
Dengan bangga, Reynald mengatakan jika dia sangat mengagumi sosok Jojo. Gadis muda berbakat, selain cantik, ia juga penuh talenta.
Kalingga berusaha untuk mengabaikan Reynald, mengabaikan pujian laki-laki itu pada kekasihnya. Kalingga merasa belum saatnya membongkar hubungan mereka, terlebih mereka masih tersendat restu Merlinda.
Jojo berjalan beberapa kali, berlenggak lenggok di atas panggung dengan gaun pengantin berbagai model. Gadis itu terlihat sangat santai dan menikmati acara ini meski baru pertama kali tampil secara live di tempat umum.
"Dia lumayan, keren juga!" puji Kylan sambil berbisik pada Keenan.
"Kita tidak salah pernah membawanya menjadi model Anyelir," jawab Keenan.
Sementara Kalingga, duduk dengan tegang karena Reynald tidak bisa berhenti membicarakan Jojo dengan begitu banyak pujian.
"Jika dia jomblo, aku punya rencana mendekatinya," ucap Reynald.
"Aaahh, berhenti membicarakannya," gumam Kalingga. Ia mulai tidak tahan.
"Kenapa? Kita kan teman, aku hanya ingin berkata jujur padamu."
"Dia punya pacar, tolong jangan melakukan apapun!" seru Kalingga.
"Benarkah? Wah, sayang sekali."
Acara demi acara berganti, Jojo sudah menyelesaikan pekerjaannya dan turun dari panggung pukul sepuluh malam untuk menemui Kalingga dan tiga laki-laki lainnya.
"Bagaimana penampilanku?" tanya Jojo pada Kylan.
Dengan bangga, Kylan mengangkat dua jari jempolnya di depan wajah Jojo. Gadis itu bertepuk tangan kecil dan tersenyum senang. Beberapa kamera wartawan mulai menyorot mereka dari kejauhan, tidak ada yang bisa menyembunyikan rasa penasaran atas hubungan yang terjalin antara model yang baru naik daun dengan keluarga Ken Caessa.
Jojo memilih duduk di samping Kai yang menyediakan tempat longgar dari pada duduk di samping Kalingga. Namun Kalingga malah semakin senang, jadi ia tidak perlu susah-susah menjauhkan Jojo dari Reynald.
Setelah acara selesai dan ditutup dengan pemotretan bebas dari para awak media, Jojo menggandeng Kalingga di sampingnya. Gadis bergaun putih dengan pola brokat di bagian punggung itu tidak canggung meski kamera menyorotnya dan berulang kali mengambil gambar dirinya bersama Kalingga.
"Kau tidak apa-apa jika semua orang tahu hubungan kita?" tanya Kalingga sambil berbisik pada Jojo.
"Kita tidak perlu mengatakannya, Kak. Dan kita juga tidak perlu bersembunyi," ucap Jojo sambil tersenyum.
Jojo tidak lagi malu bersanding dengan Kalingga, karena kini ia bukan hanya seorang maid dan pengasuh, ia adalah seorang model ternama. Merlinda harus melihat dirinya dan menarik semua penghinaan yang pernah ia lontarkan.
__ADS_1
Semua orang bergilir dan bergantian agar bisa berfoto bersama Jojo, gadis itu dengan baik hati menerima siapapun yang ingin berkenalan dan meminta tanda tangan, Jojo juga tidak ragu berfoto bersama orang-orang di sekelilingnya. Hanya saja, ia akan menjaga jarak saat berfoto bersama seorang laki-laki. Karena jika tidak, ia akan mendapat masalah besar karena kecemburuan Kalingga.
Tidak terkecuali Reynald, ia juga berebut foto bersama Jojo. Namun karena suasana ramai dan sesak dengan para wartawan, Kalingga tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa melihat kekasihnya menjadi bintang malam ini.
"Lihat, aku punya beberapa lagi koleksi foto dengannya. Selain cantik, dia juga ramah dan sopan. Aku semakin kagum," ujar Reynald di samping Kalingga.
Laki-laki itu tidak sadar, jika orang di sampingnya sedang berapi-api dan terbakar api cemburu.
"Hei, bisa pinjam ponselmu?" tanya Kalingga.
"Ponselku? Untuk apa?"
"Ponselku mati, aku harus menghubungi seseorang di rumah kami. Sepertinya ada sesuatu yang aku lupakan," ucap Kalingga beralasan.
Tanpa menaruh rasa curiga dan keraguan, Reynald menyerahkan ponselnya pada Kalingga begitu saja.
Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, Kalingga menjauhi Reynald dan membuka galeri ponsel laki-laki itu. Rupanya, Reynald juga menyimpan beberapa foto Jojo yang ia ambil dari situs internet. Kalingga dengan cepat menghapus semua foto Jojo di galeri ponsel Reynald, termasuk beberapa foto yang baru saja diambil.
"Aku tidak akan membiarkan ini," batin Kalingga kesal.
Laki-laki itu tidak bisa mengendalikan rasa cemburunya, namun ia juga tidak bisa melakukan banyak hal. Karena Kalingga sadar, kini Jojo bukan gadis biasa.
Kalingga memijat pelipisnya dan mendengus kesal. Ia tidak menyangka jika perasannya akan sekuat ini. Jika saja cemburunya itu adalah api yang nyata, maka gedung ini pasti sudah menjadi abu karena perasaannya.
"Kak, kenapa di sini?" tanya Jojo.
"Ah, kau mengejutkanku, Sayang." Kalingga memegang dadanya, ia kemudian memeluk Jojo sesaat, meyakinkan diri jika gadis ini hanya akan menjadi miliknya.
"Kau terlihat gelisah, Kak. Ada apa?"
"Tidak, aku hanya ...."
"Cemburu?" tebak Jojo.
"Sayang, maaf. Mungkin ini karena aku terlalu mencintaimu, aku seperti tidak rela ada laki-laki lain di dekatmu."
Jojo mengulum senyum dan memegang kedua tangan Kalingga. Gadis itu memiringkan kepalanya, menatap Kalingga dengan senyuman penuh makna.
__ADS_1
"Jangan menatapku seperti itu. Aku sadar sikapku terlalu berlebihan," ujar Kalingga malu. Ia merasa seperti menjadi laki-laki lemah, tidak bisa mengendalikan diri dengan baik demi pujaan hatinya.
"Sudahlah, ayo pulang," ajak Jojo.
"Dengan senang hati, Sayang. Aku lebih suka jika kita menjauh dari para lelaki yang memandangmu penuh minat," gumam Kalingga sambil menggandeng Jojo keluar dari gedung
"Ngomong-ngomong, ke mana yang lain? Aku kehilangan mereka," tanya Jojo.
"Mereka ada tugas penting."
"Dan ke mana kita akan pergi, Kak? Ini bukan jalan pulang."
"Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat, kau akan menyukainya."
"Ah, kejutan apa lagi ini?" batin Jojo. Gadis itu tersenyum gembira, hari-harinya kini dipenuhi dengan kejutan dan kebahagiaan.
Kalingga mengendarai mobilnya dengan cepat ke tempat yang sudah ia siapkan, sementara ketiga adiknya sudah berada di sana lebih dulu untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Saat kecepatan mobil berkurang dan Kalingga berbelok ke sebuah kafe yang sepi, Jojo mulai curiga.
"Sebelum turun, tutup mata dulu," pinta Kalingga. Ia memasang sapu tangan untuk menutupi mata Jojo. Gadis itu semakin tidak sabar dan penasaran.
"Kak, apa lagi ini?"
"Ini kejutan."
"Kau selalu memberikanku kejutan setiap waktu. Aku penasaran dan tidak sabar."
Kalingga menuntun gadis itu memasuki kafe, mereka berdiri di tengah-tengah ruangan terbuka dengan lampu berbentuk bintang yang menggantung di sekeliling mereka.
Beberapa orang sudah siap di atas panggung mini dengan alat musik mereka. Kai dan kedua kakaknya juga mempersiapkan meja dengan buket bunga berukuran sangat besar khusus untuk Jojo dan Kalingga.
Kalingga membiarkan Jojo berdiri, sementara ia berlutut dengan satu kaki di depan gadis itu. Saat Kai membuka ikatan yang menutupi mata Jojo, gadis itu terkejut dengan apa yang Kalingga bawa untuknya.
"Jovanka, maukah kau menikah denganku?"
🖤🖤🖤
__ADS_1