
Ya tuhan, apa sebenarnya yang terjadi dengan keluarga ini. Duh, kepalaku jadi pusing sendiri.. Hemm baby J, kalian tenang disini dengan Tante ya, Tante akan menjaga kalian dengan baik, Ok ... "Paula
...
Di ruang tamu keluarga, semua orang berkumpul dan duduk bersama. Mumut sengaja mereka letakan dikamar supaya istirahatnya lebih nyaman.
..
Yuda menjelaskan kepada semua orang apa yang telah terjadi , Kenapa dan bagaimana ia bisa bertemu dengan Mumut.
Dan begitupun Raka. Ia menjelaskan bagaimana ia bisa bertemu dengan Mumut dan akhirnya terdampar ke Kalimantan.
Raka juga menjelaskan, jika sebenarnya ia terus memantau keadaan mereka dari kamera yang ia letakkan dianting Yuma.
Raka menjelaskan, bahwa ia sangat menyesal karena tidak pernah mengecek rekaman rekaman sebelumnya. Ia hanya melihat apa yang sedang terjadi saat itu juga. Raka dan Mumut menjelaskan bahwa mereka merasa semuanya baik baik saja tanpa kehadirannya dan ibunya.
Mama Lauren dan Yasmin berlutut dihadapan semua orang, mereka meminta maaf sedalam dalamnya. Karena sikap mereka, semua hal buruk ini harus terjadi.
"Sudahlah mah, Yasmin, kalian tidak perlu lagi bersikap seperti ini. Kami semua disini salah, kami semua juga menanggung apa yang sudah kita lakukan pada Yuma. Tugas kita sekarang, kita harus membuat Yuma mengerti mengapa kita semua melakukan semua ini," jelas Yuda membuat mereka semua menundukkan kepala dalam dalam.
"Laras akan mencoba untuk berbicara dengan Yuma pah, siapa tahu Yuma mau mendengarkan Laras?"
"Kita semua akan mencobanya," jawab Pangeran. Ia benar benar tidak menyangka jika respon putrinya Yuma akan seperti ini.
Semua orang hanya bisa membisu malam itu. Tak ada lagi yang saling menyalahkan, mereka semua bersatu untuk mencari jalan keluar masalah ini.
"Sayang, kita masuk kedalam dulu yuk? Kamu harus istirahat," ucap Jaka pada Yasmin. Jaka juga khawatir dengan kandungan istrinya.
"Iya Yasmin, lebih baik kamu istirahat dan begitupun untuk semuanya. Dan Tuan Suroto, saya harap anda bersedia untuk menginap malam ini," ucap Yuda.
"Baiklah nak Yuda, kami akan menginap malam ini. Saya berharap, semoga esok pagi kita semua dapat bahagia bersama ..."
"Amiiin ...."
.
__ADS_1
Yuda menghampiri istrinya yang sedang terlelap, ia singgahkan rambut yang menghalangi matanya. Terlihat wajah yang begitu sangat lelah dan rapuh. Yuda rebahan tubuhnya disampingnya istrinya yang mungkin sekarang sedang menangis pilu di alam bawah sadarnya.
"Semua akan baik baik saja sayang, percayalah, emuuach..." Yuda mengecup kening istrinya dengan sangat lembut.
.
Raka menemani adik adik kecilnya, ia selalu terjaga dan memandingi Triple Baby J.
"Hay Baby J, kalian tenang saja ya, esok pasti kakak kalian Yuma akan mau menggendong kalian. Kalian jangan nakal dan tidurlah dengan nyenyak," ucap Raka dengan lirih. Namun tiba tiba baby Jay terjaga dari tidurnya. Ia menatap Wajah Raka dan tersenyum.
Raka merasa sangat gemas dan menggendong baby Jay.
"Uuuhh,, Hay kenapa bangun sayang, apa ingin minum susu?"
Namun baby J hanya tersenyum.
"Emm sepertinya kamu sedang ingin dimanja ya, baiklah kakak akan menggendong kamu sampai kamu terlelap kembali .." Dengan perlahan Raka mengayunkan tangannya dan melantunkan beberapa sholawat untuk mengantarkan adiknya kedalam mimpi yang indah.
...
Di rumput yang tebal dan lampu taman yang remang remang, mereka rebahkan tubuh yang terasa letih.
Mereka menatap rembulan yang sangat terang dan indah.
"Aku tidak mengerti, apa sebenarnya yang terjadi dengan keluarga ini. Mumut pergi dan kalian dalam masalah, sekarang Mumut kembali tapi masalah semakin besar?" tanya Paula yang masih belum mengerti permasalahan mereka.
Paula belum tahu jika biang kerok dari masalah ini adalah Pangeran, pria yang ada disampingnya.
"Semua ini salahku ,,,"jawab Pangeran tanpa menatap Paula.
Paula mengerutkan keningnya. Ia menatap Pangeran dengan lekat lekat.
"Maksudnya?"
"Apa kamu tahu sejarahnya? Bagiamana aku dan Mumut pernah menikah?"tanya Pangeran dengan suara sendunya. Pangeran masih enggan untuk menatap Paula yang sedang memandangi wajahnya yang terpancar sinar rembulan.
__ADS_1
"Ceritakanlah kak, apapun itu, aku akan mencoba untuk menerimanya ..."
"Jika kamu ragu setelah mendengar semua ceritanya, aku rela jika kamu memang ingin mundur .."
"Ceritakanlah ,,"ucap Paula dengan suara yang begitu lirih. Antara siap dan tidak siap, namun Paula sangat penasaran dengan rantai hubungan yang terjalin di antara dua keluarga ini.
.
Pangeran menceritakan secara detail kepada Paula. Dari awal bertemu Mumut dan memperkosanya, sampai bertemu dengan Raka, sampai harus menikahi Mumut, sampai ia memadu Mumut, sampai ia telah kejam dan tidak adil kepada kedua istrinya. Sampai ia telah terlambat menyadari perasaannya, ia telah kehilangan Mumut.
Pangeran juga menceritakan soal kebohongan Yuda dan Mumut soal Yuma. Namun Pangeran tidak menyalahkan mereka, ia masih terus menyalahkan dirinya dan keegoisannya.
.
Dari semua kejahatan yang Pangeran ceritakan. Hanya satu yang menjadi perhatian Paula.
"Kak, apakah kamu masih mencintai Mumut?"tanya Paula dengan ragu ragu.
Kali ini, Pangeran membalas tatapan Paula. Terlihat mata Paula yang sedang menahan sebuah perasaan yang tak pasti.
Pangeran tersenyum, ia tersenyum untuk menertawai dirinya sendiri. Paula mengerutkan keningnya, ia masih belum mengerti arti senyuman Pangeran.
Pangeran menghela nafas berat dan kembali melihat rembulan.
"Aku tidak tahu Paula." Mata Paula membelalak mendengar ucapan Pangeran yang terpotong.
"Aku tidak tahu, apakah ini cinta atau hanya sebuah keserakahan dan egoisan. Namun yang jelas, meski Mumut menjanda, aku tidak akan mengkhianati Yuda. Cinta mereka kekal dan aku tidak ingin menghancurkan nama Yuda di hati Mumut."
Entah mengapa, hati Paula jadi tersentuh dengan sikap Pangeran. Meskipun awalnya ia jahat, namun Paula faham jika Pangeran melakukan semua itu karena ia belum menyadari jika ia mencintai Mumut pada saat itu. Paula juga mengambil kesimpulan jika Pangeran adalah korban dari perbuatan dirinya sendiri.
"Aku disini bukan untuk mengoreksi dan menghakimi semua kesalahanmu kak. Aku disini karena aku mencintai kamu. Yang ku harapkan, semoga kamu dapat terbuka padaku supaya kita dapat memecahkan masalah kita dengan baik. Aku tidak ingin, keputusan yang diambil akan membuat kita menyesal dikemudian hari," ucap Paula dan merebahkan tubuhnya kembali. Kini mereka berdua sama sama menatap rembulan yang semakin lama semakin memancarkan keindahannya.
.
Namun lagi lagi, Pangeran dibuat ragu oleh perasaannya. Ia masih belum yakin jika dirinya pantas untuk Paula. Pria jahat seperti dirinya, apakah pantas mendapatkan cinta Paula.
__ADS_1
Pangeran hanya bisa memejamkan matanya, ia merasa lelah, lelah untuk segalanya, bahkan rasanya ia sudah tidak ingin mencintai siapapun. Namun takdir berkata lain, nyatanya tuhan masih mengirim seorang bidadari kedalam hidupnya.