ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Membuka Rahasia


__ADS_3

Dari tempat duduknya, Jojo memperhatikan Kalingga. Ia tahu laki-laki itu sangat sedih atas kondisi Merlinda. Kini ia dan ketiga adiknya masih diberi kesempatan untuk membahagiakan Merlinda di akhir sisa hidupnya, juga untuk menebus setiap kesalahan dan sikap buruk mereka di masa lalu.


"Kakak Ipar," ucap Kai sambil bermain ponsel.


"Hmm." Jojo menolah.


"Bagaimana semalam? Apa kalian sudah ...."


"Hei, kau ini masih kecil. Kenapa pikiranmu jauh sekali." Jojo mencubit lengan Kai dengan keras. Di saat-saat seperti ini, kenapa bocah itu malah berpikiran yang bukan-bukan.


"Aww, aku kan hanya bertanya," keluh Kai sambil cemberut.


"Apa kau sudah meminta maaf pada mamamu?" tanya Jojo.


"Meminta maaf?" ulang Kai.


"Hmm, katakan padanya semua kesalahanmu. Kau harus mengakui jika selama ini kau salah, kau nakal. Katakan jika sebenarnya kau tidak membencinya," jelas Jojo.


"Haruskah aku melakukannya?" tanya Kai. Di umurnya yang sudah menginjak sembilan belas tahun, bocah itu benar-benar tidak bisa menempatkan posisi dirinya.


"Tentu, kau harus melakukannya. Jangan lakukan karena aku menyuruhmu, lakukan karena kau memang harus melakukannya. Lakukan dengan tulus, ungkapkan semua perasaanmu."


Kai termenung dan diam cukup lama, ia sedang berpikir dan mencoba mencerna apa yang baru saja ia dengar dari kakak iparnya.


Sebagai anak remaja yang baru menginjak usia sembilan belas tahun, keegoisan bocah itu masih menjadi hal yang mendominasi dirinya.


"Aku tidak memaksa, lakukan sesuai apa yang hatimu ingin lakukan," ucap Jojo lembut sambil mengusap lengan Kai. Wanita itu lalu beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri Kalingga yang masih setia berada di samping Merlinda.


Sejak lebih dari satu jam yang lalu, Kalingga bahkan tidak sekalipun bangkit dari tempat duduknya. Jojo berdiri di samping laki-laki itu dan mengusap punggungnya. Jojo tahu, situasi ini pasti sangat berat bagi Kalingga. Ia sudah ditinggalkan cukup lama dan membenci Merlinda hingga beberapa tahun terakhir.

__ADS_1


Laki-laki itu menginginkan sebuah kebahagiaan yang utuh. Kehadiran orang tua, kerukunan adik-adiknya, juga kini kehadiran Jojo sebagai istri untuknya. Namun nyatanya, semua tidak terjadi seperti kehendak hatinya.


"Sayang, biarkan Mama beristirahat," ucap Jojo. Pasti Kalingga terus mengajak Merlinda mengobrol dan melewatkan jam istirahat wanita itu.


Kalingga mngangguk dan beranjak dari tempatnya duduk. Ia berjalan ke arah Kai dan duduk di samping adik sulungnya.


Beberapa jam berlalu, mereka bertiga tidak banyak mengobrol, begitu pula Kai yang biasanya selalu banyak bicara dan selalu ada saja yang ia bahas.


Siang ini, kedua orang tua Jojo datang berkunjung ke rumah sakit. Mereka ingin melihat keadaan Merlinda dan berpamitan. Karena keduanya sudah harus kembali ke kampung halaman untuk mengelola toko mereka.


Jojo dan Kalingga meminta maaf karena membatalkan semua rencana pesta pernikahan mereka di desa. Mereka juga tidak bisa mengantar kedua orang tua Jojo ke bandara. Kedua orang tua Jojo tidak keberatan. Mereka berusaha memahami keadaan anak dan menantunya.


🖤🖤🖤


Beberapa hari berlalu, keadaan Merlinda tidak menunjukkan tanda-tanda membaik. Meskipun segala cara sudah dilakukan, Merlinda tak akan bisa bertahan lama.


"Kami sudah pernah mencobanya," jawab Johnathan. "Mamamu sudah pernah menjalani pengobatan di luar negeri selama dua bulan penuh. Dan itu tidak berjalan baik," lanjutnya.


"Katakan pada kami, Dok. Adakah yang bisa kami lakukan?" tanya Kalingga pada dokter yang duduk bersebrangan meja dengannya.


Dokter laki-laki ahli penyakit dalam itu menggeleng lemah. Ia sudah menangani penyakit Merlinda lebih dari dua tahun, dan sepertinya mereka harus menyerah dengan semua keadaan.


"Jika kalian bersikeras memintanya hidup dengan segala obat dan alat bantu hidup, kalian sama saja memintanya untuk terus merasakan sakit. Nyonya Merlinda sudah bertahan lebih dari dua tahun, dia akan terus merasakan sakit setiap hari, setiap jam, dan setiap menit."


Kalingga diam dan menunduk. Ia tidak bisa mengatakan apapun lagi. Ia hanya ingin punya banyak waktu lagi untuk hidup bersama Merlinda dan menebus semua kesalahannya.


Setelah mendapatkan banyak penjelasan dari dokter, Kalingga dan Johnathan duduk di ruang keluarga yang terletak di samping ruang rawat Merlinda. Mereka harus berbicara untuk membuat keputusan terbaik.


Sementara di tempat Merlinda berbaring, Jojo duduk di samping wanita itu. Jojo terus menggenggam tangan Merlinda dengan bibir tidak henti-hentinya mengucapkan segala doa untuk kesembuhan ibu mertuanya.

__ADS_1


"Kau harus bertahan lebih lama lagi. Mereka menginginkan kehadiranmu kembali," bisik Jojo di samping telinga kanan Merlinda.


Mendengar suara menantunya, Merlinda membuka mata. Samar-samar, Merlinda bersuara dari balik alat pernapasan yang dipasang menutupi mulutnya. Jojo mendekatkan wajahnya, berusaha mencari tahu apa yang wanita itu katakan.


"Ja ... ga ... me ... re ... ka," ucap Merlinda dengan bisikan lirih dan terbata-bata. Hal itu membuat air mata Jojo luruh seketika.


"Aku akan menjaga mereka dengan baik. Aku berjanji," jawab Jojo sambil berbisik di telinga Merlinda.


Wanita paruh baya yang terbaring lemah di atas ranjang itu menitikan air mata. Kini ia sudah merasa bahagia, di samping rasa sakit ditubuhnya yang semakin hari semakin menyakitkan, ia tetap senang karena bisa berkumpul dengan keempat anaknya.


Di ruangan lain, Kalingga menjelaskan pada adik-adiknya jika Mama mereka sulit untuk disembuhkan. Bahkan jika mereka bersikeras untuk terus melakukan pengobatan, itu akan membuat Merlinda merasakan sakit lebih lama lagi.


"Jadi, Kakak meminta kami untuk ikhlas?" tanya Kylan. Kalingga mengangguk lemah. Ia tahu ini pilihan yang sulit, namun ia tidak ingin bersikap egois.


"Mama kalian sudah berjuang selama beberapa tahun. Dia tidak pernah tidur dengan nyenyak, dia mengkonsumsi obat setiap hari, merasakan sakit setiap hari. Dan dia juga menjalani cuci darah secara rutin tiap satu minggu sekali. Saya rasa, itu sudah cukup baginya," sela Johnathan.


"Sudah selama itu?" tanya Keenan dengan lirih. Bahkan mereka semua tidak ada yang mengetahui hal itu.


"Pikirkan baik-baik. Untuk saya pribadi, saya ikhlas. Sudah cukup rasa sakit yang dia cerita selama ini." Johnathan bangkit dan meninggalkan mereka berempat.


Saat Johnathan menggantikan Jojo untuk duduk di samping Merlinda, Jojo segera mendatangi empat laki-laki yang duduk di ruangan lain.


Melihat Kalingga berdiri dengan tubuh bersandar pada dinding, Jojo mendekati laki-laki itu dan memeluknya. Meski belum mengetahui tentang informasi apa yang mereka dapatkan dari dokter, Jojo tahu bahwa hal itu adalah informasi buruk.


"Aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian. Tapi berjanjilah untuk bersikap bijak dan dewasa. Ini tentang sesuatu yang mungkin tidak kalian tahu," ucap Jojo pelan. Keempat laki-laki itu mengarahkan pandangan pada Jojo.


"Sebenarnya, kalian bukan anak kandung Mama kalian," lanjutnya.


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2