
Malam hari saat Jojo menyiapkan makan malam, Kylan datang dengan membawa satu pigura besar yang masih terbungkus kertas koran berisi banyak sekali foto Jojo saat pemotretan yang dibingkai menjadi satu. Pigura itu di cukup besar hingga membuat Kylan membutuhkan bantuan Kai untuk membawanya ke ruang makan.
"Wow, apa ini?" tanya Jojo.
"Ah, ini hadiah." Kylan menekuk punggungnya karena merasa nyeri. Ia meletakkan pigura itu di samping meja makan.
"Hadiah untukku? abesar sekali," ucap Jojo takjub. Tanpa banyak bicara, gadis itu membersihkan tangannya kemudian membuka hadiah pemberian Kylan dengan cepat.
Jojo sangat senang, ia melihat semua hasil terbaik pemotretan pertamanya saat menjadi model untuk brand Anyelir.
"Kau menyusun semuanya? Terima kasih." Jojo tersenyum senang.
"Ini adalah awal kau mengawali karirmu. Kau harus selalu ingat dari mana kau memulai," ujar Kylan. "Selamat atas keberhasilanmu hari ini," lanjutnya.
Dari arah lain, Keenan juga datang membawa hadiah. Laki-laki itu membeli boneka serta sebuah foto berukuran sedang. Di dalam foto tersebut, terdapat gambar Jojo dan Angelina sedang berpelukan dan tersenyum.
"Kak, dari mana kau dapatkan ini?" tanya Jojo. Ia membalik foto tersebut dan menemukan tanda tangan Angelina. Gadis itu sangat senang dan melompat girang.
"Foto siapa yang kau berikan?" tanya Kalingga. Ia merebut dengan cepat selembar foto di tangan Jojo.
"Kak!" seru Jojo dengan mata melotot.
"Maaf, aku pikir foto laki-laki itu," gumam Kalingga. Ia mengembalikan foto ke tangan Jojo dan meminta maaf. Kalingga pikir foto itu adalah foto yang sama seperti yang Kylan dapatkan sepulang dari Korea.
Mengabaikan Kalingga, Jojo berterima kasih pada Keenan. Ia sangat mengidolakan Angelina sejak pertama kali mereka bertemu. Dan Jojo merasa malu jika secara langsung meminta tanda tangan wanita itu. Namun tidak menyangka jika Keenan mendapatkannya.
"Aku mendapatkan foto itu dari seorang wartawan yang bekerja di studio tempat aku wawancara beberapa hari lalu. Dia memotret acara pembukaan Anyelir dan tidak sengaja memiliki fotomu bersama Angelina," jelas Keenan.
Semua orang memberikan hadiah yang sangat tidak terduga, kini hanya tinggal Kai yang merasa terpojok. Hanya dia yang tidak punya hadiah untuk diberikan pada Jojo.
Semua orang akhirnya makan malam dengan tenang. Jojo memasak beberapa menu, termasuk udang krispi, capcay kuah hingga ayam goreng kesukaan Kai.
"Besok malam jangan lupa datang, kalian semua diundang," ucap Jojo sambil membereskan piring setelah semua orang selesai makan.
Besok malam adalah pertama kalinya Jojo tampil secara live di sebuah acara pagelaran fashion besar. Ia diundang oleh salah satu designer gaun pengantin ternama, ia mempercayai Jojo sebagai model utama untuk memamerkan koleksi gaun terbarunya.
__ADS_1
"Wah, aku sangat bersemangat. Aku akan kosongkan jadwalku untuk datang," ujar Kylan.
"Kak, harusnya kau bisa memotret Jojo dan melakukan wawancara padanya secara eksklusif. Kau bisa mendapatkan uang dari itu." Kai memberi saran.
"Ah, tidak. Aku tidak mau memanfaatkannya," tolak Kylan.
"Bagus!" puji Kalingga. Tidak semua harus di jadikan sumber keuangan.
"Kenapa di pikiranmu hanya ada uang? Hadiah apa yang kau berikan pada Jojo?" tanya balik Kylan.
"Dia merebut kembali hadiahku. Dia bilang akan membelikanku sup buah. Nyatanya, dia mengambilnya kembali," gerutu Jojo kesal. Ia menggebrak meja di depan Kai dan membuat bocah itu terkejut hingga memegang dadanya.
"Ya Tuhan, Jojo. Jangan marah-marah, kau akan tua sebelum waktunya." Kai mengalihkan pembicaraan.
"Dasar, pemberi harapan palsu!" seru Jojo dengan mata menyipit.
"Salah sendiri, aku kan cuma mau kita adil. Aku memberimu sup buah, dan kau memberitahuku hari ulang tahunmu, itu saja!" seru Kai tidak sabaran. Tidak hanya uangnya yang habis, kesabarannya pun sudah lenyap.
Kalingga melirik Kai dan memberi kode, meminta agar adiknya tidak terlalu memaksa jika Jojo memang tidak ingin memberi tahunya. Kalingga tidak mau Jojo merasa tidak nyaman gara-gara ulah adik bungsunya.
"Dia bilang takut diguna-guna," sela Kai sebelum Jojo sempat menjawab.
Seketika Kylan tertawa, laki-laki itu menggelengkan kepalanya pelan. "Tanpa diguna-guna, kau sudah takluk dengan pesona Kakak," ucapnya.
Kalingga hanya mengulum senyum, merasa jika Jojo hanya sedang mencari-cari alasan yang tidak masuk akal. Di jaman yang canggih dengan berbagai teknologi seperti ini, mengapa masih ada orang yang berpikir untuk bermain guna-guna.
Jojo membuang napas kasar. Memang benar apa yang dikatakan Kyla, bahkan tanpa guna-guna, Kalingga sudah membuatnya tergila-gila.
"Katakan saja padanya, Jo. Kai tidak akan membiarkan hidupmu tenang selama dia belum mendapatkan apa yang dia inginkan," ujar Keenan.
Lagi pula misi semua orang di rumah ini sama, yaitu mengetahui hari ulang tahun Jojo agar mereka bisa menyiapkan kejutan untuk melamar gadis itu.
"Baik jika kalian memaksa. Besok adalah hari ulang tahunku!"
"Besok?" Kalingga melotot.
__ADS_1
"Besok?" Kai melongo.
"Besok?" Kylan menggebrak meja.
"Besok? Kau serius?" Keenan pun nampak terkejut.
Jojo berdiri mematung dengan lap meja di tangan. Gadis itu memandang empat laki-laki yang mengelilingi meja secara bergantian.
"Kalian kenapa?" tanya Jojo kebingungan.
"Ah, tidak. Hanya terkejut," jawab Kalingga.
"Ya, kami terkejut," timpal Kylan sambil mengusap wajahnya kasar.
Hari ulang tahun Jojo terlalu mendadak, dan mereka tidak bisa menyiapkan kejutan istimewa secara tiba-tiba seperti ini. Semua harus melalui persiapan matang dan berbagai rencana.
Jojo merasa aneh, namun ia tidak peduli. Gadis itu melanjutkan pekerjaannya dan mencuci semua piring dan gelas bekas makan mereka semua.
Sementara empat laki-laki di meja, hanya bisa diam dan sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.
Satu persatu adik-adik Kalingga mulai kembali ke kamar, mereka akan menyusun rencana setelah Jojo masuk ke dalam kamar. Setelah semua orang pergi, tinggal Kalingga yang bertahan di kursi sambil menunggu Jojo menyelesaikan pekerjaannya.
"Bagaimana jika kita mencari asisten rumah tangga baru, Sayang?" tawar Kalingga sambil memeluk gadis itu dari belakang.
"Tidak, Kak. Aku bisa mengatasi semua pekerjaan ini sendiri."
"Ini terlalu melelahkan. Kau sibuk bolak-balik ke kantor agensi, jadwalmu padat. Kau bisa sakit jika bekerja terlalu keras."
Jojo melepaskan diri dari Kalingga dan menghadap laki-laki itu. Ia menatap wajah penuh kekhawatiran di depannya.
"Kak, tenanglah. Aku baik-baik saja. Aku sudah cukup lega karena sidang skripsiku berjalan dengan baik, bahkan aku tidak perlu melakukan revisi lagi. Sekarang aku bisa fokus melakukan semua pekerjaanku," jelas Jojo.
Gadis itu menyukai pekerjaannya, tidak peduli bagaimana lelahnya ia setiap hari untuk mengurus empat laki-laki dan juga fokus pada profesi barunya. Jojo menikmatinya.
🖤🖤🖤
__ADS_1