
Laki-laki itu merasa penasaran, ia belum memberi hadiah apapun untuk kekasihnya namun sudah ada orang lain yang mendahuluinya.
"Dari Irene," jawab Jojo.
"Semuanya? Boneka dan bunga itu?"
"Ya, dia sahabat baikku, Kak."
Kalingga melirik wajah Jojo, terlihat jelas jika gadis itu tidak pandai berbohong dan sedang merahasiakan sesuatu.
"Apa Irene memberimu dua buket bunga sekaligus?" desak Kalingga.
Jojo menghela napas panjang sebelum memberi jawaban, ia tahu jelas jika Kalingga adalah laki-laki yang sensitif dan pencemburu. Namun ia tidak mau berbohong demi menyelamatkan diri.
"Leon memberiku mawar itu. Hubungan kami memang tidak baik, tapi dia memberikan bunga hanya sebagai ucapan selamat. Aku tidak enak hati jika menolak kebaikannya terus menerus," jelas Jojo dengan perasaan tidak karuan.
"Oh, begitu." Kalingga mengangguk dan tidak ingin terlalu banyak bertanya. Laki-laki itu memahami bagaimana karakter Jojo yang sangat lembut dan pemaaf, dan Kalingga tidak ingin terlihat begitu posesif sebelum gadis itu menjadi miliknya secara resmi.
Setelah mereka sampai di gerai, Kalingga meminta Jojo turun dari mobil dan masuk ke dalam gerai lebih dulu.
"Aku mau menelepon salah seorang teman, masuklah dulu," pinta Kalingga.
Jojo mengangguk dan masuk lebih dulu. Gadis itu berjalan-jalan dan melihat-lihat isi gerai yang lebih padat dari biasanya. Pengunjung yang sedang memilih gaun serta mengantre di kasir pun cukup banyak.
Di dalam mobil, Kalingga mengambil buket bunga mawar merah pemberian Leon. Laki-laki itu membawanya keluar dan dengan perasaan kesal melemparnya ke tempat sampah. Ia tidak tahan jika Jojo menerima hadiah dari laki-laki lain, Kalingga merasa khawatir perasaan kekasihnya akan tersentuh oleh hadiah tersebut.
Laki-laki itu merapikan jasnya dan menarik napas panjang sebelum masuk ke dalam gerai. Rasa kesal dan cemburunya telah ia buang ke tempat sampah bersama mawar tidak bersalah tersebut.
Saat Kalingga masuk, pegawai dan orang-orang yang mengenal Kalingga langsung mengangguk sopan. Kalingga melewati orang-orang yang lalu lalang dan mencari keberadaan kekasih hatinya.
"Sayang, kau di sini?" tanya Kalingga saat melihat Jojo berdiri di depan patung wanita yang memakai sebuah gaun malam berwarna gold dengan aksen pita besar di sebelah pundaknya.
"Hmm."
"Aku punya hadiah untukmu." Kalingga menarik tangan Jojo dan membawanya ke lantai dua gerai.
__ADS_1
Kalingga memperlihatkan beberapa model gaun yang diproduksi secara terbatas oleh perusahaan Kalingga. Jojo berdecak kagum, gaun-gaun itu begitu anggun dan menawan.
"Bagaimana menurutmu? Apa semuanya terlihat bagus?" tanya Kalingga.
"Perfect! Ini gaun selera banyak wanita, Kak. Aku yakin berapapun yang kau produksi, akan habis terjual," seru Jojo.
"Hanya diproduksi tidak lebih dari tiga gaun permodel. Bahan yang dipakai cukup langka dan memakan banyak biaya. Aku tidak yakin orang akan tertarik membeli dengan harga yang cukup mengusap kantong."
"Jangan pesimis, Kak. Semua koleksi Anyelir sangat bagus dan selalu terjual."
Kalingga tersenyum, ia kemudian melambaikan tangan pada pramuniaga yang berjaga. Tidak berselang lama, pramuniaga tersebut kembali dengan membawa empat kantong belanjaan.
"Ini hadiah," ucap Kalingga sambil memberikannya pada Jojo. Gadis itu menerima apa yang Kalingga berikan, lalu mengintip isinya.
"Kak, apa aku pantas menerima hadiah seperti ini?" tanya Jojo dengan mata berkaca-kaca.
Semua barang ya ia terima adalah gaun yang sama dengan apa yang baru saja Kalingga tunjukkan padanya. Semua gaun edisi terbatas itu ia dapatkan secara cuma-cuma.
"Kau pantas mendapatkan segalanya. Bahkan hal terbesar yang aku miliki pun sudah kau dapatkan, hatiku."
Jojo sangat bahagia, bukan karena apa yang sudah ia dapatkan dari laki-laki itu, namun karena semua cinta yang ia rasakan untuk laki-laki itu.
🖤🖤🖤
Pukul empat sore, mereka pulang dan kembali ke rumah. Jojo segera membersihkan rumah dan dapur agar terlihat lebih rapi. Jojo juga memasak untuk menu makan malam seluruh penghuni rumah.
"Hei, aku ada hadiah untukmu," ucap Kai sambil menghampiri Jojo di dapur.
"Hadiah apa?"
"Tadaaaaa!" Kai mengeluarkan tiga bungkus sup buah dari belakang punggungnya.
"Ah, ini pasti enak." Jojo segera menyiapkan mangkok dan menuang sup buah tersebut.
"Satu untukku, dan dua untukmu," ucap Kai.
__ADS_1
"Wah, kau baik sekali. Ada apa?" tanya Jojo.
"Kapan kau ulang tahun?" tanya Kai dengan memasang wajah penasaran dan ingin tahu. Ia berharap dua bungkus sup buah itu mampu membuat Jojo buka mulut.
"Itu rahasia, Kai. Kenapa kau ingin tahu sekali? Aku tidak memberitahukan tanggal lahirku pada sembarang orang. Kata ibuku, orang bisa saja melakukan guna-guna padaku," jelas Jojo.
"Ya Tuhan, Jojo. Memangnya siapa yang berniat mengguna-guna dirimu. Percaya diri sekali," decak kesal Kai. Ia tidak percaya jika pikiran kuno masih ada pada gadis yang hidup di kota bertahun-tahun.
"Pokoknya aku tidak mau, itu privasi," kekeuh Jojo.
Merasa tidak sabar dan usahanya telah sia-sia, Kai merebut paksa mangkok yang sudah ada di hadapan Jojo. Bocah itu membawa dua bungkus sup buah yang belum sempat di buka beserta satu mangkok yang belum sempat Jojo makan ke dalam kamarnya.
"Kai, apa yang kau lakukan? Hei, kembalikan itu padaku!" teriak Jojo.
"Enak saja! Beli sendiri," ucap Kai sambil menoleh Jojo.
Bocah itu merasa sangat rugi, ia rela memakai uangnya untuk membeli semua ini agar Jojo mau memberinya informasi. Namun nyatanya, ini tidak berguna.
Jojo terlihat kesal, gadis itu sudah bersiap dengan sendok di tangan namun Kai mengambil kembali apa yang sudah ia berikan.
Dari lantai atas, terdengar suara Kalingga menuruni anak tangga. Laki-laki itu melihat adik bungsunya masuk ke dalam kamar sambil membanting pintu, sementara Jojo duduk di meja makan dengan sendok di tangan dan raut wajah kesal.
"Ada apa, Sayang?"
"Kai mengambil sup buah milikku," jawab Jojo.
"Kalian berebut sup buah?"
"Dia mengambil sup buah yang seharusnya dia berikan padaku hanya karena aku tidak mau memberitahu hari ulang tahunku."
Kalingga duduk di belakang kursi gadis itu dan mengusap kepalanya.
"Besok kita akan membelinya, jangan sedih," ucap Kalingga membujuk kekasihnya yang sedang merajuk.
Kai dan Jojo bertengkar hampir setiap hari, selalu saja ada yang membuat mereka ribut dan memperdebatkan sesuatu. Jika bukan karena ia mencintai Jojo dan menyayangi adiknya, mungkin Kalingga sudah mengasingkan keduanya dari rumah ini.
__ADS_1
🖤🖤🖤