
Seperti dugaan Jojo, Olivia terlihat fokus ingin memukul di bagian wajah. Dari hal itu, Jojo memanfaatkan kakinya untuk terus memberi serangan.
Karena kesal dan marah yang tidak terkontrol, Olivia berniat menyerang lebih dekat. Namun nyatanya Jojo lebih pandai menguasai situasi, gadis itu bergerak lincah menghindari pukulan Olivia, dengan gerakan cepat, Jojo menjegal kaki lawan dan membantingnya ke matras dengan keras.
Tanpa ampun, Jojo meletakkan lutut di atas tubuh Olivia untuk mencegah wanita itu bangkit. Sementara tangannya mencengkram leher Olivia.
"Aku sudah memperingatkanmu!" ucap Jojo sambil mengatur napas. Ia melihat wajah Olivia memerah dan wanita itu terus memukuli tangan Jojo agar melepaskan cengkraman di lehernya.
Melihat hal itu, Kai melotot dengan mulut menganga lebar. Ia tidak menyangka jika Jojo bisa melakukan hal seperti ini. Bahkan gadis itu terlihat lebih jago daripada Olivia.
Jojo lalu melepaskan cengkraman tangan di leher Olivia dan menarik tubuhnya. Gadis itu turun dari ring dan berjalan ke ruang ganti, sementara Kai mengekori di belakangnya.
Di atas ring, Olivia masih terbaring di atas matras, ia batuk-batuk dan meraba rahangnya yang memar. Wanita itu berteriak marah, tidak menyangka jika Jojo bahkan lebih hebat darinya.
Di depan ruang ganti, Kai begitu senang dan bersemangat. Ia menunggu Jojo dengan tidak sabar, ada lebih dari seribu pertanyaan di kepalanya yang akan ia tanyakan pada calon kakak iparnya.
Setelah selesai berganti pakaian, Jojo keluar dari ruangan dengan tampilan semula, ia nampak cantik dan anggun dengan dress selutut. Gadis itu mengambil ponsel Kai yang diambil oleh anak buah Olivia.
"Kakak ipar, kau keren sekali. Bagaimana bisa kau mengalahkan Olivia semudah itu. Kau juga nampak sangat jago bela diri," decak kagum Kai sambil berjalan ke arah tempat parkir.
Jojo membuka ponselnya, ia memperlihatkan foto semasa ia masih sekolah pada Kai. Foto saat gadis itu berseragam bela diri dengan sabuk hitam di pinggang dan piala kemenangan di tangan.
"Kau atlet bela diri?" tanya Kai dengan dua bola mata melotot lebar.
"Aku menyukai seni bela diri sejak sekolah dasar, dan aku menekuni hobi itu sampai lulus SMA. Aku berhenti sejak masuk kuliah," jelas Jojo.
"Waaaah, andai saja tadi ponselku tidak diambil, aku pasti akan merekammu!"
"Jangan memujiku, aku tidak punya uang," keluh Jojo.
__ADS_1
"Ah, Kakak ipar. Kenapa kau tidak pernah bisa melihat ketulusanku?"
Jojo mengabaikan ucapan Kai, ia sudah terbiasa dengan rayuan bocah itu. Kai segera menyalakan motornya dan membonceng Jojo di jok belakang.
Jika mereka sedang bersama seperti saat ini, semua orang akan menyangka jika Jojo dan Kai punya hubungan khusus. Keduanya tampak serasi meski usia Jojo lebih tua, namun gadis itu masih terlihat seperti remaja SMA.
"Kakak Ipar, gara-gara melihatmu tadi, kadar gula darah dalam tubuhku sepertinya turun. Aku gemetar dan butuh makan," ucap Kai sambil fokus mengemudikan sepeda motornya.
Jojo sangat paham dan tahu maksud perkataan bocah itu. Ia sendiri merasa sangat kesal dan lapar karena harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk meladeni Olivia.
"Ayo cari makan," ajak Jojo. Kai membelokkan sepeda motornya ke sebuah restoran ayam goreng. Mereka masuk dan memesan makanan.
"Bagaimana kau sampai di tempat itu?" tanya Kai.
Dengan detail, Jojo menjelaskan awal mula ia di jemput oleh salah seorang laki-laki yang mengaku sebagai orang suruhan Kalingga. Dan Jojo bahkan mempercayai orang itu begitu saja tanpa mengkonfirmasinya pada Kalingga.
"Kakak punya kami, dia tidak mungkin mempercayakanmu pada orang lain," ucap Kai.
"Untung saja kau baik-baik saja. Jika kau sampai terluka, mungkin ketiga kakakku tidak akan segan memenggal kepalaku," dengus Kai sambil meraba tengkuk lehernya. Ia tidak habis pikir, mengapa Olivia sampai punya pikiran sejauh itu untuk mencelakai Jojo.
"Ah, badanku terasa sakit," keluh Jojo. Ia memijat kedua pundaknya yang terasa nyeri.
Mereka berdua akhirnya makan dengan tenang. Tidak hanya Jojo, Kai pun bisa bernapas lega setelah melihat Jojo baik-baik saja. Jika tidak, ia adalah orang pertama yang akan disalahkan oleh Kalingga.
🖤🖤🖤
Jojo dan Kai sampai di rumah pukul tiga sore. Jojo sangat terkejut saat melihat Kalingga, Keenan, dan Kylan sudah berada di rumah. Padahal, seharusnya mereka masih sibuk bekerja.
"Sayang," ucap Kalingga. Ia buru-buru memeluk Jojo saat melihat gadis itu turun dari motor Kai.
__ADS_1
"Kak, kenapa sudah pulang? Dan kalian juga, kenapa sampai di rumah lebih awal?" tanya Jojo bingung. Ia lalu melirik Kai, tampak bocah itu berusaha menghindari tatapan Jojo.
"Apa kau terluka? Apa Olivia menyakitimu?" tanya Kalingga khawatir.
Saat Jojo dan Kai berada di restoran, Kai merekam percakapannya bersama Jojo. Dan bocah itu mengirimnya ke nomor ketiga kakaknya.
"Aku baik-baik saja, Kak."
"Kami mengkhawatirkanmu," ujar Keenan. Mereka bertiga berusaha sampai di rumah dengan cepat karena khawatir Kai atau Jojo terluka.
Kalingga merangkul Jojo dan mengajaknya masuk ke dalam rumah. Sekali lagi, Kalingga meminta Jojo menceritakan bagaimana Olivia berniat buruk padanya.
"Kalau kalian lihat bagaimana Jojo melawan Olivia, kalian tidak akan percaya," decak kagum Kai. Ia berdiri dan memperagakan gerakan Jojo saat menghindari pukulan dari Olivia dan menjegalnya ke matras.
"Aku sudah bilang, dia tidak akan berhenti semudah itu," gumam Kylan.
"Kita datangi Tuan Bram. Ini sudah keterlaluan," ujar Kalingga.
"Tidak perlu, Kak. Aku baik-baik saja, lagi pula Olivia berjanji tidak akan mengganggu kita lagi," sela Jojo. Gadis itu sudah merasa menang dari Olivia, dan ia tidak ingin hubungan baik antara Kalingga dan orang tua Olivia menjadi buruk, padahal mereka sudah berbaik hati untuk tidak memaksakan perjodohan.
"Bagaimana jika dia akan melakukan hal buruk lagi?" ucap Kalingga dengan suara keras. Ia merasa kesal, mengapa di situasi seperti ini Jojo masih bisa tenang, padahal ia sangat khawatir.
Jojo tersentak kaget, mengapa Kalingga tiba-tiba marah? Gadis itu lalu diam dan menunduk. Sementara yang lain, tidak bisa melakukan apapun, mereka paham jika kakak sulungnya sedang sangat kebingungan.
Hanya selang beberapa menit, Kalingga kembali melunak. Ia memeluk Jojo erat dan mengusap kepala gadis itu.
"Maaf, Sayang. Maaf, aku sangat khawatir dan takut," ucapnya. Ia bahkan tidak bisa mengontrol emosi jika sudah menyangkut keselamatan orang-orang yang ia sayangi.
Jojo berusaha mengerti perasaan Kalingga dan memahami kekhawatiran laki-laki itu. Namun Jojo tetap menegaskan untuk tidak mengambil tindakan apapun terhadap Olivia. Jojo berjanji akan lebih berhati-hati dan menjaga diri.
__ADS_1
🖤🖤🖤