
"Aku suka memanggilnya Jola, kenapa kau yang rewel," ketus Keenan.
"Jika memanggil dengan nama itu, dia tidak akan muncul," gumam Kai. Keenan tidak mempedulikan adik bungsunya, ia naik ke lantai atas dan membuka pintu kamar Queen.
Saat melihat ke dalam kamar, Keenan tidak menemukan keponakannya. Laki-laki itu berpindah ke kamar Kalingga dan melihat Jojo duduk santai sambil membaca buku.
"Ke mana Jola?" tanya Keenan.
"Dia bersama Kai," jawab Jojo.
"Kai ada di ruang tengah, dan dia sendirian," ujar Keenan. Laki-laki itu pun memutuskan kembali turun ke lantai bawah, namun Kai sudah tidak ada lagi di tempatnya.
Saat ini, Kai ada di dapur. Ia buru-buru melakukan sesuatu saat melihat Keenan berjalan ke arahnya.
"Ke mana Jola? Jojo bilang dia bersamamu," tanya Keenan. Namun Kai hanya mengangkat bahu, ia mengisi mulutnya dengan roti sampai penuh dan mengabaikan pertanyaan Keenan. Kai berdiri di samping meja makan sambil menahan tudung saji besar di depannya.
Keenan menatap adiknya dengan kesal. Hampir setiap hari, mereka selalu berdebat karena Keenan lebih suka memanggil Queen dengan nama Jola, sementara Kai tidak suka karena khawatir keponakannya bingung dengan namanya sendiri.
"Dia tidak sepertimu, Kak. Di sana namamu Ken, di sini namamu Keenan!" begitu protes Kai setiap kali ia berdebat bersama Kakaknya.
Saat tudung saji di atas meja makan bergeser dengan sendirinya, Keenan melotot.
"Kau gila? Kau menyembunyikan keponakanmu di sini?" tanya Keenan. Ia memukul tangan Kai dan segera membuka tudung saji itu, ia melihat bayi cantik kesayangannya terbaring dengan senyum merekah.
"Dia sedang bermain petak umpet," gumam Kai. Ia cemberut dan meninggalkan dapur saat Keenan mengangkat Queen dari atas meja makan.
"Bagaimana bisa Om gilamu itu menyembunyikanmu di bawah tudung saji, Sayang. Kau juga terlihat menikmatinya," ucap Keenan sambil menggendong keponakannya. Ia senang melihat Queen tersenyum lebar dengan mata bulatnya.
__ADS_1
Keenan akhirnya membawa Queen ke dalam kamarnya. Ia membaringkan gadis kecil itu di atas kasur bersama boneka yang baru saja ia beli, sementara dirinya berganti pakain karena baru saja pulang bekerja.
Meski tanpa bantuan pengasuh atau babysitter, Jojo bisa melakukan banyak hal di rumah. Ia mengambil alih tugas memasak setiap hari dan Bu Yura hanya bertugas membersihkan rumah.
"Untuk apa membayar pengasuh jika ketiga pamannya bisa melakukan pekerjaan itu?" begitu alasan Jojo saat Kalingga menawarkan bantuan untuk mencari babysitter.
Hanya saja saat usia Queen genap enam bulan nanti, Jojo harus kembali ke rutinitas pekerjaannya sebagai model. Kini ia brand ambassador Anyelir, dan wanita itu hanya akan menerima beberapa pekerjaan dalam sepekan agar bisa tetap mengurus suami, ketiga saudara iparnya, dan bayi kecilnya.
Setelah selesai berganti pakaian, Keenan ikut berbaring di samping Queen. Mereka berdua melakukan panggilan video call bersama Angelina.
Beberapa menit kemudian, terdengar suara Jojo yang mengetuk pintu Keenan dengan keras.
"Apa Queen bersamamu?" tanya Jojo. Mendengar teriakan Jojo, Keenan meletakkan Queen di dalam keranjang besar dan menyembunyikannya di sisi lain tempat tidur yang tidak terlihat.
"Jola? Bukankah dia bersama Kai?" tanya balik Keenan saat melihat Jojo di depan pintu kamarnya.
Jojo berkali-kali mengetuk pintu kamar Kai namun tak kunjung dibuka. Karena terlalu lama menunggu, akhirnya Jojo membuka pintu kamarnya tanpa izin.
"Kai, ke mana keponakanmu?" tanya Jojo. Rupanya Kai memakai headset jadi ia tidak mendengar saat Jojo mengetuk pintunya.
"Kak Keenan membawanya," jawab Kai.
"Dia bilang Queen bersamamu."
"Tidak, Kakak membawanya!"
"Aku tidak percaya! Kau sembunyikan di mana keponakanmu?" desak Jojo. Tidak sekali ini saja Queen tiba-tiba hilang, entah sudah berapa kali Kai menyembunyikan bayi itu hingga Jojo sering naik darah.
__ADS_1
"Kakak Ipar, aku serius. Kakak membawanya!" seru Kai.
Jojo tidak mempedulikan Kai, ia membuka selimut, memeriksa lemari hingga ke bawah kolong tempat tidur.
"Kai, ini waktunya dia minum susu. Cepat bawa padaku," ucap Jojo. Ia mulai kesal setiap kali Queen tak kunjung di temukan.
"Kak Keenan membawanya, Kak. Kenapa kau jadi marah padaku," gerutu Kai.
Sementara di kamar lain, Keenan sedang bersenang-senang dengan Queen dan memutar lagu anak-anak. Keenan bernyanyi dan mengajak bayi itu bercanda hingga tertawa terbahak-bahak.
Setiap kali Queen di sembunyikan oleh paman-pamannya di berbagai tempat, Queen tidak pernah menangis. Hal itu membuat Keenan, Kylan dan Kai sangat senang mengerjai Jojo. Entah mengapa, kemarahan wanita itu kini menjadi hal yang menyenangkan untuk mereka.
Saat suara tawa kecil Queen terdengar nyaring, Jojo dengan tidak sabar membuka kamar Keenan tanpa izin. Wanita itu hampir meledak saat sadar jika Keenan mengerjainya.
"Kalian semua bisa membuatku gila. Berhentilah menyembunyikan Queen, Kak!" seru Jojo.
"Dia sedang bermain petak umpet," ucap Keenan sebagai pembelaan. "Bawa dia kemari setelah menyusu," lanjutnya.
Jojo hanya melengos tanpa mempedulikan Keenan. Ia menggendong Queen dan membawanya kembali ke kamar. Wanita itu menghela napas berat, ia harus ekstra waspada setiap kali ketiga saudara iparnya membawa Queen pergi.
🖤🖤🖤
Halo semua, sudah sampai di bab sejauh ini apakah ada yang mulai bosan?
Adakah yang menginginkan cerita baru?
Tulis kesan kalian setelah membaca cerita sepanjang ini, apakah harus segera diakhiri dan mulai cerita baru dengan tema lain?
__ADS_1
Terima kasih, sayang kalian ❤