
Kalingga menggandeng Jojo menuruni anak tangga, ia bahkan bersikap seolah-olah tidak ada orang yang menyapanya.
"Kakak!" Kai mulai bertingkah.
"Sayang, sepertinya rumah kita ada hantunya," gumam Jojo.
"Hantu? Pasti menakutkan sekali wajahnya," jawab Kalingga. Mereka berjalan melewati Kai begitu saja. Sementara bocah itu hanya mendengus kesal sambil menyipitkan mata.
Setelah Kalingga dan Jojo hampir sampai di pintu utama, mereka ingat jika sopir hari ini sedang libur. Dan mereka pasti butuh bantuan untuk membawa barang-barang belanjaan mereka.
Seketika, Kalingga meminta Jojo menunggu dan ia berbalik memanggil Kai yang duduk manis di depan televisi.
"Kami akan pergi berbelanja, kau mau ikut?" tawar Kalingga.
"Bukan ke pasar tradisional, kan?" tanya Kai terlebih dahulu.
"Kami harus membeli kebutuhan calon keponakanmu. Kau mau ikut?"
"Yess! Tentu saja, aku tidak akan menolak," ucap Kai senang. Ia bersorak kegirangan dan berlari menaiki anak tangga. Bocah itu masuk ke dalam kamar secepat kilat untuk berganti pakain. Hanya kurang dari lima menit, ia sudah kembali menyusul Kalingga yang sudah masuk ke dalam mobil bersama Jojo.
Saat Kai melihat Kalingga dan Jojo duduk di kursi belakang, Kai membuka pintu bagian depan dan melihat sesuatu yang aneh.
"Ke mana sopir Kakak Ipar?" tanya Kai.
"Dia sedang berdiri dan bertanya. Ayo naik cepat, kita ke mall XXX," jawab Kalingga. Mendengar hal itu, lagi-lagi Kai hanya bisa menghenmbuskan napas kasar. Ternyata Kalingga dan Jojo mengajaknya karena sedang ada maunya.
"Dasar!" gumam Kai. Ia segera menutup pintu dan berpindah ke pintu samping kemudi.
Sejak masuk ke perguruan tinggi, Kai sudah mendapatkan izin mengemudi dari Kalingga dan mendapatkan hadiah berupa mobil pribadi untuk dirinya sendiri dari keempat kakaknya termasuk Jojo.
Sejak saat itu, Kai memang jarang menggunakan sepeda motornya dan hanya mengendarai motor itu saat ingin. Meski begitu, Jojo merasa senang karena kini Kai bisa menggantikan sopir pribadinya saat sedang dalam situasi mendadak.
__ADS_1
Dalam perjalanan menuju mall, Kai merasa gendang telinganya hampir pecah mendengar berbagai kalimat-kalimat mesra Kalingga untuk Jojo. Bocah itu berkali-kali memanyunkan bibirnya untuk mengejek rayuan Kalingga yang terdengar sangat tidak bermutu.
"Sepertinya berat badanku naik cukup banyak, Sayang. Aku juga ingin membeli baju baru untuk bersantai di rumah dan menyusui anak kita nanti," ungkap Jojo.
"Saat berat badanmu naik, berat cintaku juga semakin meningkat, Sayang," goda Kalingga.
"Oek!" Kai bertingkah seolah-olah ingin muntah.
"Mari menikmati perjalanan seolah-olah kita hanya berdua. Abaikan suara-suara tidak sopan yang terdengar dari arah depan," gumam Kalingga.
Jojo mengangguk dan tersenyum samar. Ia hanya melirik Kai sekilas dari kaca persegi panjang yang bertengger di atas kepala sopir dadakannya itu.
Setelah perjalanan lima belas menit, mereka bertiga telah sampai di tempat tujuan. Kalingga keluar dari mobil lebih dulu dan membuka pintu mobil untuk Jojo, sementara Kai hanya meringis melihat tingkah kakaknya.
"Apa aku boleh ikut masuk?" tanya Kai.
"Hmm, tentu saja. Memangnya siapa yang akan membantu kami membawa barang-barangnya?" tanya balik Jojo.
"Tergantung," jawab Kalingga. Ia segera mendorong adik bungsunya untuk berjalan lebih dulu, sementara dirinya menggandeng Jojo mengikuti Kai.
Setelah memasuki area mall, Kai berjalan dan memimpin rute belanja mereka.
"Ngomong-ngomong, ke mana tujuan pertama kita?" tanya Kai.
"Toko perlengkapan bayi. Apa kau tahu itu ada di sebelah mana?" tanya balik Jojo. Karena ia sudah berputar mengelilingi lantai dasar dan belum melihat yang ia cari.
"Tidak! Apa Kakak Ipar lupa kalau aku ini perjaka? Mana aku tahu hal seperti itu," keluh Kai.
"Aku tidak yakin kau perjaka," sela Kalingga.
"Kakak! Bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu? Aku ini adikmu!" seru Kai tidak terima. Memangnya Kalingga pikir ia laki-laki seperti apa sampai kehilangan keperjakaan diusia yang belum genap dua puluh tahun.
__ADS_1
"Hei, jangan keras-ksras. Gadis-gadis menertawakanmu," tegur Jojo. Kai bahkan nampak sangat serius menanggapi komentar Kalingga, ia lupa jika kini mereka sedang berada di tempat umum.
Sambil menggerutu kesal, Kai tetap berjalan dan naik eskalator. Ia mulai berjalan menjelajahi lantai dua, kemudian menemukan salah satu toko cukup besar yang menjual perlengkapan bayi.
"Silahkan masuk, aku akan tunggu di luar," ucap Kai.
"Kau harus ikut," ajak Jojo. Ia menggandeng lengan Kai dan menyeret paksa bocah itu.
"Kakak Ipar, aku tidak mau ada yang salah paham dan menuduhku yang bukan-bukan. Penjaga apotek menuduhku membeli test pack untuk pacarku, bisa jadi penjaga toko ini akan menuduhku membeli barang untuk anakku. Mereka memang tidak bisa melihat kealimanku," protes Kai meledak-ledak.
Jojo hanya mengulum senyum dan mengabaikan mulut adik iparnya yang hampir berbusa. Meski awalnya tidak berjalan baik, namun saat mereka sudah berada di deretan berbagai pernak-pernik lucu dan menarik tentang bayi, Kai menjadi orang yang paling antusias.
"Kita akan membeli untuk bayi laki-laki atau perempuan?" tanya Kai.
"Rahasia," jawab singkat Kalingga. Meski sudah mengetahui jenis kelamin calon buah hatinya sejak kandungan Jojo memasuki usia enam bulan, Kalingga dan Jojo merahasiakannya demi memberi kejutan pada ketiga saudaranya.
"Ah, Kakak. Aku akan pilih warna biru, netral untuk perempuan atau laki-laki," seru Kai. Ia memilih beberapa pakaian hangat juga topi dan kaos kaki.
Jojo dan Kalingga tidak kalah senang, mereka membeli banyak sekali barang-barang untuk bayi mereka yang akan segera lahir.
Sepuluh menit, dua puluh menit, hingga lewat dari satu jam, Kalingga dan Jojo tidak kunjung usai memborong keinginan mereka.
Kai bahkan sudah memilih satu keranjang penuh, sementara Kalingga dan Jojo hampir memenuhi empat keranjang.
"Memangnya anak kalian ada berapa? Kenapa membeli banyak sekali?" tanya Kai. Bocah itu tidak tahu rasanya bagaimana menjadi calon orang tua yang sedang menyambut anak pertama.
Karena lelah, Kai sampai duduk di lantai dan menunggu dengan sabar sampai dua orang itu menyelesaikan urusan mereka.
🖤🖤🖤
Si Bungsu nunggu Kalingga dan Jojo belanja.
__ADS_1