ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Calon Nyonya Rumah


__ADS_3

Jojo mengetuk pintu kamar Kylan sambil bernyanyi lirih, suasana hatinya sangat bagus dan ia sedang sangat ingin tahu tentang apa yang Kylan lakukan.


"Hmm." Kylan membuka pintu, menatap dengan mata menyipit ke arah Jojo.


"Kau bilang kau akan tidur? Kenapa tidak tidur?" tanya Jojo.


"Aku baru selesai mengirim beberapa file untuk klien. Satu menit sebelum menjatuhkan tubuhku di atas kasur, kau mengetuk pintu," jelas Kylan.


"Mari kita bicara hal yang serius. Ada yang ingin ku tanyakan padamu."


"Lima menit. Baiklah, silahkan masuk." Kylan membuka pintu kamarnya lebar.


"Kita bicara di lantai bawah."


"Aku malas turun tangga."


"Oh, ya. Biasanya Kakak suka kembali ke rumah tiba-tiba hanya untuk bilang cinta padaku. Kau pasti tahu apa yang akan terjadi jika dia tahu kita bicara di dalam kamarmu berdua."


"Ah, sial." Kylan menggaruk kepalanya lalu mengikuti Jojo menuruni anak tangga.


Jojo menyalakan televisi dan memberi Kylan makanan ringan. Ia meminta laki-laki itu duduk di sofa depan televisi.


"Ngomong-ngomong, apa yang kau ajarkan pada Kakak? Sikapnya jauh berubah dari sebelumnya," tanya Jojo.


"Pelajaran pertama yang aku berikan adalah tentang cinta dan wanita. Kenapa kau ingin tahu sekali, Jojo."


"Karena aku penasaran!"


"Apa kalian baru melakukan sesuatu yang menarik? Aku bisa menangkap gerak gerik Kakak yang siap menerkammu," tanya Kylan bersemangat. Ia menatap Jojo dengan kedua alis yang digerakkan.


"Menerkamku? Kau pikir aku tikus dan dia kucing?"


"Tidak, kau rusa dan dia singa. Kucing identik menerkam tikus untuk dijadikan mainan. Singa lebih ganas."


"Kau membuatku takut, Kylan!"


"Jangan takut, jangan takut. Kakak tipe orang yang sangat sabar."


"Berdasarkan pengamatanku, dia tidak seperti yang baru saja kau katakan."

__ADS_1


"Kau tahu, Jo. Biasanya, orang yang tidak pernah jatuh cinta dan mengekang perasaannya hanya untuk dirinya sendiri, saat jatuh cinta rasanya seperti gunung yang meledak. Mengeluarkan seluruh perasaannya pada satu orang, panas dan berapi-api," ungkap Kylan.


"Saat kau tidak pernah mencintai seseorang dan tidak pernah jatuh cinta, maka saat cinta itu datang, dunia seperti milikmu, dan dia adalah satu-satunya penghuni yang hidup bersamamu."


"Kau juga merasakan hal yang sama, bukan? Bedanya, wanita identik malu-malu kucing. Gayanya sok malu padahal mau," lanjut Kylan.


"Tidak, aku tidak tidak seperti itu," bantah Jojo.


"Akui saja."


"Tidak." Jojo menggeleng cepat.


"Huh, dasar!"


Pada akhirnya, Kylan mengatakan pada Jojo jika dia tidak mengajarkan apapun pada Kalingga. Bahkan mereka hanya membahas kejutan ulang tahun serta rencana lamaran, tidak lebih dari itu.


Meski Kylan tidak mengaku, Jojo tidak mudah mempercayai hal itu. Kylan dan Kai sama saja, mereka sulit dipercaya.


Setelah selesai berbicara, Kylan bangkit dan hendak kembali ke kamarnya. Namun ia menghentikan langkahnya saat mendengar suara bel pintu rumah mereka berbunyi.


"Apa Kakak kembali pulang?" tanya Kylan.


"Aku tidak ada rencana bertemu teman hari ini. Siapa yang datang pagi-pagi sekali," gumam Kylan sambil duduk di tengah tangga. Ia ingin tahu siapa yang tiba-tiba datang ke rumah mereka.


Jojo membuka pintu, dan menemukan seorang wanita berdiri di depan pintunya. Jojo merasa ada hal buruk akan terjadi.


"Selamat pagi. Ada yang bisa ku bantu?" tanya Jojo dengan senyum sedikit memaksa.


"Apa Kalingga sudah pergi?" tanya Olivia.


"Sudah, satu jam lalu."


"Sepagi ini? Aku tidak percaya." Olivia menyerobot masuk dan menyenggol pundak Jojo dengan sengaja hingga membuat tubuh gadis itu goyah dan mundur.


Jojo hanya menarik napas panjang dan mengembuskannya perlahan, ia memejamkan mata sesaat lalu berbalik dengan memasang wajah tersenyum.


"Bukankah Jojo sudah bilang jika Kakak sudah pergi?" tanya Kylan tiba-tiba. Ia berdiri menghadang Olivia di bawah anak tangga.


"Kenapa dia pergi sepagi ini? Aku akan cek ke dalam kamarnya."

__ADS_1


"Nona, itu tidak sopan!" tegur Jojo. Bagaimana bisa orang asing keluar dan masuk ke rumah mereka seenaknya.


"Hei, siapa kau bicara padaku seperti itu?" tanya Olivia dengan nada sinis.


Kylan tertawa mengejek pada Olivia saat mendengar wanita itu berkata sinis pada Jojo.


"Dia calon nyonya rumah ini. Kau harus menghormatinya." Kylan berkata dengan senyum tersungging di bibirnya. Sementara Jojo, gadis itu melotot lebar dan menggeleng samar, memberi isyarat pada Kylan untuk tidak mengatakan apapun yang dapat memicu masalah baru.


"Apa? Aku tidak salah dengar?" tanya Olivia tidak percaya.


"Benar, apa perlu ku ulangi?"


"Hah, sejak kapan babu bermimpi jadi ratu? Ini tidak masuk akal."


"Hei, jaga bicaramu. Jika kau sudah selesai, silahkan pergi," usir Kylan.


Olivia tidak peduli, ia menerobos menaiki anak tangga dan membuka kamar Kalingga. Sementara Kylan tetap tenang sambil melihat wanita itu kesal.


"Jangan pernah kembali lagi ke rumah ini. Bye, bye!" Kylan melambaikan tangan saat Olivia kembali dan berjalan melewatinya.


Terlihat Olivia berjalan keluar rumah dengan kesal. Wanita masih sama saat pertama kali bertemu Jojo, masih angkuh dan tidak bisa menjaga tutur katanya.


Jojo bernapas lega saat Olivia sudah keluar dari pintu rumah mereka. Ia lalu menatap Kylan dengan wajah datar. Mengapa laki-laki itu tidak bisa menjaga mulutnya untuk tidak mengatakan sesuatu yang menimbulkan masalah?


"Menurutmu, apa yang akan terjadi nanti?" tanya Jojo dengan lirih. Kini ia mulai memikirkan Kalingga, kesulitan apa yang akan mereka hadapi selanjutnya.


"Dia akan mengadu pada orang tuanya. Biarkan saja," jawab Kylan tenang, seolah ia tidak mengkhawatirkan apapun.


Lagi-lagi, Jojo tidak bisa membantah apapun. Memarahi Kylan hingga mulutnya berbusa pun tidak akan bisa menarik kata-kata yang sudah Kylan lontarkan pada Olivia.


"Jangan menutupi apapun dari siapapun!" seru Kylan sebelum kembali ke kamar.


Kini Jojo berdiri sendirian di bawah anak tangga. Pikirannya sedang kacau, ia begitu mengkhawatirkan Kalingga dan yang lainnya. Jojo paham, orang tua Olivia adalah orang yang berjasa saat keluarga ini sedang dalam masalah besar, dan kelurga mereka menginginkan Kalingga menjadi bagian keluarganya untuk mendampingi Olivia.


Jojo tidak bermaksud untuk menutupi hubungannya dengan Kalingga, namun karena Olivia adalah orang yang berpengaruh, mereka seharusnya memilih waktu yang tepat dan membiarkan Kalingga sendiri yang berbicara pada wanita itu dari hati ke hati.


"Aaarrggggh!" Jojo menghentakkan kaki ke lantai lalu masuk ke dalam kamarnya. Sementara Kylan, ia sedang santai berbaring di tempat tidurnya sambil bernyanyi, seolah tidak ada apapun yang baru saja terjadi.


Kylan tidak perlu menceritakan apapun pada Kalingga, karena saat mendengar Olivia bersuara di depan pintu rumah mereka, ia langsung menelepon Kalingga dan membiarkan ponselnya menyala agar kakaknya bisa mendengar sendiri apa yang sudah terjadi.

__ADS_1


🖤🖤🖤


__ADS_2