ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Kekesalan Kylan


__ADS_3

Kylan bahkan tidak membiarkan Jojo berpamitan, ia menyeret paksa lengan Jojo keluar dari kafe. Seluruh pengunjung mengalihkan pandangan pada mereka karena Kylan hampir membuat keributan.


Kebencian laki-laki itu semakin menggunung. Bagaimana bisa Merlinda tega mengatakan hal sekeji itu pada gadis yang sudah mengurus anak-anaknya selama berbulan-bulan?


Sepanjang lengannya diseret oleh Kylan menuju tempat parkir. Jojo hanya diam dan menuruti langkah kaki laki-laki itu meski merasa tidak enak hati karena meninggalkan Merlinda dengan tidak sopan.


"Apa yang kau pikirkan? Hah? Bukankah kami memintamu untuk tidak berhubungan lagi dengan orang itu?" tanya Kylan saat mereka sudah sampai di tempat parkir. Jojo berdiri di dekat mobil dengan perasaan tidak karuan.


"Orang itu adalah mamamu, Kylan. Tidak seharusnya kau bicara seperti itu padanya," jawab Jojo.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan saat mendengarmu direndahkan seperti tadi? Apa aku harus diam saja dan berpura-pura tuli?" Pertanyaan Kylan membuat Jojo kesulitan memberi jawaban. Apa yang laki-laki itu lakukan, adalah demi dirinya.


Gadis itu hanya bisa diam dan menghela napas, dadanya terasa nyeri dan sesak.


"Masuk!" perintah Kylan sambil membuka pintu.


Tanpa disuruh dua kali, Jojo masuk ke dalam mobil Kylan. Laki-laki itu bergegas menutup pintu, namun dari kejauhan, ia melihat Merlinda memperhatikan mereka.


Entah mengapa, Kylan memang tidak terlalu peduli pada Merlinda, ia pun tidak membenci wanita paruh baya itu sebesar kebencian saudaranya yang lain. Namun mendengar bagaimana Jojo direndahkan seperti itu, Kylan tidak bisa menahan kesabaran.


Sejauh ini, Jojo yang mengurus segala keperluan dirinya dan ketiga saudaranya. Gadis itu bekerja untuk mereka dengan tulus, melakukan apapun untuk memastikan mereka nyaman. Bahkan saat semua orang meminta Jojo tidak lagi berhubungan dengan Merlinda, gadis itu tetap melakukannya. Namun Kylan yakin, itu semua Jojo lakukan dengan sebuah alasan.


Meskipun Jojo kerap memarahinya setiap pagi, Kylan merasa Jojo tetap yang terbaik. Gadis itu tidak pernah mengeluh meski hampir setiap hari ia melakukan kesalahan yang sama.


Saat Kylan melihat Merlinda berjalan mendekat, laki-laki itu bergegas masuk ke dalam mobil dan melesat cepat meninggalkan kafe.


Sepanjang perjalanan, Kylan hanya bisa diam dan melirik Jojo. Wajah gadis itu ditekuk, ada beban yang tidak bisa ia sandarkan pada siapapun.


"Maaf jika aku kasar," ujar Kylan. Ia merasa bersalah saat melihat pergelangan tangan Jojo meninggalkan bekas merah karena cengkramannya yang kuat. Itu terjadi karena Jojo sempat ingin menolak ajakannya.


"Hmm."


Kylan menepikan mobilnya, ia menarik lengan Jojo dan memperhatikan bekas merah di pergelangan tangan gadis itu.


"Ini tidak sakit, tidak apa-apa," ujar Jojo sambil tersenyum. Ia menepuk punggung tangan Kylan.

__ADS_1


"Baiklah. Aku tidak bermaksud menyakitimu."


"Aku tahu."


"Tolong jangan menemui mama lagi. Kau pasti tidak ingin Kakak marah," ujar Kylan. Ia menyandarkan kepalanya di kursi sambil menatap Jojo.


"Dan tolong jangan katakan apapun pada Kakak. Mereka pasti marah jika kau menceritakan semuanya," pinta Jojo.


"Mereka berhak tahu, Jo. Apa yang mama lakukan, sangat tidak patut. Bagaimana bisa dia mengatakan hal seburuk itu padamu? Sangat tidak pantas disebut sebagai orang tua. Sudah bukan urusannya lagi dengan siapa anak-anaknya menjalin hubungan. Kau juga berhak memiliki hubungan dengan siapapun, apa pedulinya!" seru Kylan.


"Kylan. Apa yang mamamu katakan itu benar. Tolong jangan terlalu memikirkannya, aku baik-baik saja."


"Berhenti membelanya!"


Kylan memperhatikan gadis di sampingnya. Bagaimana bisa ada orang yang tidak terdengar memiliki dendam sedikitpun setelah direndahkan sedemikian rupa? Terbuat dari apa hati gadis itu?


"Kau harus berjanji, jangan katakan apapun pada orang-orang di rumah. Ingat siapa yang melahirkan kalian, jangan terlalu larut dalam kebencian. Tidakkah kau ingin kalian bisa kembali bersama dengan mama kalian?" tanya Jojo.


"Itu tidak ada dalam daftar keinginanku."


"Dengarkan aku, Jojo. Jangan dengarkan apa yang mama katakan, jika kau menyukai kak Keenan, lakukan apa yang ingin kau lakukan. Orang lain tidak tidak berhak mengaturmu!"


Jojo tersenyum sambil menggelengkan kepala pelan. Kenapa semua orang ini jadi punya pikiran seperti itu?


"Jangan bercanda. Tidak sedikitpun keinginan seperti itu muncul di dalam benakku. Perlu kau tahu, aku bukan orang yang mudah jatuh cinta, Kylan!" seru Jojo.


"Oke, kita lihat saja. Sejauh apa kau bertahan dari pesona saudara-saudaraku," ledek Kylan.


Suasana hati Jojo kembali membaik setelah mengobrol banyak bersama Kylan. Salah satu anak asuhnya ini, sejak awal memang tidak terlalu banyak bicara. Namun sekalinya bicara, Kylan juga sering membuat Jojo kesal.


Setelah Kylan kembali melihat senyum Jojo kembali mengembang, laki-laki itu melajukan mobilnya santai. Ia berhenti sebentar untuk membeli dua gelas es coklat sebagai permintaan maaf atas sikap kasarnya, lalu mereka kembali pulang.


Setelah sampai di rumah, nyatanya Kalingga sudah duduk di ruang tengah sambil bermain ponsel.


"Kalian berdua dari mana?" tanya Kalingga saat melihat Jojo dan adiknya masuk secara bersama.

__ADS_1


"Kami ...."


"Kebetulan aku lewat depan kampus Jojo, Kak. Jadi sekalian aku menjemputnya," sela Kylan sebelum Jojo mencari alasan.


Jojo mengangguk sambil tersenyum untuk membernarkan pernyataan Kylan.


"Dia membeli es coklat untukku," ucap Jojo sambil memperlihatkan es coklat dalam cup yang hanya tinggal sedikit.


Kalingga hanya bisa diam dan tidak ingin menanyakan lebih banyak hal. Mengapa kini ia merasa bahwa adik-adiknya berada satu langkah lebih maju di depannya?


Jojo masuk ke dalam kamarnya, sementara menemani Kalingga di ruang tengah.


"Bagaimana pekerjaanmu hari ini?" tanya Kalingga pada adiknya.


"Sepertinya minggu depan aku akan ke luar negeri, Kak. Aku dan teman-temanku ada proyek untuk memotret di acara Seoul Fashion Week."


"Itu bagus, sebuah peningkatan."


"Lalu, bagaimana dengan kondisi gerai hari ini? Ada kendala?"


"Sejauh ini tidak, jangan khawatir."


Mereka berdua duduk dan mengobrolkan banyak hal. Karena kini perusahaannya sudah memiliki gerai sendiri, Kalingga jadi tidak terlalu sibuk, ia bisa pulang cepat dan punya banyak waktu bersama adik-adiknya, karena kini Keenan dan Kylan juga ikut turun tangan untuk mengurus gerai tersebut.


Selama mengobrol, Kylan tidak menyinggung persoalan tentang Jojo dan Merlinda yang baru saja terjadi beberapa jam yang lalu. Ia cukup mengerti dan tidak ingin membuat Jojo marah padanya. Jika Kalingga dan Keenan tahu, Kylan bahkan tidak akan bisa membayangkan reaksi mereka.


🖤🖤🖤


Malam saat empat bersaudara sudah berkumpul di meja makan, Jojo menghidangkan nasi goreng andalannya. Karena minggu lalu ia tidak sempat belanja kebutuhan mingguan, Jojo harus lebih kreatif dan memanfaatkan apa yang ada di dalam lemari pendinginnya.


"Maaf, nasi goreng lagi," ujar Jojo sambil membagi nasi di piring anak-anaknya.


"Kita tidak punya lauk lain?" tanya Kai.


"Hei, kau tidak mengantarku ke pasar. Jangan cerewet!" seru Jojo. Gadis itu membuat Kai bungkam dan mengurungkan niatnya untukprotes.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2