ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Calon Menantu


__ADS_3

Kalingga meminta pemain musik berhenti dan segera membubarkan mereka. Sudah cukup berpesta di tengah malam seperti ini, ia juga harus memikirkan ketiga adiknya.


Kalingga menggandeng Jojo dan mendekati ketiga adiknya yang sudah bermimpi indah sambil berbaring berantakan di atas karpet. Ia merasa bersalah, seharusnya sejak awal meminta ketiga adiknya pulang lebih dulu dan istirahat.


"Bagaimana membawa mereka pulang?" tanya Jojo. Ketiga laki-laki itu tampak sangat kelelahan dan tidur dengan nyenyak meski dalam posisi tidak nyaman.


"Kita tinggalkan saja di sini," jawab Kalingga.


"Kak!"


Kalingga menoleh, kembali merangkul pinggang Jojo dengan kuat dan mendekatkan tubuh mereka tanpa jarak.


"Panggil aku dengan romantis, dan aku tidak akan meninggalkan mereka di sini," ucapnya.


"Kenapa aku harus melakukannya?"


"Karena kau tidak akan tega membiarkan mereka tidur kedinginan di sini."


Jojo menarik napas panjang, kini Kalingga mulai bertingkah dan semakin membuatnya gemas.


"Baiklah, Sayang! Mari bangunkan mereka dan bawa mereka pulang," ucap Jojo dengan nada lemah lembut namun penuh penekanan.


"Sesuai permintaan, Honey!" seru Kalingga dengan memasang senyum lebar. Ia segera melepaskan Jojo dan membangunkan ketiga adiknya secara bergantian.


"Ayo bangun, kita pulang!" ajak Kalingga.


"Kalian sudah selesai?" tanya Kylan dengan mata enggan terbuka.


"Ya, ayo pulang!"


"Ah, aku tidak akan bisa mengemudikan mobilku. Aku akan lanjut tidur di sini," lirih Keenan.


"Hei, hei. Ini kafe bukan hotel," ujar Jojo sambil menopang tubuh Kai agar bocah itu duduk.


"Ah, aku ngantuk."


Kalingga tidak punya pilihan lain. Ia tidak mungkin membiarkan adik-adiknya tidur di sini, sementara meminta mereka mengemudi pun akan sangat berbahaya.


"Ayo bangun dan berjalan ke tempat parkir. Naik mobilku semua," ujar Kalingga.


Jojo memaksa ketiga laki-laki itu bangun, mendorong tubuh mereka agar bisa duduk dan menyeret mereka untuk berdiri.


"Ah, kau berat sekali," keluh Jojo pada Kylan.


Dengan terpaksa, Keenan, Kylan serta Kai berjalan gontai menuju tempat parkir. Kalingga menempatkan ketiga adiknya di kursi tengah, sementara Jojo duduk di sampingnya.

__ADS_1


Perjalanan sangat lancar karena waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Mereka tiba di rumah dengan cepat dan Kalingga langsung meminta Jojo untuk segera beristirahat.


Saat membangunkan ketiga adiknya lagu agar berpindah ke kamar, mereka semua menolak.


"Masuklah, aku tidak kuat berjalan," jawab Kylan saat dipaksa bangun.


"Baiklah, nikmati tidur kalian."


"Hmm."


Akhirnya Kalingga tidak peduli, ia menyusul Jojo masuk dan membiarkan ketiga adiknya tidur bergerombol di kursi mobil yang sempit.


🖤🖤🖤


Pagi ini Jojo begitu bersemangat, meski ia hanya tidur selama kurang dari tiga jam, ia sudah terlihat segar dan ceria karena suasana hatinya.


Saat bangun tidur, gadis itu dikejutkan dengan telepon dari ayah dan ibunya. Orang tuanya di desa, melihat bagaimana Jojo berlenggak lenggok di atas panggung catwalk berkat salah satu tetangga yang memperlihatkan videonya.


Acara semalam tidak disiarkan langsung di televisi nasional, namun sudah tersebar di berbagai media jaringan internet di seluruh dunia, karena pemilik pagelaran tersebut adalah orang ternama.


"Selamat pagi, Sayang," ucap Kalingga sambil memeluk Jojo dari belakang, saat gadis itu asik di depan kompor sedang memasak pasta makaroni daging.


"Hmm, di mana yang lain?"


"Ah, aku lupa!" Kalingga langsung mengingat ketiga adiknya yang masih berada di dalam mobilnya.


"Kak, kau meninggalkan mereka tidur di sini?" tanya Jojo saat melihat tiga laki-laki tidur di bangku tengah mobil dengan posisi tidak karuan.


"Hei, ayo bangun!" Kalingga memukuli ketiga adiknya dengan botol air mineral.


"Jam berapa ini?" tanya Keenan sambil meregangkan otot tubuhnya.


"Jam enam lebih, ayo bangun!"


"Lima menit lagi, Kak!" lirih Keenan sambil kembali membenarkan posisi kepalanya. Saat laki-laki itu menggaruk leher dan pundaknya, tiba-tiba ia membuka mata lebar dan berteriak.


"Aaaaaaaaaaa! Bangun kalian, bangun!" teriak Keenan histeris. Ia mencium telapak tangannya dan semakin histeris, membuat Kylan dan Kai terkejut.


"Ada apa? Ada apa?" tanya Kai berusaha menyadarkan diri.


"Kai, lihat ini, lihat!" Keenan memperlihatkan kemejanya yang basah karena air liur Kai yang banjir di sana. "Aaaw, kau menjijikkan sekali."


Dengan tergesa-gesa, Keenan segera keluar dari mobil dan berlari memasuki rumah. Sementara Kylan dan Kai masih dalam posisi tetap seperti tidak terjadi apa-apa.


Kalingga dan Jojo tertawa melihat bagaimana ekspresi Keenan saat mencium telapak tangannya lalu berteriak keras. Ini adalah pertunjukan pagi hari yang sangat menghibur.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Kylan dan Kai keluar dari mobil dan menuju kamar mereka masing-masing. Jojo bahkan masih belum bisa menghentikan tawanya mengingat ekspresi Keenan beberapa waktu lalu.


Pukul enam lebih tiga puluh menit, Kai keluar dari kamarnya lebih awal dan menghampiri Jojo di dapur. Bocah itu sudah siap dengan seragam lengkap dan tas di punggung.


"Ayo sarapan," ajak Jojo.


"Aku akan terlambat. Katakan pada Kakak kalau aku sudah berangkat," jawab Kai.


"Baiklah. Sempatkan sarapan di kantin jika bisa."


"Apa kau akan memberiku uang?" tanya Kai dengan senyum lebar. Ia mengambil dua buah apel di atas meja.


"Tidak, pakai uangmu sendiri."


"Dasar, pelit!"


Jojo menunjukkan tawa jahat dan mengejek saat Kai berjalan pergi dengan raut wajah kesal.


"Apa Kai baru saja pergi?" tanya Kalingga mendekati meja makan.


"Ah, iya. Dia akan terlambat jika menunggu kita sarapan," jawab Jojo.


Kalingga mengangguk, ia membantu Jojo menata piring di atas meja kemudian duduk di samping gadis itu sambil menunggu yang lain datang.


"Kapan pengumuman hasil sidang skripsimu, Sayang?"


"Lusa, Kak."


"Bagus, lalu kapan kita akan pergi ke rumah calon mertuaku?"


Jojo menatap Kalingga, laki-laki itu seperti makan bubur kepanasan. Sangat tidak sabar!


"Kak, apa kau serius akan melakukan ini? Bagaimana dengan Nyonya Merlinda?" tanya Jojo. Mendadak hatinya gelisah.


"Jangan khawatir, aku akan mengurusnya."


"Lalu, bagaimana jika orang tuaku juga keberatan?"


Kalingga tersenyum kecil, ia mendekatkan wajahnya pada Jojo hingga membuat gadis itu sedikit mundur.


"Bagaimana bisa mereka menolak calon menantu setampan aku?" tanya Kalingga berbisik.


Jojo berkedip cepat, sepertinya kini Kalingga mulai menunjukkan sifat aslinya yang semakin membuat gadis itu gemas sekaligus jatuh cinta untuk yang kesekian kalinya.


Kalingga selalu menunjukkan rasa cinta dan kasih sayangnya dengan cara yang berbeda. Jika bukan karena ketiga saudaranya, mungkin Kalingga tetap menjadi laki-laki yang dingin, tidak peka dan tidak romantis, seperti pada awalnya.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2