ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Aura Mempesona Di Kampus


__ADS_3

Kalingga menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya perlahan. Jojo menikmati alunan musik yang diputar oleh Kalingga. Gadis itu menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri secara perlahan sambil bermain game di ponselnya.


"Kalau tugas kuliahmu sedang banyak, kau bisa mengatakannya padaku. Aku bisa memberimu libur selama beberapa hari atau meminta yang lain mengurus urusan mereka sendiri agar kau bisa fokus belajar," ucap Kalingga.


"Ah, tidak, Kak. Aku baik-baik saja."


Kalingga mengantarkan Jojo dan menghentikan mobilnya di depan gerbang kampus. Laki-laki itu senang bisa mengantar Jojo hari ini. Paling tidak, gadis itu tidak perlu repot-repot memesan ojek online.


"Hati-hati, belajar dengan rajin, ya!" seru Kalingga sesaat sebelum Jojo kembali menutup pintu mobilnya. Jojo tersenyum dan mengangguk, ia melambaikan tangan saat mobil Kalingga melaju pergi.


Dua kilometer dari kampus Jojo, Kalingga baru sadar jika ponsel gadis itu tertinggal di mobilnya. Jojo bahkan lupa memasukkan ponselnya ke dalam tas dan membiarkannya tergeletak di dashboard mobil.


Dengan kecepatan tinggi, Kalingga memutar balik kemudinya dan bergegas kembali ke kampus Jojo. Sebagai mahasiswi, gadis itu pasti menyimpan banyak berkas penting di dalam ponsel. Karena Kalingga tahu, Jojo tidak memiliki laptop.


Suasana halaman kampus sedang tidak terlalu ramai, Kalingga memarkirkan mobilnya di deretan mobil mahasiswa lainnya. Ia segera turun dari mobil dan mencari keberadaan Jojo.


Berjalan ke sana kemari dan melihat setiap orang yang lewat di sekitarnya, Kalingga bingung. Ia bahkan tidak mengenal satupun teman Jojo, lalu bagaimana caranya agar bisa mengembalikan ponsel gadis itu.


"Hei, ada yang kenal Jojo?" tanya Kalingga pada sekelompok mahasiswa yang duduk di depan sebuah ruangan laboratorium.


"Jojo siapa?" tanya salah satu dari mereka.


"Jovanka, mahasiswi jurusan farmasi semester tujuh," jelas Kalingga. Empat laki-laki yang bergerombol itu saling melempar pandang dan menggeleng, tidak satupun dari mereka mengenal Jojo.


"Ah, baik. Terima kasih."


Kalingga kembali berkeliling, ia juga bertanya pada beberapa mahasiswa yang melewatinya.


Setelah lelah berjalan mengitari kampus, Kalingga akhirnya menghampiri beberapa mahasiswi yang sedang asik duduk di bawah pohon sambil menikmati jajanan mereka.


"Hai, bisa minta tolong?" sapa Kalingga. Empat gadis yang awalnya sibuk mengobrol sambil menikmati makanan mereka masing-masing itu serentak menoleh ke sumber suara.


Laki-laki tampan dengan celana hitam rapi dan kemeja putih dengan lengan yang di lipat rapi itu membuat ke empat gadis bengong.


"Wah, ada pria tampan!" bisik salah satu gadis itu pada temannya.


"Minta tolong apa?" tanya gadis berambut hitam sebahu. Ia memasang wajah secantik mungkin di depan Kalingga.


"Adakah di antara kalian mengenal Jojo? Mahasiswi jurusan farmasi semester tujuh?" tanya Kalingga.

__ADS_1


Saat Kalingga menyebut nama Jojo, ke empat mahasiswi itu menaruh curiga dan mempertanyakan siapa laki-laki tampan di depan mereka ini? Dan apa hubungannya dengan Jojo?


"Ada apa mencari Jojo?" tanya mereka.


"Ada sedikit urusan. Bisa tolong antar aku ke kelasnya?" pinta Kalingga. Ia merasa malu, namun ia tidak punya pilihan lain.


Ke empat mahasiswi itu saling berbisik, mereka saling berebut mengantarkan Kalingga menemui Jojo.


"Ayo, aku akan mengantarmu." Salah satu dari mereka berdiri, gadis berambut hitam sepinggang dengan sedikit warna merah itu menawarkan diri.


"Ah, baik. Terima kasih." Kalingga mengangguk sopan.


Belum sempat mereka berjalan jauh, Leon nampak mendekati gadis di depan Kalingga dan menyapanya.


"Siapa dia?" tanya Leon.


"Entah, dia mencari Jojo. Apa dia ada di kelasnya?"


"Mencari Jojo? Biarkan aku yang mengantarnya," ucap Leon. Akhirnya Kalingga bersedia dan menerima tawaran Leon.


Sepertinya Leon tidak berniat untuk langsung mengantar Kalingga ke kelas Jojo. Laki-laki itu membawa Kalingga berjalan menuju arah berlawanan.


"Ponselnya tertinggal di mobilku. Aku berniat mengembalikannya," jawab Kalingga. Leon terkejut, ada hubungan apa Jojo dengan laki-laki di sampingnya?


"Apa kau ... pacarnya?" tanya Leon. Kalingga tidak menjawab, ia hanya tersenyum.


"Namaku Leon. Aku adalah mantan pacar Jojo," ungkap Leon tiba-tiba.


Kalingga terkejut, ia pernah mendengar nama Leon. Jojo pernah menceritakan tentang laki-laki itu pada Kalingga saat mereka berada di pesawat.


"Benarkah? Mantan pacar?" tanya Kalingga. "Setahuku, Jojo belum pernah punya pacar," lanjutnya.


Mendengar jawaban Kalingga, Leon nampak tidak suka. Ia menghembuskan napas kasar dan mengabaikan laki-laki di sampingnya.


"Asal kau tahu, Jojo itu sedang dekat dengan salah seorang artis terkenal. Dan aku akan menunggu sampai mereka putus," ucap Leon.


Kalingga mengingat adiknya, Keenan. Laki-laki itu tahu jika Keenan adalah orang yang dimaksud Leon.


"Kalau begitu, kau harus mengantre panjang," tegas Kalingga. Ia berlari saat melihat Jojo berjalan sendirian dari arah kantin dan meninggalkan Leon.

__ADS_1


"Sial!" pekik Leon. Ia merasa geram.


Jojo terkejut saat melihat Kalingga berlari ke arahnya. Laki-laki itu tersenyum dan melambaikan tangan.


"Kak, ada apa kau ke sini?" tanya Jojo.


"Ponselmu tertinggal," jawab Kalingga. Ia menyerahkan ponsel di sakunya pada Jojo.


"Ah, aku lupa." Jojo menepuk keningnya. Ia berterima kasih pada Kalingga karena laki-laki itu rela mencarinya di kampus demi mengembalikan ponselnya.


Kalingga senang karena bertemu Jojo lagi. Dari kejauhan, Leon mengepalkan tangan. Ia cukup kesal dengan kata-kata terakhir yang Kalingga ucapkan padanya.


"Kenapa membeli makanan? Kau tadi kan sudah sarapan," tanya Kalingga.


"Temanku sedang kurang sehat di kelas. Jadi aku membeli makanan untuknya, Kak."


"Di mana kelasmu?"


"Di sana." Jojo menunjuk ke arah kanan.


"Ayo, aku akan mengantarmu."


"Tidak, Kak. Ini sudah siang, bukankah kau seharusnya kembali ke kantor?" tanya Jojo.


"Tidak masalah, aku akan mengantarmu sekalian."


Jojo dan Kalingga berjalan sambil mengobrol. Kalingga menanyakan banyak hal tentang kampusnya, sementara Jojo sangat antusias menjelaskannya.


Setiap pasang mata yang berada di jalan mereka, memperhatikan keduanya dengan seksama. Jojo terlihat sangat akrab dan bercanda dengan laki-laki tampan, tentu membuat mahasiswi lain bertanya-tanya.


Sebagian besar dari mereka mengenal Jojo sebagai sosok gadis yang sulit bergaul dengan laki-laki. Bahkan selama ini, Jojo dikenal sebagai mahasiswi jomblo abadi.


Sementara para mahasiswi lain terpesona dengan ketampanan Kalingga, laki-laki itu memancarkan aura mempesona dan penuh wibawa. Jojo membuat iri seluruh gadis penghuni kampus.


"Kak, terima kasih. Maaf aku terus merepotkanmu," ucap Jojo saat ia sudah tiba di depan kelasnya.


"Aku tidak merasa direpotkan. Belajar yang rajin, jika aku senggang, aku akan menjemputmu nanti." Kalingga tersenyum sambil mengacak poni rambut gadis di depannya.


Kalingga pamit dan harus segera kembali ke kantor. Jojo melambaikan tangan dan tersenyum lebar saat laki-laki itu berjalan menjauhinya.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2