
Tanpa sadar, tangan Jojo terulur untuk memeluk Merlinda. Ia berusaha sebaik mungkin memahami perasaan wanita itu.
Meski perbuatan Merlinda terlalu kejam karena meninggalkan Kalingga dan ketiga adiknya tanpa kejelasan. Namun kesalahan tidak sepenuhnya ada pada diri wanita itu. Rasa sakit dan kebencian pada mendiang suaminya, tentu masih terbayang-bayang di pikirannya, karena pengkhianatan itu berlangsung lebih dari dua puluh tahun lamanya.
"Lalu, kemana perginya ibu kandung mereka?" tanya Jojo.
"Meninggal saat melahirkan Kai. Aku bahkan sempat menangis berhari-hari karena rasa bersalah dan kehilangannya. Dia seperti sahabat, saudara, bahkan aku menganggapnya sebagai adikku. Namun tidak menyangka jika semua itu hanya topeng."
Jojo memejamkan mata sesaat, entah mengapa hatinya turut tersayat perih.
"Aku akan memberitahu lokasi makam dan namanya nanti, tidak sekarang.
"Kai dan ketiga saudaranya tidak tahu apa-apa. Tapi anda seakan menghukum mereka atas kesalahan orang tua kandung mereka," ucap Jojo.
"Melihat mereka seperti melihat wajah Abraham dan simpanannya," jawab singkat Merlinda. Jojo tidak bisa banyak berkomentar, ia hanya bisa mengusap punggung tangan wanita paruh baya itu.
Beberapa saat kemudian, Merlinda batuk-batuk. Ia mengeluarkan sapu tangan dari sakunya kemudian menutup mulut. Jojo semakin terkejut saat melihat darah yang menempel di sapu tangan itu.
"Nyonya, kau sakit? Ayo masuk kembali," ajak Jojo. Merlinda menggenggam tangan Jojo dan tersenyum simpul.
"Penyakit ini semakin menggerogoti tubuh, aku tidak akan bisa bertahan lama. Aku mempercayakan anak-anakku padamu, hanya kau keluarganya saat ini. Katakan rahasia ini pada mereka setelah aku pergi nanti, sementara ini, tolong jaga rahasia itu baik-baik."
Jojo mengangguk dan berjanji. Ia menuntun Merlinda kembali masuk ke dalam rumah dan melihat anak-anak serta suaminya sedang bermain billiar.
"Kita harus pulang," ajak Kalingga.
"Apa kalian sudah selesai bermain?" tanya Jojo.
"Ya," sela Kylan. Rupanya mereka bermain hanya untuk mengisi waktu selagi Jojo bersama Merlinda.
Setelah semua berpamitan, Jojo bersama empat laki-laki itu pergi dari rumah Merlinda. Mereka langsung kembali ke rumah setelah mampir membeli beberapa box pizza.
Sesampainya di rumah, semua kembali ke kamar masing-masing untuk berganti pakaian. Setelah itu, kembali ke ruang tengah untuk menikmati malam yang santai.
"Apa Mama mengancammu lagi?" tanya Kylan pada Jojo. Laki-laki itu selalu berpikir buruk.
"Tidak, Kylan. Jangan berkata seperti itu," tegas Jojo.
__ADS_1
"Maaf," gumamnya pelan. Hanya saja, ia tidak bisa berpikir baik tentang Merlinda, apa lagi sejak awal ia sendiri paham bagaimana perlakuan Merlinda pada Jojo.
Mereka menonton televisi dan menikmati pizza hingga larut malam. Mereka membicarakan tentang kegiatan masing-masing untuk jadwal minggu depan.
Saat Keenan, Kylan dan Kai sudah kembali ke kamar masing-masing. Kalingga dan Jojo menikmati waktu bersamanya.
"Kak, ceritakan padaku masa kecilmu," pinta Jojo. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Kalingga.
"Kenapa? Apa Mama menceritakan sesuatu padamu?" tanya balik Kalingga.
"Tidak, aku hanya ingin tahu. Aku sudah menceritakan segalanya padamu, sekarang giliranmu."
"Hmm, sejak kecil aku terbiasa hidup mewah dan tercukupi. Saat itu Papa masih berjaya dengan perusahaannya. Hubungan keluarga kami sangat harmonis, seperti tidak ada keluarga yang bahagia selain keluarga kami," ucap Kalingga.
"Pasti kau juga sangat bahagia setiap kali Nyonya Merlinda hamil. Bahagia menantikan kelahiran anggota keluarga baru, aku sendiri sangat ingin punya adik," ucap Jojo. Gadis itu sedang mengobati rasa ingin tahunya.
"Ah, setiap kali Mama hamil dia akan ke luar negeri. Karena Mama bilang, dia harus menjalani pengobatan intens," jelas Kalingga.
"Ah, begitu." Jojo mnganggukkan kepala paham.
"Kenapa kau menanyakan hal itu, Sayang?" tanya Kalingga.
"Tidak, Kak. Aku hanya iri, kau punya tiga saudara sementara aku adalah anak tunggal. Dulu aku selalu kesepian di rumah sendirian saat ayah dan ibuku pergi ke sawah."
"Kalau begitu, kita akan membuat banyak anak nantinya. Supaya mereka tidak merasa kesepian sepertimu," ucap Kalingga mencubit pipi Jojo gemas.
Jojo melotot, mengapa ucapan Kalingga bisa melenceng jauh dari topik utama?
"Kembalilah ke kamar, Kak. Kau harus istirahat," pinta Jojo. Ia tidak mau pembahasan mereka meluber ke berbagai arah.
🖤🖤🖤
Pagi ini, Jojo dan Kalingga meluangkan waktu mereka di sela-sela pekerjaan untuk melakukan foto prewedding. Pesta pernikahan mereka akan digelar satu hari setelah hari wisuda Jojo. Dan semua urusan make up hingga gaun pernikahan adalah ide Angelina.
Mereka harus berangkat dari rumah pagi-pagi untuk datang ke studio foto, karena siang nanti Jojo harus syuting iklan dan wawancara.
Pukul delapan tepat, Jojo dan Kalingga sudah berada di studio. Sementara Jojo dirias, Kalingga sibuk melakukan meeting di depan layar laptopnya. Laki-laki itu harus menyelesaikan banyak pekerjaan sebelum hari pernikahannya, karena ia ingin mengambil cuti selama satu minggu dan berlibur bersama Jojo.
__ADS_1
Setelah hampir satu jam menunggu, seorang gadis keluar dari pintu ruang rias dengan gaun putih yang begitu cantik dan anggun. Kalingga menatap tak berkedip, seakan belum pernah melihat gadis secantik Jojo.
"Bagaimana?" tanya Jojo.
"Kau cantik, Sayang. Kau selalu cantik," puji Kalingga.
Hari ini mereka menjalani dua sesi pemotretan. Satu sesi menggunakan gaun pengantin dan satu sesi dengan pakai khusus yang sudah mereka siapkan jauh-jauh hari.
Keduanya menjalani pemotretan dengan semangat penuh kebahagiaan. Pada akhirnya, cinta mereka akan segera disatukan oleh ikatan pernikahan yang sah.
Pukul sebelas siang, pemotretan sudah selesai dan Kalingga mengantar Jojo ke studio selanjutnya untuk bekerja.
"Kak, kau bisa pergi ke kantor. Aku akan menelepon sopir dan memintanya menjemputku," ucap Jojo.
"Kau akan baik-baik saja?"
"Tentu, aku akan sampai di rumah pukul tiga sore."
Kalingga memeluk Jojo sebelum mereka berpisah, lalu ia segera ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Beberapa waktu terakhir, Jojo memang sangat sibuk dengan berbagai tawaran pekerjaan. Gadis itu bahkan harus menolak beberapa stasiun televisi yang mengundangnya karena jadwal yang penuh.
Hanya selang satu jam sejak kepergian Kalingga, rupanya Kai sudah sampai dan menemui Jojo.
"Hei, kau di sini? Ada apa?" tanya Jojo.
"Kakak memintaku datang. Lagi pula aku bosan di rumah," jawab Kai. Bocah itu sudah libur sekolah lebih dari satu bulan dan hanya tinggal menunggu hasil ujian nasionalnya keluar beberapa hari lagi.
Kejadian saat Jojo diculik oleh Olivia membuat Kalingga khawatir dan trauma. Ia berpikir jika Kai adalah satu-satunya orang yang bisa diandalkan untuk menjaga Jojo selama ia tidak di sampingnya.
🖤🖤🖤
__ADS_1