ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Oleh-oleh


__ADS_3

Jojo membagikan oleh-olehnya untuk Keenan, Kylan, dan Kai setelah mereka semua selesai makan malam. Kylan memesan makanan dari luar, ia tahu Jojo sedang lelah karena baru tiba siang ini setelah pergi bersama Kalingga. Tiga laki-laki itu tampak sangat senang dan berterima kasih atas kebaikan Jojo.


"Ah, ini bagus. Dari mana kau tahu kalau aku suka warna hitam?" tanya Kylan. Ia melebarkan kaos dan mengamati logo di bagian dada.


"Semua laki-laki suka hitam," jawab Jojo enteng.


"Aku suka putih, kau pandai sekali menebak kesukaanku," sela Keenan.


"Aku suka hitam dan putih, kenapa hanya memberiku hitam?" tanya Kai.


"Jangan serakah! jatahmu memang cuma satu," jawab Jojo. Sebagai anak bungsu, Kai memang lebih tidak tahu terima kasih. Mereka bertiga langsung melepas kaos yang mereka pakai dan menggantinya dengan kaos pemberian Jojo.


Jojo membeli dua kaos berwarna hitam dan dua kaos berwarna putih. Kaos hitam ia berikan pada Kylan dan Kai, mereka punya kepribadian yang lebih garang hingga Jojo memberikan warna yang cocok untuk mereka. Sementara satu warna putih untuk Keenan, cocok dengan sikap manis dan penuh perhatian laki-laki itu. Satu lagi warna putih untuk Irene, sahabat terbaiknya.


"Ayo lepas dulu, harus dicuci sebelum dipakai," tegur Jojo. Kaos yang baru menempel selama lima menit di tubuh ketiga anak asuhnya kembali ia minta.


Kalingga hanya tersenyum melihat keseruan malam ini. Ketiga adiknya nampak sangat merindukan kehadiran Jojo. Bahkan meski hanya mendapatkan kaos yang harganya tidak seberapa pun mereka sangat senang. Padahal, jika mereka mau, mereka bisa membeli satu lusin kaos seperti itu sekaligus.


"Bagaimana dengan kakak? Sepertinya hanya Kak Kalingga yang tidak mendapatkan kaos baru," ucap Kylan.


"Aku membeli kaos ini saat bersamanya," jawab Jojo sambil tersenyum lebar. Ia lalu mendekati Kylan dan berbisik ke telinga laki-laki itu.


"Uangku tidak cukup," bisik Jojo. Semua yang berada di dalam ruangan juga ingin tahu, namun Kylan hanya mengangguk dan merahasiakannya dari ketiga saudaranya.


Kalingga menceritakan tentang kunjungannya ke New York bersama Jojo, sekaligus mengatakan jika ia setuju untuk mengekspor beberapa produk ke semua gerai milik Aslan.


Adik-adiknya pun setuju, mereka saling mendukung satu sama lain.


🖤🖤🖤


Pagi hari, Jojo memulai aktivitasnya seperti biasa. Dimulai dengan memasak, membersihkan rumah dari menyapu hingga mengepel lantai.


Gadis itu sudah bangun sejak pagi buta dan merapikan ruang tamu yang berantakan. Ia baru pergi selama beberapa hari dan ruang tamu bahkan seperti baru saja diterjang angin topan. Bantal sofa berada tidak pada tempatnya, kursi yang bergeser hingga majalah dan buku bacaan yang tergeletak di bawah meja.

__ADS_1


Gadis itu tidak heran, karena penghuni rumah ini memang semuanya laki-laki. Mereka tidak akan peduli dengan hal-hal semacam ini.


"Jo, tolong nanti siapkan bekal untuk makan siangku," ucap Kai saat ia menyusul Jojo yang sedang mempersiapkan menu sarapan di atas meja.


"Siap!"


"Aku selalu pulang sore karena mengikuti beberapa kegiatan ekstra. Uang jajanku jadi boros karena kau tidak ada dan aku harus membeli makan siang di kantin setiap hari," keluh Kai. Ia duduk di kursi sambil meneguk segelas susu.


"Minta saja lagi pada kakak," ucap Jojo.


"Itu saran bunuh diri," lirih Kai. Tidak mungkin Kalingga akan berbaik hati menambah uang jajannya. Karena ia sudah memohon ribuan kali sejak beberapa bulan lalu dan Kalingga malah memberikan ceramah panjang lebar agar ia bisa hidup hemat.


Setelah menata semua makanan dan piring di atas meja, Jojo duduk di samping Kai. Ia melihat bocah laki-laki itu memainkan ponselnya.


"Hei, kau tahu. Kakak mengajakku menginap di hotel mewah. Bagus sekali. Kau pasti menyesal karena menolak ajakannya," ucap Jojo.


"Tidak tertarik," jawab Kai.


"Jelek!" seru Kai dengan bibir mencebik. Jojo menyipit, menatap kesal pada bocah laki-laki itu. Ia menghentakkan kaki dan berpindah duduk di kursi lain.


Kai berdiri dari kursinya, bocah laki-laki itu berjalan ke arah tangga dan mengintip ke lantai dua. Setelah memastikan kakak-kakaknya belum ada yang keluar dari kamar, Kai kembali mendekati Jojo.


"Hei, Jojo. Aku sedang kesulitan dan butuh bantuan. Kau mau membantuku?" tanya Kai.


"Tidak tertarik!" jawab Jojo ketus.


"Jangan marah, fotomu cantik. Cantik sekali," ucap Kai merayu. "Apa kau tidak punya uang tabungan, boleh aku pinjam sedikit?" lanjutnya.


Jojo melirik tajam. Belum sampai sepuluh menit yang lalu Kai mengejeknya jelek, dan sekarang ia sedang merayu untuk mendapatkan pinjaman uang. Tidak tahu malu!


"Aku sedang tidak punya uang. Minta saja pada Kakak," ujar gadis itu.


"Please, aku akan mengembalikannya minggu depan."

__ADS_1


"No!"


"Jojo, ku mohon ...."


"Memangnya uang untuk apa? Bukankah uang jajanmu masih cukup untuk satu minggu ke depan?" selidik Jojo. Apa lagi yang dilakukan anak bungsunya ini, bocah itu tidak pernah berhenti membuat masalah.


"Kemarin motorku mogok, sekarang masih berada di bengkel. Aku harus mengambilnya sepulang sekolah," jelas Kai dengan nada melemah. Ia berusaha keras menarik simpati pengasuhnya.


"Baik, aku akan beritahu kakak. Dia pasti berbaik hati memberimu ongkos bengkel."


"Tidak, Jo. Aku hanya butuh sedikit, kau pasti punya uang, 'kan? Tolong aku, please!"


Belum sempat Jojo memberi jawaban, terdengar suara langkah kaki menuruni anak tangga. Kalingga dan Kylan sudah rapi dan sedang menuju ke arah ruang makan.


Kai yang awalnya duduk di samping Jojo, ia kemudian berpindah ke tempat duduknya yang biasa.


"Ah, aku merindukan masakanmu, Jo." Kylan sangat bersemangat. Ia duduk di kursinya dan membalik piring, bersiap mencicipi apa yang terhidang di atas meja.


"Tunggu kakakmu!" tegur Kalingga. Keenan bahkan belum menampakkan batang hidungnya.


Setelah beberapa menit, Keenan terlihat menuruni anak tangga. Mereka akhirnya bisa sarapan setelah formasi lengkap. Beberapa menu yang dimasak oleh Jojo langsung habis, Keenan bahkan menambah jatah sarapannya.


"Bagaimana sarapan kalian selama aku pergi?" tanya Jojo.


"Tidak tentu. Aku kadang pergi sebelum sarapan, aku juga memberi Kai uang untuk sarapan di kantin sekolahnya. Sedangkan Kylan biasa makan di studio," jelas Keenan.


"Apa Kai juga mendapatkan uang makan siang darimu, Kak?" tanya Jojo. Kai langsung panik saat Jojo menanyakan hal itu pada Keenan.


"Tentu saja, aku memberinya uang untuk sarapan dan makan siang. Kenapa?"


Jojo membulatkan matanya lebar, melotot ke arah Kai. Samar-samar, Kai menggeleng pelan, memberi isyarat pada Jojo untuk tidak mengatakan apapun.


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2