
Sore hari tepat setelah Jojo dan Angelina sama-sama menyelesaikan pekerjaannya, mereka pulang bersama untuk memasak.
"Hai, Kai," sapa Angelina saat melihat Kai duduk di ruang tengah sendirian sambil bermain game.
"Oh hai, Kak Angel." Kai melambaikan tangan.
Angelina membantu Jojo membawa bahan-bahan masakan yang sudah mereka beli ke dapur. Sambil menunggu Jojo mandi, Angelina menemani Kai di ruang tengah dan berusaha mengajak bocah itu mengobrol.
"Bagaimana rencana kuliahmu?" tanya Angelina.
"Berjalan baik."
"Jurusan apa yang kau ambil?"
"Kedokteran."
"Oh, begitu. Bagus sekali, Jojo sering bercerita tentangmu," ucap Angelina. "Dia sangat bangga padamu," lanjutnya dengan sedikit berbisik.
Kai yang awalnya fokus pada layar ponselnya, kini mendongak dan menatap Angelina sesaat, namun tidak ingin berkomentar apapun.
Seperti kebiasaannya pada orang lain, Kai selalu bertingkah cuek dan enggan. Bocah itu menjadi irit bicara dan memberi jawaban singkat, mungkin ini juga pengaruh dari suasana hatinya yang buruk.
Merasa diabaikan oleh Kai, akhirnya Angelina memutuskan kembali ke dapur dan menyiapkan semua bahan masakan yang sudah ia beli bersama Jojo.
Dua wanita itu menikmati moment masak bersama. Karena Angelina belum mahir dalam hal memasak masakan rumahan, Jojo dengan senang hati mengajari wanita itu.
"Lain kali, ajari aku membuat kue, Kak," pinta Jojo.
"Hmm, tentu saja. Kau bisa main ke tempatku dan belajar langsung di sana," jawab Angelina.
Sebagai pemilik gerai brownies dan segala jenis olahan kue, Angelina memiliki skill mumpuni dalam bidang pertepungan.
Selain menjadi seorang aktris dan model terkenal, Angelina punya usaha sampingan yang lebih menghasilkan.
Mereka berdua memasak beberapa menu kesukaan penghuni rumah, Jojo juga memberitahu dengan jelas semua masakan yang Keenan sukai.
__ADS_1
Semakin sore, satu persatu saudara Kai pulang ke rumah. Mereka merasa heran atas keberadaan Angelina, namun tidak ingin banyak bertanya karena mereka sudah menebak jika Jojo yang mengajaknya datang.
Saat Kalingga pulang, Jojo meninggalkan dapur. Ia mempersilahkan Angelina beristirahat di kamar lama miliknya sambil menunggu tiga laki-laki yang baru pulang bekerja untuk membersihkan diri.
"Sayang, kau lelah?" tanya Jojo. Ia memeluk Kalingga dari belakang saat laki-laki itu berdiri di depan cermin dan melepas dasinya.
Kalingga berbalik, ia balik memeluk Jojo dan menciun kening istrinya.
"Hmm, bau bawang!" ledek Kalingga sambil tersenyum kecil. Jojo mncubit pinggang laki-laki itu dengan gemas.
"Aku mengajak Kak Angelina datang. Dia membantuku memasak. Kau tidak keberatan, kan, Sayang?" tanya Jojo. Ia mendongak sambil menatap wajah laki-laki yang lebih tinggi darinya.
"Kau bebas mengajak siapapun datang ke rumah ini, Sayang. Ini juga rumahmu," jawab Kalingga. Ia kecupan singkat di bibir istrinya.
"Mandilah, kita makan bersama," pinta Jojo. Ia melepas kancing kemeja suaminya dan mendorongnya masuk ke dalam kamar mandi.
Saat hendak berbalik, Kalingga kembali menarik tangan Jojo hingga wanita itu tersentak dan menabrak tubuhnya.
"Mau menemaniku?" tanya Kalingga. Laki-laki merasa sangat bersalah karena telah mengabaikan hak yang seharusnya sudah Jojo dapatkan di malam pertama mereka.
"Sayang, ada Kak Angelina. Dia pasti menunggu kita," tolak Jojo. Ia merasa tidak enak jika meninggalkan Angelina sendirian di lantai bawah.
Laki-laki itu dengan cepat melucuti pakaian yang Jojo kenakan. Tanpa bisa menolak, Jojo membiarkan laki-laki itu melakukan apa yang ia inginkan.
Satu-persatu pakaian telah terlepas dari tubuh keduanya, mereka menikmati hangatnya air yang keluar dari shower dengan tubuh saling berpelukan. Dengan penuh kelembutan, Kalingga bermain dan memanjakan istrinya dengan ciuman dan sentuhan penuh hasrat.
Tok ... Tok ... Tok ...
Suara ketukan pintu terdengar nyaring di telinga mereka. Seketika hawa panas di dalam kamar mandi berubah hambar.
"Sayang, mereka pasti menunggu kita," ucap Jojo di sela napasnya yang tersenggal.
"Ah, aku lupa. Kita akan menyelesaikannya nanti," ujar Kalingga. Mereka bergegas menyelesaikan ritual mandi dan keluar dari kamar.
Jojo memakai handuk kimono dan mengintip dari celah pintu, melihat siapa yang kini berada di depan pintu kamarnya.
__ADS_1
"Kakak Ipar, kau masih lama? Semua orang sudah menunggu," ujar Kai.
"Lima menit lagi," jawab Jojo. Ia hanya memperlihatkan seperempat wajahnya di celah pintu.
Bersiap dengan cepat, Kalingga dan Jojo segera turun ke ruang makan. Mereka duduk malu-malu karena keduanya sama-sama dalam keadaan rambut basah. Karena tergesa-gesa, Jojo bahkan tidak punya waktu untuk mengeringkan rambutnya.
Angelina, Keenan, Kylan dan Kai memandang dua orang itu sambil mengulum sersenyum.
"Ayo makan, kenapa melihatku seperti itu?" tanya Kalingga salah tingkah.
"Ya, ya. Ayo makan, semua makanan dingin karena kalian. Namun sepertinya hanya kalian yang merasakan kehangatan," ucap Kylan dengan sedikit bergumam, namun masih terdengar oleh telinga semua orang.
Keenan, Kai, dan Angelina hanya menunduk sambil menahan tawa. Semua orang kini berpikir jika sepasang pengantin baru itu menyempatkan diri untuk making love sebelum sampai di meja makan. Nampaknya, keadaan canggung Jojo dan Kalingga membuat suasana makan mereka berangsur membaik.
Jojo menyipitkan mata sambil menatap Kylan, memberi isyarat pada laki-laki itu jika ia akan membuat perhitungan.
"Apa hairdryer kalian rusak?" tanya Keenan dengan tersenyum tipis. Nada pertanyaannya terdengar seperti sebuah ejekan.
"Tidak!" jawab Jojo cepat. Jika saja keadaannya tidak mendesak, Jojo tidak akan mau keluar dari kamarnya dalam keadaan seperti ini. Ia sangat malu karena tidak hanya ketiga saudara Kalingga yang duduk bersama mereka, melainkan juga Angelina.
Pada akhirnya, mereka semua makan dengan tenang. Angelina tampak begitu perhatian pada Keenan, berkali-kali wanita itu menawarkan salah satu lauk untuk dicicipi oleh laki-laki itu.
"Ken, kau mau ini? Udang asam manis buatan Jojo, aku membantunya," ucap Angelina. Keenan ingin menolak, namun saat wajah laki-laki itu mendongak dan melihat Jojo membulatkan kedua bola matanya hingga hampir keluar, Keenan terpaksa menerima tawaran Angelina.
Sejauh ini, Angelina sudah melakukan segala cara agar bisa mendekati Keenan. Meskipun ia sering diabaikan, namun perasaannya tidak pernah berubah.
"Kak, terima kasih sudah mau mampir dan menemaniku memasak. Lain kali, kau juga bisa datang kapanpun kau mau," ucap Jojo sambil membereskan semua piring dan gelas di atas meja.
"Hmm, terima kasih kembali, Jojo. Kau pandai memasak, aku harus sering datang untuk kursus padamu. Boleh, kan, Ken?" Angelina melempar pertanyaan pada Keenan. Laki-laki yang duduk sambil menyeruput cappucino dalam cangkir itu terbatuk.
"Tentu saja boleh, Kak. Rumah ini akan lebih ramai jika kau datang," sela Kylan.
"Akan lebih ramai lagi kalau ada anak-anak kecil. Ah, pasti menyenangkan," timpal Kai.
"Ya, kita bisa minta Kakak membuat dua atau tiga anak. Rumah kita akan sangat asik nantinya." Kylan memberi ide.
__ADS_1
Mendengar hal itu, Jojo menelan ludahnya sambil mengusap wajah. Mengapa kini pembahasan mereka berlanjut pada hal semacam itu?
🖤🖤🖤