
Di dalam kamar mandi, Jojo melepas gaunnya. Ia mengguyur seluruh tubuh lelahnya di bawah shower air hangat.
Gadis itu berdiri tegak dan tenang di bawah pancuran air. Ia memikirkan tentang kondisi Merlinda, juga tentang empat laki-laki penghuni rumah ini.
Jojo ingin sekali mengatakan semua hal tentang apa yang Merlinda rahasiakan. Namun ia merasa ragu, karena sampai saat ini, Merlinda seperti melindungi anak-anaknya agar tidak membenci Abraham.
Merlinda merelakan dirinya dibenci oleh empat anak laki-lakinya agar mereka tetap menghormati Abraham dan menganggap semua ini hanya kesalahan ibu merek.
Sangat bisa dipahami, jika Merlinda sangat mencintai anak-anaknya meski dengan cara yang berbeda. Wanita tangguh itu merahasiakan sesuatu yang paling besar dan menyakitkan dalam hidupnya. Seumur hidup, Merlinda hanya ingin dianggap satu-satunya ibu bagi keempat anak laki-lakinya. Ia tidak ingin mereka semua tahu tentang kebenaran itu sebelum ia pergi. Karena ia hanya ingin menjadi satu-satunya bagi keempat anaknya.
Meskipun ini adalah hari bahagianya, Jojo tidak bisa mengabaikan kondisi keluarga ini. Mereka terlihat kuat di luar, namun dalam hati mereka menyimpan sebuah rasa sakit yang besar.
Mengingat kondisi Merlinda saat ini, Jojo merasa sangat sedih dan terpukul. Namun ia tidak ingin menampakkan kesedihannya di depan keluarga barunya. Mereka tidak membutuhkan teman untuk menangis, tapi mereka butuh dukungan dan dorongan untuk menjadi lebih baik.
Setelah selesai membersihkan diri, Jojo mengingat sesuatu yang benar-benar ia lupakan. Karena sempat melihat sesuatu yang membuatnya hampir jatuh pingsan, ia jadi melupakan hal penting saat berada masuk ke dalam kamar mandi, yaitu membawa handuk.
"Ah, bodohnya aku!" batin Jojo kesal. Ia merasa sedang memancing singa keluar dari kandangnya.
Wanita itu membuka pintu kamar mandi perlahan, ia mengeluarkan sedikit kepalanya sambil mengamati keadaan sekitar.
Meski jika Kalingga tidak ada di dalam kamar, tentu ia tidak mungkin keluar tanpa memakai apapun.
"Dor!!!" Kalingga berteriak sambil melompat tepat di depan pintu. Rupanya laki-laki itu sedari tadi sudah menunggu di balik pintu kamar mandi.
"Ah, Sayang!" Jojo berteriak balik. Jantungnya hampir lepas karena terkejut.
"Kenapa belum keluar, Sayang?" tanya Kalingga. Ia sudah memakai celana pendek dengan kaos oblong berwarna putih.
"Aku, lupa sesuatu," ucap Jojo lirih.
"Kau melupakan ini?" tanya Kalingga. Ia menenteng handuk di depan wajah Jojo. Wanita itu berusaha cepat merebut handuk di tangan Kalingga, namun ia kalah cepat.
"Sayang, bawa kemari handuk itu!" pinta Jojo.
"Aku tidak mau!"
__ADS_1
"Ah, Sayang. Please! Aku kedinginan," keluh Jojo.
"Kebetulan, tubuhku hangat. Aku bisa menghangatkanmu dengan baik" Kalingga tertawa kecil.
"Mesum!" gumam Jojo.
Detik demi detik berlalu, tubuh Jojo kering di dalam kamar mandi tanpa menggunakan handuk karena Kalingga terus menggodanya.
"Sayang! Ayo keluar," rayu Kalingga. Laki-laki itu mendorong pintu kamar mandi pelan-pelan, memastikan jika Jojo tidak ada di belakangnya.
"Aku akan tutup mata, kemarilah," ucap Kalingga sambil berpura-pura memejamkan mata. Sementara Jojo bersembunyi di balik tirai bening dekat toilet.
Jojo menutupi bagian penting tubuhnya dengan tangan, ia lalu berjalan mendekati Kalingga.
Dengan sebelah mata terbuka, Kalingga merangkul tubuh Jojo menggunakan handuk. Mereka merasa menjadi pasangan yang lucu, memang sudah seharusnya mereka bisa melihat segalanya dengan jelas satu sama lain, namun nampaknya mereka masih butuh keberanian dan kepercayaan diri tinggi untuk bersikap terang-terangan.
"Ah, aku melihatnya," gumam Kalingga sambil tersenyum nakal.
Jojo hanya melirik mendengar hal itu. Ia jelas sadar jika Kalingga hanya mengerjainya. Sudah jelas, laki-laki itu tidak akan melewatkan sebuah kesempatan berharga.
"Di mana pakaianku, Sayang?" tanya Jojo. Ia berjalan masuk ke ruang ganti sambil diikuti oleh Kalingga di belakangnya.
"Aku akan menunjukkannya," jawab Kalingga.
Jojo melotot melihat seluruh isi ruang ganti kini di desain lebih menggemaskan. Ada lemari besar berwarna merah muda dengan aksen biru dan ornamen bunga yang lucu. Kini Kalingga bahkan menyesuaikan seleranya dengan selera istrinya.
Luas kamar Kalingga ini bahkan tiga kali lebih luas dari kamar Jojo sebelumnya. Dan Jojo serasa sangat senang atas usaha Kalingga untuk menyenangkan hatinya.
"Ini lemari milikmu, Sayang." Kalingga membuka lemari geser berukuran sangat besar.
Kaos, celana, setelan, hingga gaun pesta dan gaun malam tergantung rapi di dalam lemari. Hal itu semakin membuat Jojo takjub.
"Apa kau menyiapkan semua ini sendiri?" tanya Jojo.
"Tentu saja, sudah ku bilang. Aku melakukan segalanya agar tidak bosan saat kau tidak di sampingku."
__ADS_1
"Tapi ini ...." Jojo tidak melanjutkan kalimatnya saat Kalingga tiba-tiba mengecup bibirnya tanpa aba-aba. Kalingga paham, Jojo akan mulai protes karena ini merupakan sebuah pemborosan, tidak hemat, dan menghambur-hamburkan uang. Dengan sigap laki-laki itu menghentikannya sebelum Jojo memulai ceramah.
Hanya beberapa detik, Kalingga melepaskan bibirnya.
"Jangan mengatakan apapun, Sayang. Ini semua aku lakukan untuk membahagiakanmu," ucap Kalingga.
Setiap saat setiap waktu, mungkin Jojo akan mendapatkan serangan tiba-tiba seperti ini. Dan wanita itu benar-benar merasa kesulitan mengendalikan dirinya. Setiap kali sentuhan tangan Kalingga menyentuh kulitnya, Jojo merasa seluruh aliran darah di dalam tubuhnya membeku.
"Terima kasih. Kau tahu aku sangat bahagia tanpa perlu mengatakannya" ujar Jojo. Ia memeluk Kalingga erat, bersyukur karena bisa mendapatkan laki-laki sebaik suaminya.
"Kebahagiaanku adalah dirimu. Bagaimanapun keadaanku, asal kau bahagia, aku pun akan bahagia," lirih Kalingga sambil mencium kening Jojo.
"Keluarlah, aku harus memakai baju," pinta Jojo sambil melepaskan pelukan.
"Sepertinya aku punya hobi baru," ucap Kalingga.
"Hobi baru? Apa?" Jojo mengernyitkan dahi.
"Melihatmu seperti ini," jawabnya. Jojo mencubit pinggang laki-laki itu gemas lalu mendorongnya keluar dari ruang ganti. Karena jika Kalingga terus seperti ini, ia tidak akan bisa melakukan apapun.
Karena mereka tidak punya rencana untuk pergi ke mana-mana, Jojo memutuskan untuk memakai pakaian santai berupa piyama panjang. Sebenarnya ia ingin sekali berkunjung ke rumah sakit, namun Kalingga menolaknya.
Saat keluar dari ruang ganti, Kalingga memanyunkan bibirnya.
"Ada apa?" tanya Jojo.
"Karena tidak ada orang di rumah selain kita, maukah kau memakai ini?" tanya Kalingga sambil memberikan sebuah kotak hadiah.
"Apa ini?" tanya Jojo. Ia menerima kotak dan membukanya. Wanita itu membaca surat yang terselip diantara beberapa tumpuk kain tipis.
Selamat menikmati malam pertama.
Penuh cinta, Angelina.
🖤🖤🖤
__ADS_1