
Kalingga menyerahkan sesuatu yang ia bawa. Ia meletakkan sebuah tas belanjaan di atas meja rias.
"Apa ini, Kak?" tanya Jojo. Ia mengintip isi tasnya.
"Hadiah untukmu," jawab Kalingga. Ia mengusap rambut Jojo dengan lembut. Kalingga tahu, hatinya sedang tidak baik-baik jika sedekat ini dengan Jojo. Sayangnya, hanya dirinya yang merasakan hal itu.
"Hadiah? Aku sedang tidak berulang tahun, Kak. Tapi tidak apa, terima kasih." Jojo tersenyum senang. Ia membiarkan Kalingga meletakkan tangannya di atas kepala Jojo. Gadis itu menikmati sentuhan lembut dari orang yang sudah ia anggap sebagai keluarga.
"Maaf sudah membuatmu kesal tadi pagi," ujar Kalingga. Selain ini adalah hadiah dan ucapan terima kasih atas kesediaan Jojo menjadi modelnya. Kalingga juga merasa ia harus meminta maaf atas kesalahpahaman mereka perihal celana boxer.
"Jangan diambil hati, Kak. Kau tahu, aku memang sering memarahi seluruh penghuni rumah, tapi itu karena aku peduli pada kalian," ujar Jojo.
Sudah biasa baginya mengomel setiap pagi, gadis itu sudah terbiasa dengan berbagai drama yang terjadi di rumah besar milik Kalingga. Tidak ada satupun dari anak asuhnya yang tidak membuat masalah dan membiarkan pagi mereka terasa tenang.
Setelah mengobrol, Kalingga merasa lega. Ia berpikir jika Jojo akan marah cukup lama padanya. Beruntung, gadis itu mudah sekali diluluhkan hatinya.
Jojo melanjutkan berganti pakaian dan melakukan sesi foto. Ia menikmati hari ini setelah cukup lama berusaha untuk menyingkirkan rasa gugupnya.
Saat jam makan siang, tim studio Kylan membeli makanan untuk semua orang. Ini adalah hari yang melelahkan bagi Jojo, ia sudah berganti pakaian lebih dari sepuluh kali dan berkali-kali memoles make up. Namun gadis itu tidak keberatan, ia merasa senang.
Setelah makan, Jojo terlihat mondar mandir di ruang ganti. Ia sibuk dengan ponselnya dan terlihat berusaha menghubungi seseorang.
"Ada apa?" tanya Keenan khawatir.
"Berusaha menelepon Kai," jawab Jojo.
"Dia pasti sedang bersama teman-temannya. Memangnya kenapa kau meneleponnya?"
"Ah, aku hanya perlu memastikan jika dia baik-baik saja dan tidak membuat masalah."
__ADS_1
"Jojo, dia remaja delapan belas tahun. Biarkan dia dengan teman-temannya," ujar Keenan. Jojo menarik napas panjang, inilah kelemahan anak-anak asuhnya. Kai terlalu mendapatkan kepercayaan dari ketiga kakaknya. Keenan terlalu memanjakannya, terlalu lembut pada bocah itu.
Jojo tidak menanggapi perkataan Keenan, ia tidak ingin dianggap melawan majikan. Namun gadis itu, mengirim sederet pesan mengancam pada Kai agar anak bungsunya tidak melakukan apapun yang akan menyulitkannya.
Sesi foto nyatanya tidak berakhir cepat, Jojo masih harus memakai beberapa gaun dan dress lagi.
"Bagaimana jika kita lanjut besok?" tanya Kalingga. Ia merasa jika terlalu memaksakan Jojo untuk bekerja keras.
"Tinggal beberapa lagi, Kak. Tidak apa," ucap Jojo.
Setiap sesi istirahat, Jojo ditemani Kalingga duduk dan mengobrol. Namun kali ini, Jojo menemui Kylan dan menanyakan hasil yang sudah ia lakukan selama beberapa jam terakhir.
"Bagus, kau berbakat jadi model profesional," jawab Kylan memuji.
"Wah, benarkah. Aku rasa itu bakat terpendam dalam diriku." Sambil tertawa, Jojo membanggakan diri.
"Percaya diri sekali," lirik Kylan. "Apa kau juga mau coba untuk jadi model yang lebih pro?" tanyanya.
"Perusahaan Kakak tidak hanya memiliki produk gaun dan dress seperti yang kau pakai saat ini. Ada berbagai macam dan model baju renang, lingerie bahkan G-string. Aku rasa kau cocok untuk itu," jelas Kylan. Laki-laki itu menahan tawa saat melihat ekspresi wajah Jojo yang mendadak merah padam.
"Jangan dengarkan si breng*sek ini, Jo," sela Keenan yang tidak sengaja mendengar penjelasan Kylan.
"Hei, kasar sekali kata-katamu, Kak. Begini-begini, aku breng*sek berkelas. Jangan meremehkanku!" seru Kylan. Laki-laki itu hanya sedang menggoda pengasuh mereka yang polos dan lugu. Kylan jelas pernah mendengar ungkapan Jojo tentang cita-citanya menjadi model, dan kini hal itu mulai terwujud perlahan.
Jojo meninggalkan Kylan dan Keenan yang sedang bertukar tawa, pikiran mereka sepertinya sama-sama sudah terkontaminasi dan Jojo tidak ingin terpengaruh. Gadis itu kembali ke ruang ganti dan melanjutkan pekerjaannya agar mereka semua bisa pulang sebelum malam.
Pada sesi pemotretan terakhir, Jojo memakai sebuah gaun pesta tanpa lengan dengan model rok balon. Rambut gadis itu di kuncir kuda dengan riasan wajah natural yang menampilkan kesan cantik dan muda. Saat Jojo mulai berpose dan baru beberapa gambar yang dihasilkan, tiba-tiba resleting punggung gaunnya lepas dan turun.
Gadis itu merasa tidak nyaman, dan orang terdekat di sampingnya hanya Kalingga. Karena tim penata rias dan gaun mulai berkemas untuk mengakhiri pekerjaan mereka, Jojo tidak punya pilihan lain selain meminta Kalingga membantunya.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Kylan saat Jojo melambaikan tangan dan meminta Kylan berhenti mengambil gambar.
"Sebentar, resleting gaunku turun," ujar Jojo. Ia mendekati Kalingga dan memunggungi laki-laki itu.
"Kak, bisakah kau membantuku?" tanya Jojo.
"Ah, baiklah."
Dengan tangan gemetar dan berkeringat dingin, Kalingga menyentuh gaun belakang Jojo. Mata laki-laki itu berusaha fokus dengan apa yang harus ia lakukan, namun nyatanya ia menikmati pemandangan yang sangat langka lebih dekat.
Kalingga merasakan jantungnya hampir berdetak sepuluh kali lipat lebih kencang saat kulitnya tidak sengaja bersentuhan dengan punggung polos tanpa kain di hadapannya. Kalingga menelan ludah pelan melihat tubuh Jojo dari dekat, ia mulai memperhatikan Jojo dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan penuh keinginan.
"Bagaimana bisa kau bersikap biasa saja seperti ini, Jo? Apa kau tidak merasakan apapun?" batin Kalingga.
Laki-laki itu heran, Jojo bahkan tidak merasa canggung padanya, sementara dirinya bahkan tidak bisa mengontrol suara jantungnya yang terdengar keras karena kedekatan mereka. Setelah selesai membantu Jojo, Kalingga menggosokkan kedua tangannya dan mengusap wajahnya kasar. Ia berusaha mengusir bayangan Jojo dari kepalanya.
"Hei, Jojo!" Kai berteriak dari belakang Kylan. Semua orang terkejut karena suara bocah laki-laki itu tiba-tiba terdengar nyaring.
"Kau membuatku terkejut, apa ibumu yang menyuruhmu ke sini?" tanya Kylan meledek.
"Ibuku? Maksudmu Jojo?" tanya balik Kai.
"Hahaha, siapa lagi kalau bukan dia. Kalian seperti pasangan ibu dan anak yang cocok," ledek Kylan.
"Aku setuju karena tumben sekali kalian terlihat akur," sela Keenan.
Kai memperhatikan Jojo dari ujung rambut hingga ujung kaki. Ia memamerkan kemampuannya dalam melihat bakat terpendam Jojo pada kakak-kakaknya. Jika bukan karena ide darinya, tidak akan ada yang tahu jika Jojo bisa menjelma menjadi model dadakan sekeren itu.
"Dia keren, kan? Sudah kubilang, aku ini jenius!" seru Kai.
__ADS_1
Kylan dan Keenan hanya mencebik mendengar kesombongan adik bungsunya. Memang tidak bisa dipungkiri, jika penampilan dan kerja keras Jojo hari ini memang sangat memuaskan.
🖤🖤🖤