ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Tidak Bisa Menolak!


__ADS_3

Sebuah cincin berlian dengan dua warna itu membuat Jojo menelan ludah, menatap tak percaya dengan apa yang Kalingga lakukan untuknya.


Jojo menatap laki-laki yang duduk berlutut di depannya dengan perasaan tidak menentu. Keenan dan kedua adiknya membawa keranjang berisi bunga tabur hanya bisa menunggu gadis itu memberi jawaban.


"Tidak, Kak. Aku tidak bisa!" Jojo menggeleng pelan, ia menutupi wajahnya dengan kedua tangan.


"Tidak?" ucap Kai cepat.


"Apa? Tidak?" Kylan melongo dengan dua bola mata melotot lebar.


"Kenapa tidak?" tanya Keenan.


Sontak, jawaban itu membuat tubuh Keenan, Kylan dan Kai terasa lemas. Kedua kaki mereka bagai kehilangan keseimbangan, melihat wajah Jojo begitu serius mengungkapkan penolakan mentah-mentah.


Kalingga memejam sesaat, mengontrol suasana hatinya yang memburuk seketika.


"Kenapa kalian semua tegang sekali?" tanya Jojo. Ia menarik napas panjang dan tersenyum lebar.


"Tentu saja, aku tidak bisa menolaknya!" lanjut Jojo dengan pipi merona malu.


"Ah, hampir saja kau membuatku terkena serangan jantung!" seru Kylan sambil menepuk dadanya pelan, oksigen di sekitarnya hampir menolak masuk ke dalam paru-parunya.


"Aku terkena serangan panik!" sela Kai. Untung saja ia belum berteriak frustasi dan memakan seluruh bunga tabur yang ia bawa.


Kalingga menunduk dan mengulum senyum, ia tidak bisa berkata-kata lagi. Mereka berniat memberi kejutan Jojo, namun gadis itu lebih membuat mereka semua terkejut.


"Kau membuatku takut, Sayang," gumam Kalingga.


Laki-laki itu meraih sebelah tangan Jojo dan memasangkan cincin di jari manis gadis itu. Jojo tidak bisa menahan haru, ia menangis dan memeluk Kalingga.


Keenan, Kylan serta Kai memberi isyarat pada pemain musik untuk memulai lagu mereka, sementara tiga laki-laki itu bersorak dan melempar bunga-bunga di keranjang mereka ke arah Jojo dan Kalingga.


Jojo merasakan kebahagiaan tidak pernah berhenti mengalir untuknya. Ia sangat senang, tidak pernah bermimpi jika Kalingga akan melamarnya secepat ini.


"Jadi, kapan kita mengunjungi calon mertuaku?" bisik Kalingga. Ia masih memeluk Jojo dan membiarkan kebahagiaan melingkupi keduanya.


"Kita bisa membicarakannya nanti." Jojo melepas pelukan, menatap wajah tampan dengan senyum indah di depan matanya.


"Kau bahagia?" tanya Kalingga.


"Jika orang yang aku cintai memberi kejutan dan melamarku, menurutmu bagaimana perasaanku?"

__ADS_1


"Jangan membuatku menebaknya, beri aku jawaban!"


"Aku bahkan merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia ini. Kebahagiaanku tidak bisa dijabarkan dengan kata-kata, jika kau lihat mataku, kau akan tahu sebesar apa kebahagiaan karena aku mencintaimu," ucap Jojo dengan mata terus menatap Kalingga.


Kalingga tersenyum senang, bahkan jawaban Jojo lebih dari apa yang ia inginkan.


Keenan, Kylan dan Kai tidak berhenti bersorak. Mereka menari bersama dengan alunan musik romantis yang dinyanyikan langsung oleh grup musik terkenal.


Semakin malam, suasana semakin meriah meski hanya terdiri dari beberapa orang.


"Ah, aku lelah. Kakiku kram," keluh Keenan. Ia berhenti menari dan duduk.


"Terima kasih sudah melakukan semuanya untukku," ucap Kalingga. Ia menghampiri Keenan dan memeluknya.


"Kau adalah kebahagiaan kami, Kak."


Kylan dan Kai ikut bergabung, empat bersaudara saling memeluk dan mengucapkan selamat pada kakak tertua mereka.


Kalingga menuntun Jojo menuju sebuah meja yang sudah dihias khusus untuk mereka. Jojo semakin terkesan, tidak menyangka jika mereka bisa membuat kejutan seromantis ini.


"Apa ini adalah hadiah ulang tahun untukku?" tanya Jojo.


"Tentu saja, kami membungkus semua hadiah menjadi satu, di tempat ini," jawab Kylan.


"Ini sudah lebih dari cukup, aku bahagia. Terima kasih sudah berusaha keras."


"Kau pikir aku melakukan ini demi dirimu? Aku melakukannya demi Kakakku," ucap Kai berlagak sinis.


"Karena aku sedang bahagia, aku anggap kata-katamu tidak penting," jawab Jojo cuek, sementara Keenan mencubit pinggang adik bungsunya.


"Kau selalu merusak suasana," bisik Kylan.


Kylan, Keenan dan Kai menikmati berbagai hidangan ringan yang disediakan pihak kafe. Mereka memesan jagung bakar hingga BBQ.


Kalingga menatap kekasihnya dengan penuh perasaan. Malam ini hatinya berbunga-bunga, seperti ada sebuah taman bunga yang sedang bersemi hanya untuk dirinya.


"Kak, terima kasih atas semua ini," ucap Jojo. Mereka berdua duduk di meja bundar saling berhadapan. Kalingga menggenggam tangan Jojo, merasakan tangan yang mulai menghangat dan terasa nyaman.


"Aku mencintaimu, akan melakukan apapun demi kebahagiaanmu."


"Kau cinta pertamaku, dan aku berharap tidak akan menyesal memberikan seluruh hatiku padamu," ucap Jojo.

__ADS_1


"Aku bisa menjaminnya. Kau tidak akan menyesal."


Jojo tersenyum, memandang wajah laki-laki tampan yang berkata penuh kesungguhan.


Kalingga menuntun gadis itu, mengajaknya berdansa di bawah lampu yang berkelip dengan diiringi alunan musik. Ketiga saudara Kalingga hanya bisa menyaksikan dengan mulut penuh makanan.


Meletakkan sebelah tangan di dada Kalingga, Jojo melihat berlian yang tampak terang dan berkilau di jari manisnya.


"Aku suka cincin ini. Hanya saja, terlalu mewah dan mencolok. Aku tidak percaya diri memakainya," ucap Jojo lirih.


"Kau pantas mendapatkannya. Ini berlian khusus, memiliki dua warna jika di lihat dari dua sisi. Warna putih bening dan kemerahan. Aku harap cinta kita pun sama, bening dan suci bagaikan embun, dan adakalanya berubah merah membara bagai perasaan kita," jelas Kalingga.


"Ah, apa Kylan yang mengajarkanmu merayuku, Kak?" tanya Jojo sambil mengulum senyum.


"Hmm, dia ahlinya. Bagaimana jika kau memberiku hadiah," ucap Kalingga dengan tangan merangkul pinggang Jojo.


"Katakan, apa yang kau mau, Kak?"


"Bolehkah aku ... menciummu."


Jojo merasakan kedua tangan Kalingga yang merangkul di pinggangnya semakin erat. Laki-laki itu terdorong oleh gejolak cinta dan hasrat yang memabukkan.


Sebelum bibir mereka saling bersentuhan, Jojo meletakkan jari telunjuknya di depan bibir Kalingga.


"Kurang dari satu menit yang lalu, kau ingin cinta kita bening dan suci bagai embun. Kau tidak akan mengingkarinya, bukan?" ucap Jojo dengan tersenyum simpul.


Kalingga memejamkan mata sesaat lalu tersenyum lebar. Jika Jojo terus seperti ini, ia ingin sekali membawa gadis itu ke kantor catatan sipil malam ini juga.


"Aku akan segera menjadikan cinta kita merah membara. Dan membuatmu terbakar oleh gairah," bisik Kalingga.


Jojo hampir tertawa mendengar kalimat itu. Sepertinya Kylan tidak hanya mengajarkan rayuan dan gombalan pada Kalingga, melainkan ia juga menularkan virus berbahayanya.


"Apa kita akan berdansa semalaman?" tanya Jojo. Ia melirik tiga laki-laki yang mulai kehilangan kesadaran dan tergeletak di atas tikar bulu.


"Jika kau mau, aku tidak keberatan."


"Ayo pulang dan istirahat, mereka pasti sangat lelah," ajak Jojo.


Gadis itu tidak ingin menjadi egois, menikmati malam indahnya bersama Kalingga namun mengabaikan Keenan, Kylan dan Kai. Mereka semua sudah bekerja keras dan meluangkan waktu untuk melihatnya di pagelaran, Jojo tidak ingin satupun dari mereka sakit.


🖤🖤🖤

__ADS_1



__ADS_2