. Kami akan pergi ke pantai hari ini," jawab Kylan.
"Ke pantai? Apa aku boleh ikut?" tanya Jojo bersemangat.
"Tidak, Sayang. Kau tetap di rumah. Ini sudah mendekati hari persalinan," cegah Kalingga. Ia tidak mau terjadi sesuatu yang buruk menimpa istrinya.
"Ah, Sayang." Jojo nampak cemberut, ia sedikit kecewa.
Sejak kehamilannya, Jojo tidak pernah pergi jauh dari rumah kecuali saat liburan ke pantai kelapa bersama Kalingga. Apa lagi sejak ia cuti dari semua pekerjaannya, Jojo semakin merasa kesepian karena sering ditinggal bekerja hingga larut malam oleh Kalingga.
Sebagai seorang suami, Kalingga paham jika Jojo merasa bosan. Namun karena semakin hari perut wanita itu semakin membesar, Kalingga tidak bisa mengizinkannya pergi jauh atau beraktivitas secara berlebihan.
"Kau mau es krim?" tanya Kalingga. Meski tidak akan lebih asik dari pergi ke pantai, namun laki-laki itu berharap Jojo punya pilihan lain untuk bersenang-senang.
"Kak, aku mau!" sela Kai.
"Kakak tidak bertanya padamu." Keenan melirik adik bungsunya.
"Aku akan membeli banyak es krim untukmu siang nanti. Tapi kau harus tetap di rumah, kita akan menonton film kesukaanmu," bujuk Kalingga. Pada akhirnya Jojo luluh dan kembali tersenyum.
🖤🖤🖤
Siang hari saat suasana rumah sedang sepi dan hanya tertinggal Jojo dan Kalingga, seorang petugas pesan antar makanan datang. Jojo dan Kalingga menyambutnya dengan senang hati. Kalingga tidak hanya membeli berbagai macam es krim untuk istrinya, namun ia juga memborong banyak sekali kue kering dari outlet milik Angelina sebagai persediaan saat Jojo sedang bosan.
__ADS_1
🖤🖤🖤