
Menjelang sore hari Pangeran dan Laras sudah sampai di hotel yang berada di perbukitan. Sarah yang awalnya tidak ingin ikut, berubah fikiran ketika Bayu dan Ola akan ikut bersama mereka.
"Om Bayu,, bisa fotoin Laras sebentar. Pemandangan ini sangat cantik," ucap Laras yang merasa sangat takjub dengan pemandangan yang di suguhkan oleh alam.
"Siap putri cantik,, bagaimana jika kalian bertiga berfoto bersama ?"saran Bayu kepada Pangeran dan Sarah.
Pangeran yang masih kesal dengan Sarah merasa tidak berselera untuk berfoto bersamanya.
"Sayang, ayo kita foto bersama. Jarang jarang kan kita foto bertiga," ucap Sarah antusias.
Ola yang melihat Pangeran terlihat tidak nyaman dengan istrinya, ingin sekali mengatakan sesuatu. Tetapi dia masih memikirkan persahabatannya dengan Sarah.
"Em gays, aku masuk duluan ya.. aku ingin membersihkan diri dulu," ucap Ola.
Semua orang tersenyum kearah Ola..
"Bayu, foto kami yang bagus ya," ucap Sarah antusias.
Mereka bertiga berfoto layaknya pasangan yang paling bahagia.
Crek crek crek .. beberapa foto telah di ambil. Walaupun Sarah tetap di kursi rodanya, tetapi kecantikannya tidak di ragukan lagi.
"Waah mah,, pah,, lihatlah !! Ini keren sekali !?"ucap Laras merasa senang.
"Besok pagi Laras akan melukis disini saja pah!?"
"Apapun untukmu sayang," jawan Pangeran tersenyum pada putrinya. Lalu mereka berdua pergi kekamar hotel.
Sambil berjalan jalan, Sarah dan Bayu mengobrol.
"Hay Bayu, kenapa kalian masih tidak menikah sih ?"tanya Sarah iseng.
"Emm mungkin sebentar lagi Sarah, aku akan menghamilinya dan menikahinya," ucap Bayu merasa frustasi mengatasi Ola yang masih tidak bersedia untuk menikah.
Ola menolak untuk terikat oleh suatu hubungan karena karirnya lagi sangat memuncak.
Karena Sarah waktu itu harus berhenti sejenak disaat dia hamil dan mengurus anak. Karir Ola melonjak sangat pesat, bahkan sampai sekarang dia terus di banjiri oleh tawaran tawaran yang fantastis.
__ADS_1
"Apa yang kamu bicarakan Bayu, dia akan sangat kecewa denganmu," ucap Sarah mencoba menasehati.
"Aku harus bagaimana lagi Sarah, dia di tinggal tidak mau, di nikahi juga tidak mau. Aku harus bagaimana !? Jalan satu satunya dia harus ku hamili dulu, baru dia akan mau menikah denganku," ucap Bayu dengan mantap.
"Dia pasti akan menggunakan pil KB Bayu," ucap Sarah mencoba memberi tahu rahasia.
"Aku tahu Sarah, aku juga punya pil untuk melunakkan pil KB itu agar tidak efektif lagi. Aku sudah memikirkan ini Matang matang," ucap Bayu dengan mantap dan yakin.
"Kenapa kamu tidak mencari wanita lain saja Bayu ?"tanya Sarah kembali.
"Aku tahu, walaupun dia Begitu. Sebenarnya dia sangat mencintai aku," jawab Bayu.
"Heemmm, terserah kamu saja Bayu. Saran aku, mendingan kalian bicarakan duku soal ini hati ke hati," ucap Sarah memberi saranya.
"Terima kasih saranmu Sarah, aku akan memikirkannya kembali," jawab Bayu tersenyum.
Mereka berpisah dan memasuki kamar hotel mereka masing masing.
...
Disisi lain, entah perbuatan apa yang keluar elit itu lakukan. 3 mobil yang di pakai tuan Aska, Yuda dan juga mobil para bodyguard bisa bocor ban bersamaan.
Apalagi mereka berada di jalan setapak yang sepi. Hanya beberapa kendaraan yang lewat disana.
"Kita sebenarnya hampir sampai sayang, tapi entah mengapa mobilnya kok bisa bersamaan seperti ini bocornya," jawab Mumut yang merasa heran juga.
"Oh ya tuhaaaann,, nyamuk ada dimana dimana.. my baby sayang, kamu pakai ini ya baby agar tidak di gigit nyamuk," ucap Mama Lauren mencoba memberikan balsem.
"No nenek, itu balsem .. jika terkena kulit akan terasa panas !!?" Jawab Yuma.
"Tapi hanya ini yang nenek bawa, nenek lupa tidak membawa autan atau minyak kayu putih," ucap Mama Lauren merutuki dirinya sendiri.
"Sayang, jaket Yuma dimana ?"tanya Yuda kepada Mumut yang melihat putrinya hanya menggunakan kaos tanpa lengan.
"Ada di koper sayang, tadi siang Yuma menolak menggunakan jaket," jawab Mumut.
"Ya sudah, Yuma pakai jaket papah ya," ucap Yuda melepaskan jaket kulitnya.
__ADS_1
"Terima kasih papah," jawan Yuma tersenyum.
"Darling anakku, apa masih lama sayang ?"tanya mama Lauren kepada Yuda.
"Hemm, satu mobil lagi mah. Mobil mama yang bocor ada dua ban," jelas Yuda.
"Emm Yuda, kita berangkat duluan saja. Biar mobil terakhir ini di bawa oleh bodyguard, kasihan Yuma," ucap tuan Aska memberi saran.
Akhirnya, demi kebaikan tuan putri. Yuda setuju untuk meninggalkan 1 mobil dan 2 akan berangkat duluan.
Para bodyguard mencoba meyakinkan tuan mereka, bahwa mereka akan baik baik saja.
Di dalam mobil, Yuma terlihat sangat pucat. Perjalanan jauh dan melelahkan membuatnya kecapean. Apalagi ada acara ban bocor bersamaan.
"Pah, Yuma seperti sedikit demam," ucap Mumut kepada Yuda.
"Iya sayang," jawab Yuda setelah memeriksa kening Yuma.
"Apa kakak membawa persiapan obat ?"tanya Jaka.
"Ada dek, coba kamu cari di koper belakang. Raka bantu Oom kamu ya," ucap Mumut.
"Iya buk,," jawab Raka antusias. Walaupun dia sering bertengkar dengan Yuma, tetapi jika mendengar adiknya sakit, Raka akan terlihat sangat cemas.
Setelah mengobrak ngabrik isi koper, akhirnya mereka mendapatkan obat penurun panas.
"Buk ini obatnya !!"ucap Raka senang.
"Emm Yuma sayang minum obatnya, biar besok pagi sembuh dan kita bisa bermain," bujuk Mumut.
"Iya mah,," jawan Yuma dengan lemas.
Yuma lebih suka tidur di pangkuan Yuda. Yuda yang sangat sayang dengan anaknya itu jelas tidak akan menolak keinginannya.
"Uuuhh anak papa sayang, sini papa pangku. Sabar ya baby papa, sebentar lagi kita akan sampai, emuach," ucap Yuda mencium kening putrinya.
Karena lelah, mereka semua tertidur di dalam mobil.
__ADS_1
Di mobil lainnya, tuan Aska yang masih terjaga menggerutu dalam hati
"Jika bukan Yasmin, kami semua pasti sudah akan sampai," batin Tuan Aska merasa kesal karena dirinya amat teramat sangat lelah dengan perjalanan jauh ini.