ANAK ASUHKU

ANAK ASUHKU
Kai Yang Ternoda


__ADS_3

Setelah semua sesi pemotretan berakhir, Jojo meminta Kai mengantarnya ke sebuah hotel untuk melihat-lihat. Gadis itu sudah menerima beberapa hotel rekomendasi dari Keenan dan Angelina, dan sore ini ia datang untuk menyiapkan segala keperluan di dalamnya karena orang tuanya akan datang besok siang.


"Wow, ini hotel bagus, Kakak Ipar. Pasti harganya mahal," decak kagum Kai.


"Harganya sewa satu minggu setara dengan uang jajanmu selama lima bulan," jawab Jojo. Kai melotot sambil menelan ludah.


Melihat Jojo sudah berjalan memasuki lift hotel, bocah itu berlari menyusul.


"Itu uang yang sangat banyak. Bagaimana jika aku saja yang menyewakan kamarku selama satu minggu. Kau hanya perlu membayar setara tiga kali uang jajanku," ucap Kai.


Jojo melirik Kai dengan tatapan sengit, ia tidak memberi jawaban apapun. Jika berbicara tentang uang, Kai memang paling ahli mencari kesempatan.


"Hei, Kakak ipar. Aku serius," ulang Kai sambil menggoyangkan pundak Jojo. Kini mereka berdua sedang menaiki lift menuju lantai atas.


"Jadi, maksudmu aku harus membayar tiga kali uang jajanmu untuk sewa kamarmu selama satu minggu?" tanya Jojo.


"Ya, lengkap dengan segala fasilitasnya. Tentu saja kau akan lebih senang karena kalian akan tinggal bersama selama satu minggu."


"Bagaimana jika aku tidak mau?"


"Aku memaksa!"


"Aku tidak mau!" seru Jojo.


"Ayolah, Kakak Ipar. Aku akan menurunkan harganya, diskon sepuluh persen khusus untukmu," rengek Kai. Jojo tetap menggelengkan kepalanya.


"Ah, Kakak Ipar. Bagaimana kalau diskon dua puluh persen?"


"Tidak, Kai."


Mendengar jawaban tegas dari Jojo, Kai cemberut dan memanyunkan bibirnya. Padahal, bagi Kai ini adalah kesempatan bagus untuk mendapatkan uang secara instan.


Lagi pula untuk menyewa kamar hotel ini dengan biaya yang fantastis tentu akan menyusahkan Jojo, dan Kai berpikir untuk membantu calon kakak iparnya dengan menyewakan kamar di rumahnya.


Setelah sampai di depan pintu kamar sesuai pesanan Jojo, gadis itu mengajak Kai masuk. Dengan pandangan takjub, Kai berkeliling kamar hotel bak apartemen dengan dua ranjang serta lengkap dengan fasilitas dapur dan ruang tamu.


"Wow, kamar ini keren!" seru Kai. "Ngomong-ngomong, kenapa pesan dua kamar dengan dua tempat tidur?" tanyanya.

__ADS_1


"Selama mereka di sini, aku juga akan tinggal di sini," jawab Jojo.


"Hah? Kenapa begitu?" tanya Kai terkejut. Ia bahkan tidak pernah mendengar rencana seperti ini, ia pikir Jojo akan tetap tinggal di rumahnya meski orang tuanya datang.


Jojo menjelaskan pada Kai jika dua orang yang akan menikah seharusnya tidak diizinkan bertemu selama beberapa hari sebelum hari pernikahan. Dan Kalingga nampaknya sudah setuju untuk melepaskan Jojo tinggal di hotel bersama kedua orang tuanya.


Dengan wajah kecewa, Kai tidak bisa membantah. Kini ia mulai berpikir bagaimana sepinya rumah mereka tanpa Jojo selama beberapa hari. Ia juga akan kebingungan karena harus bergantian mengerjakan pekerjaan rumah bersama ketiga kakaknya.


"Lalu siapa yang akan memasak untuk kami nanti?" tanya Kai.


"Kalau kalian tidak suka beli, aku akan memasak dan mengirim menu sarapan setiap pagi. Tenang saja, aku tidak akan lari dari tanggung jawabku," ucap Jojo dengan senyum lebar.


"Ah, Kakak Ipar. Kenapa kau tega sekali," keluh Kai. Ia membanting tubuhnya di atas sofa besar lalu menyalakan televisi.


"Siapa yang akan mencuci pakaian kami?"


"Jasa laundry bertebaran di mana-mana, Kai. Jangan manja!"


"Hmm."


Jojo menggelengkan kepala samar, rupanya kini empat laki-laki itu sangat menggantungkan diri padanya. Padahal, sebelum ia datang ke rumah mereka untuk menjadi maid, mereka terbiasa hidup mandiri. Namun semakin kesini mereka semakin manja.


"Seumur hidup kedua orang tuaku, mereka hanya menghabiskan waktu untuk bekerja di desa agar bisa membiayai hidup kami dan sekolahku. Aku ingin mereka menikmati hidup di masa tua. Bahkan harga hotel ini tidak sebanding dengan pengorbanan mereka untukku," jelas Jojo.


"Hmm. Jika aku boleh memilih, aku akan lebih senang menjadi sepertimu, Kakak Ipar. Meski hidup sederhana, kau tidak pernah merasa kurang kasih sayang. Tidak ada yang tahu bagaimana perasaanku menjalani hidup seperti ini," ucap Kai dengan pandangan kosong.


Jojo yang asik melihat-lihat isi kamar, menghampiri Kai dan duduk di samping laki-laki itu. Jojo merangkul pundaknya sambil tersenyum menguatkan.


"Ada aku, ada ketiga kakakmu. Jangan merasa sendirian," ucap Jojo.


Gadis itu merasa semakin terbebani sejak mengetahui kenyataan pahit tentang empat laki-laki itu, bahwa mereka bukanlah anak kandung dari Merlinda.


Jojo tidak tahu apa yang dimaksud Merlinda tentang usianya yang tidak akan bertahan lama, namun gadis itu yakin jika Merlinda sedang mengidap suatu penyakit berbahaya. Apa lagi tentang kenyataan bahwa Abraham adalah orang yang seharusnya bertanggung jawab atas segala masalah keluarga mereka di masa lalu.


Tanpa sadar, mata Jojo berkaca-kaca. Sebelum bulir bening sempat jatuh membasahi pipi, Kai buru-buru meliriknya dengan sinis.


"Jangan menangis. Aku tidak suka dikasihani, aku merasa nasibku terlalu menyedihkan jika kau menatapku begitu," ucap Kai.

__ADS_1


"Maaf," lirih Jojo. Ia menarik napas panjang dan tersenyum.


Setelah puas dengan isi kamar hotel dan berbagai fasilitas yang sudah disediakan, Jojo mengajak Kai kembali pulang. Gadis itu harus menyiapkan makan malam terakhir untuk mereka semua sebelum memutuskan berpisah sementara waktu.


🖤🖤🖤


Pukul tujuh malam, Jojo, Kalingga beserta yang lainnya sudah berkumpul di meja makan. Mereka menikmati makan malam bersama sambil bercerita.


"Oh, ya. Ini malam terakhir aku di rumah ini, mulai besok aku akan tinggal di hotel sampai hari pernikahan," ucap Jojo. Keenan dan Kylan menoleh serempak, mereka tidak tahu ada rencana seperti ini.


"Apa kau sudah tahu?" tanya Kylan pada Kai. Ia melihat adik bungsunya tidak bereaksi terkejut seperti dirinya.


"Aku baru tahu hal ini tiga jam yang lalu," jawab Kai.


"Kenapa harus begitu?" tanya Keenan.


"Aku memutuskan untuk berpisah dari Kakak kalian selama beberapa hari sebelum hari pernikahan. Kata orang, hal itu bisa menambah kesan istimewa saat pertemuan di atas pelaminan," jelas Jojo.


"Kalau begitu, Kakak saja yang tinggal di hotel. Jadi kau bisa tetap di rumah ini," ucap Kylan.


"Hei, apa kau mengusirku?" tanya Kalingga dengan mata melotot.


"Damai, Kak. Damai, kenapa kau sensitif sekali," ujar Kylan sambil meringis.


Kalingga mendengus sebal, ia hanya diam sampai makan malam berakhir. Setelah semua orang kembali ke kamar masing-masing, Jojo membereskan seluruh meja makan dan mencuci perlengkapannya. Gadis itu langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.


Hanya berselang beberapa menit sejak ia merebahkan tubuh, Kalingga tiba-tiba masuk tanpa mengetuk pintu.


"Kak, ada apa?" tanya Jojo langsung bangun dan duduk di tepi kasur.


"Ah, Sayang. Apa berpisah selama beberapa hari adalah satu-satunya pilihan? Mengapa kita harus melakukannya?" keluh Kalingga.


Laki-laki itu tiba-tiba mendorong tubuh Jojo dan menjatuhkannya di kasur. Namun yang lebih mengejutkan, Kai tiba-tiba berdiri di depan pintu kamar Jojo yang terbuka.


"Aaah, kalian menodai kepolosanku!" teriak Kai.


🖤🖤🖤

__ADS_1


Adegan yang membuat Kai merasa ternoda.



__ADS_2