
Kalingga terus membujuk Jojo, meminta gadis itu mencari teman atau orang lain yang bisa membantunya mengurus rumah. Paling tidak, Jojo tidak perlu mengepel lantai, mencuci pakaian dan piring atau membersihkan halaman dan melakukan semua pekerjaan rumah seorang diri.
"Tidak, Kak. Aku masih sanggup," tolak Jojo mentah-mentah.
Kalingga melakukan semua ini karena ia ingin Jojo bisa bersantai, menikmati waktu istirahatnya dengan tenang dan tidak terlalu lelah.
"Baiklah, aku tidak memaksa. Tapi jika suatu saat kau lelah dan butuh bantuan, aku akan mencari orang untuk menggantikan semua pekerjaan ini," ucap Kalingga menyerah.
Laki-laki itu menemani Jojo hingga ia selesai membereskan semua peralatan dapur dan meja makan. Setelah itu, Kalingga meminta Jojo untuk istirahat, hari ini begitu melelahkan dan Kalingga tidak ingin gadis itu melakukan apapun lagi.
"Aku akan tidur cepat, Kak. Kau juga harus istirahat," ucap Jojo sebelum ia masuk ke dalam kamarnya.
Di ruang tengah, Keenan, Kylan dan Kai sudah berkumpul sambil menonton acara televisi. Mereka semua asik menikmati makanan ringan yang Jojo sediakan untuk waktu bersantainya.
"Dia akan memarahi kalian jika makanan itu habis," tegur Kalingga.
"Dia yang makan paling banyak." Kai menunjuk Kylan.
"Enak saja, kau yang paling banyak!"
"Sudah, cukup. Kalian harus mengganti makanan itu sebelum Jojo menyadarinya." Kalingga menghentikan perdebatan sebelum keributan dimulai.
Kalingga duduk di samping Kai dan bergabung. Kini ia merasa dan tidak bisa berpikir jernih.
"Kau tidak bisa melamarnya besok, Kak. Waktunya terlalu mendadak," ucap Keenan pada Kalingga.
"Itu waktu yang tepat, aku akan melamarnya. Lebih cepat, lebih baik." Kalingga bersikeras, ia tidak mau membuang-buang waktu terlalu lama.
Tidak ada yang berani membantah, Kalingga tidak akan menerima saran jika itu berupa penolakan. Apapun yang terjadi, Kalingga menginginkan semua berjalan sesuai apa yang ia inginkan.
__ADS_1
Mereka berempat mulai berpikir, besok malam adalah hari baik bagi Jojo karena gadis itu akan tampil secara live di pagelaran fashion besar, dan mereka bisa memanfaatkan waktu itu untuk melamar Jojo di depan umum.
"Tidak, aku tidak ingin hubungan kami terlalu terbuka di muka publik. Bagaimanapun, kami belum mendapatkan restu dari orang tua Jojo," tolak Kalingga.
Benar apa yang laki-laki itu katakan, sebelum mendapatkan restu dari orang tua Jojo, lebih baik mereka tidak mengekspose hubungan itu di depan publik. Kalingga tidak ingin terlihat lancang bertindak tanpa pemikiran yang matang.
Setelah cukup lama diam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing, Kalingga akhirnya meminta adik-adiknya untuk menyiapkan kejutan di tempat lain setelah acara pagelaran fashion selesai.
Kalingga memilih tempat, dan semua yang dibutuhkan akan diurus oleh Keenan, Kylan dan Kai. Setelah rencana selesai dibuat, Kalingga berterima kasih pada merek semua, atas dukungan dan bantuan selama ini.
"Kami bahagia dan akan melakukan apapun untukmu, Kak. Jangan khawatir," ujar Kylan.
Semua masih mengingat dengan jelas bagaimana perjuangan Kalingga selama beberapa tahun terakhir sejak mereka harus memaksakan diri untuk hidup mandiri.
Dan kini saatnya mereka untuk membalas semua yang Kalingga lakukan. Bantuan mereka mungkin tidak sebanding dengan apa yang sudah Kalingga berikan, namun paling tidak, mereka ingin membuat satu-satunya orang yang berperan sebagai seorang kakak dan orang tua itu untuk bahagia, mewujudkan mimpi dan cintanya.
"Di mana kita bisa memesan kue ulang tahun di tengah malam seperti ini?" tanya Kylan.
"Lagi pula kau tidak becus sama sekali. Mencari tahu hari ulang tahun Jojo saja tidak bisa, mana uang Kakak sudah kau kuras pula!" Kylan mulai mengomeli adiknya.
"Hei, apa kau bilang? Aku bahkan membeli brownies kesukaan Jojo, membeli sup buah, merayunya, mencuci piring, dia tetap tidak memberitahuku. Jangan menuduhku tidak becus!" ketus Kai.
"Jika kalian tidak berhenti bertengkar, silahkan kembali ke kamar!" tegas Kalingga. Ia membuang napas kasar melihat tingkah kedua adiknya. Jika Kai, Kylan dan Jojo disatukan dalam sebuah ruangan, mungkin ruangan tersebut bisa tercipta sebuah gunung berapi. Mereka bertiga sangat cocok.
Keenan menggaruk kepalanya sambil memperhatikan tiga orang yang saling membuang muka. Hidup mereka berempat memang sangat unik, meski dengan sikap, sifat dan kepribadian yang berbeda, mereka selalu bisa kompak bersama. Dan kehadiran Jojo membungkus semua perbedaan dengan begitu rapi dan lengkap.
Keenan menyadari ponselnya berdering, dan itu adalah panggilan dari seseorang yang sangat ia kenali.
"Angelina," gumam Keenan. Menyebut nama itu, ide cemerlang terlintas di benaknya.
__ADS_1
"Hai, Angelina. Ada apa?" Keenan mengangkat telepon.
"Hanya ingin tahu keadaanmu. Apa Jojo senang mendapatkan tanda tanganku?" tanya Angelina.
"Tentu saja, dia sangat senang. Aku sudah sehat, jangan khawatir." Hmm, bisakah aku minta tolong sesuatu padamu?"
"Katakan!"
"Besok adalah hari ulang tahun Jojo. Kami baru mengetahuinya malam ini, apakah kau bisa mengirim kue ulang tahun ke rumahku pagi-pagi sekali?"
Angelina tampak diam beberapa saat dan berpikir.
"Baik, aku akan mengusahakannya," sanggupnya.
Angelina adalah pemilik salah satu toko kue yang sudah cukup terkenal, memiliki beberapa cabang dan brand sendiri, membuat usaha wanita itu begitu laris.
Membantu Keenan juga merupakan hal yang sangat menyenangkan baginya, karena dengan begitu, ia bisa dekat dengan laki-laki itu.
"Aku sudah membereskan masalah kita!" seru Keenan pada ketiga saudaranya.
"Hei, Angelina terlihat begitu baik. Dan kau mengabaikannya jika tidak sedang butuh, ada apa?" tanya Kalingga penasaran.
"Kata Jojo, mantan itu tidak untuk dikenang. Lebih baik terima saja Angelina jadi pacarmu, Kak. Kau dan Kakak bisa menikah dihari yang sama." Kai memberi saran.
"Kalian sama saja dengan Jojo!" ucap Keenan kesal. Ia bangkit dan pergi meninggalkan ketiga saudaranya.
Kai tidak pernah menceritakan pada Keenan jika ia sempat bertemu Callista beberapa kali saat datang ke kantor agensi Jojo. Kai takut jika Keenan masih menyimpan rasa dan kembali bersama dengan wanita yang pernah berkhianat padanya.
Meski tidak merasakan patah hati secara langsung, Kai tidak ingin tinggal bersama orang yang tidak ia sukai. Callista sudah pernah berkhianat, dan masih ada kemungkinan jika kesalahan yang sama akan kembali terulang.
__ADS_1
Setelah Keenan pergi, satu persatu dari mereka mulai membubarkan diri. Kalingga mulai merasa gelisah, apakah Jojo akan menerima lamarannya meski baru menjalin hubungan selama satu mingguan?
🖤🖤🖤