ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
POSITIF!!!


__ADS_3

Kai mengendarai motornya ke apotek terdekat, ia bahkan belum sempat mandi namun sudah keluar rumah demi Kakak iparnya.


Setelah sampai di apotek, Kai mengatakan pada apoteker jika ia ingin membeli test pack. Kebetulan, apoteker yang melayani adalah seorang wanita dewasa berusia kisaran tiga puluh tahun. Saat melihat Kai yang masih tampak seperti remaja SMA, apoteker tersebut curiga. Mengapa ada anak SMA membeli test pack sepagi ini?


"Mau yang mana?" tanya apoteker tersebut sambil memperlihatkan berbagai macam model test pack.


"Aku tidak tahu, aku beli semuanya," jawab Kai. Lagipula Kalingga tidak memberitahunya dengan rinci barang seperti apa yang ia beli, daripada salah dan harus kembali, ia membeli semuanya.


Melihat gelagat Kai tergesa-gesa, apoteker merasa curiga. Saat ia menerima beberapa lembar uang dari tangan Kai, apoteker itu bertanya, "Anak muda, apa ini untuk pacarmu?"


"Pacarku? Bukan! Ini untuk Kakak Iparku," jawab Kai. Matanya melotot lebar. Ia mendengus kesal sambil menerima uang kembalian.


"Dasar orang tua!" seru Kai. Ia melihat benda-benda yang terbungkus plastik, lalu membaca kegunaannya secara singkat.


"Tes kehamilan?" batin Kai.


"Pantas saja orang tua itu bicara seperti itu padaku. Dia pikir, laki-laki macam apa aku ini? Aku kan anak baik," batinnya kesal.


Sepanjang perjalanan pulang, Kai terus bergumam. Mengapa Kalingga tidak memberitahunya benda apa ini, jika ia tahu, ia pasti tidak akan mau membelinya.


Setelah sampai di rumah. Kalingga, Keenan dan Kylan sudah menunggu dengan tidak sabar. Kai menyerahkan satu plastik kecil berisi beberapa jenis test pack ke tangan Kalingga.


"Kalian tahu, orang tua di apotek itu menuduhku membeli benda ini untuk pacarku. Memangnya dia pikir aku anak nakal?" protesnya kesal.


"Hahaha, untung saja Kau yang disuruh," jawab Kylan sambil tertawa.


"Kalau tahu seperti itu, aku tidak akan mau membelinya!"


"Apa kau tidak ikhlas?" tanya Jojo. Mendengar pertanyaan itu, Kai diam seketika. Membantah Jojo hanya akan menimbulkan masalah.


Saat membuka bungkus plastik pemberian Kalingga, Jojo terkejut. Padahal ia hanya membutuhkan satu test pack, dan Kai membeli lima test pack sekaligus dengan tiga jenis dan beberapa merek. Jojo merasa Kai sudah sangat baik membantunya, ia tidak ingin protes lagi dan membuat bocah itu marah.

__ADS_1


"Apa aku perlu membantumu?" tanya Kalingga.


"Aku bisa sendiri, Sayang."


Jojo masuk ke dalam kamar mandi, ia menampung urine miliknya dan menggunakannya pada tiga jenis test pack sekaligus agar hasilnya lebih meyakinkan. Sementara itu, empat laki-laki sedang menunggu dengan gelisah di depan pintu kamar mandi.


"Kenapa Kakak Ipar lama sekali?" tanya Kai.


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, aku suaminya," gumam Kalingga.


"Bagaimana jika test packnya tidak berfungsi?" tanya Kylan.


"Apa kau membelinya dengan benar?" Keenan bertanya pada Kai.


Setiap detik terasa seperti berjam-jam, mereka menunggu dengan tidak sabar hingga bergeser duduk di sofa, bersandar di dinding, hingga ada yang berselonjor di lantai. Saat terdengar pintu kamar mandi akan terbuka, keempat laki-laki itu kembali mendekat.


"Bagaimana hasilnya?" tanya Kalingga. Terlihat dari raut wajah Jojo, mereka berempat pun makin penasaran.


"Untukku mana?" tanya Kalingga. Mengapa malah adik-adiknya yang dapat?


"Apa artinya ini?" tanya Kylan. Mereka bertiga melihat dua garis merah pada alat test pack yang dipegang.


"Aku hamil," bisik Jojo di telinga Kalingga. Laki-laki itu melotot lebar, ia berteriak senang dan mencium kening Jojo.


"Hei, jangan senang sendiri. Apa ini artinya Kakak Ipar hamil?" tanya Kai. Jojo mengangguk dengan senyum lebar.


"Yes! Yes! Yes!" Kylan berseru senang.


"Ah, kita akan punya keponakan!" Keenan, Kylan dan Kai berpelukan, mereka melompat bersama dan bersemangat menyambut kabar gembira ini.


Kalingga menggendong tubuh Jojo dan membaringkannya di atas tempat tidur. Ia sangat senang dan bergabung untuk berpelukan bersama ketiga adiknya.

__ADS_1


Pemandangan ini sangat Jojo rindukan, saat di mana empat bersaudara saling berpelukan dan tertawa bersama. Sejak kepergian Merlinda, ia hampir tidak pernah melihat adegan ini. Dan kabar kehamilannya membawa kebahagiaan untuk semua orang.


"Kita akan ke rumah sakit untuk memeriksa kesehatanmu dan calon buah hati kita. Aku bahagia, Sayang," ucap Kalingga. Ia tidak bisa berhenti menunjukkan kebahagiaannya dan memeluk Jojo berkali-kali.


"Ah, Kakak Ipar. Senangnya aku akan punya keponakan," ujar Kai senang.


"Kalian semua senang?" tanya Jojo.


"Tentu saja, ini kabar baik dan harus dirayakan," jawab Keenan.


Jojo segera menelepon orang tuanya, ia harus memberitahu kabar bahagia ini pada mereka. Kabar hadirnya calon cucu ini tentu tidak bisa dilewatkan, karena inilah yang ditunggu-tunggu oleh semua orang.


🖤🖤🖤


Kalingga memutuskan untuk mengambil cuti dari semua pekerjaannya hari ini. Ia pergi mengantar Jojo ke rumah sakit, sementara Keenan dan Kylan tetap harus bekerja.


Hari ini, Kai berniat ikut pergi ke rumah sakit bersama Jojo dan Kalingga, namun Kakaknya melarang karena bocah itu seharusnya datang ke kampus untuk melakukan kegiatan mahasiswa baru.


"Kabari aku, Kak. Aku menunggu kabar baik dari calon keponakanku," ujar Kai sebelum pergi.


Kalingga menyuapi Jojo bubur ayam pemberian Kylan sebelum mereka berangkat. Dan itu membuat Jojo semakin bahagia menikmati momen kehamilannya.


"Mereka tampak senang," ucap Jojo.


"Tentu saja, kita akan punya anggota keluarga baru. Mereka juga tidak sabar menantikannya. Anak ini akan membawa kebahagiaan di rumah ini, Sayang." Kalingga mencium kening Jojo dengan mesra.


Jojo tidak makan terlalu banyak, ia hanya makan beberapa suap untuk mengisi perut. Karena makan banyak hanya akan membuatnya merasa mual.


Mereka segera berangkat ke rumah sakit sebelum hari makin siang. Kalingga dan Jojo sangat tidak sabar mendengar penjelasan dokter tentang calon buah hati mereka.


🖤🖤🖤

__ADS_1


__ADS_2