Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Keharmonisan Keluarga


__ADS_3

Pagi yang benar benar sangat sejuk. Di desa ini udara benar benar masih terjaga segeranya.


Mama Lauren dan Tuan Aska ikut pak alim ke kebun stroberi milik mereka.


Sedangkan Raka, Bayu, Jaka dan Yuda mengambil keberuntungan memanen Ikan yang ada di kolam. Kolam besar dan ikan yang sangat gesit gesit membuat mereka kualahan saat mennyeser.


Sedangkan Mumut dan Mak item membuat bumbu untuk ikan yang yang akan di masak.


Keluarga ini benar benar sangat harmonis, Mumut tidak henti hentinya tertawa melihat Yuda yang di kerjain dengan yang lain.


Hanya Yuda yang seluruh tubuhnya basah karena berulang kali di kerjai oleh Jaka dan yang lain.


"Papaa lompat kesana, ikannya di sana !!"teriak Raka.


BYUUURR !!" Yuda lagi lagi di kerjai.


Yuda yang baru sadar, jika hanya dia yang basah kuyup mengerti jika dirinya sedari tadi di kerjai, karena baju mereka tidak ada yang basah.


Karena merasa di curangi, Yuda menyiprati mereka dengan air supaya mereka juga ikutan basah.


Setelah puas bermain air, mereka memutuskan untuk menuntas. Hasil tangkapan mereka benar benar memuaskan, gurame besar seberat 1 sampai 2 kilo satu ekornya.


Mereka memutuskan akan membakar ikan itu.


Di saat sedang membakar ikan, mama Lauren dan pas Aska kembali kerumah dengan senang

__ADS_1


"Yudaaa lihatlah, mama tadi habis panen stoberi banyak sekali. Para warga juga menyuruh mama untuk memetik apel sama Jeruk. Karena mereka bilang gratis jadi mama mengambil sangat banyak," ucap Mama Lauren yang sangat senang mendapatkan gratisan.


Yuda yang mendengar itu benar benar sangat malu kepada yang lain. mereka punya banyak uang tetapi mamanya malah suka yang gratisan.


"Maah,,gak boleh gitu dong, nanti para petani bangkrut Lo jika buahnya mama ambil secara gratis seperti itu, mana banyak sekali ,," ucap Yuda yang melihat ada 3 boks stroberi, 5 boks apel dan 4 boks jeruk, bahkan ada 2 boks pir dan masih ada 3 kantong plastik mangga.


"Hehe iya juga ya nak, tapi mereka tidak mau di bayar," ucap Mama Lauren cemberut karena sikapnya di komplain oleh anaknya.


"Ya jika mereka tidak mau diberi uang, harusnya mama jangan mengambil sebanyak itu. Ambil saja seperlunya," ucap Yuda yang merasa tidak enak dengan para petani.


Mama Lauren cemberut mengingat dirinya yang konyol.


"Iya juga ya nak, harusnya mama mengambil 5 tau 10 buah saja. Kenapa mama memanen semuanya," ucap Mama Lauren yang merasa bingung dengan dirinya sendiri.


Pak alim dan pak Aska datang,


"Tukan yudaa, bukan salah mama, mama juga hanya di kasih oleh para petani itu," ucap Mama Lauren kesal dengan anaknya, asal menuduh dirinya yang seolah olah bersikap serakah.


"Iya mah, tapi untuk apa buah sebanyak itu ?"tanya Yuda yang takut jika buah sebanyak itu akan terbuang sia sia.


"Mama berniat akan membagikan kepada pelayan rumah kita. Untuk 10 pelayanan dan 20 bodyguard cukupkan buah segitu," ucap Mama Lauren berfikir, jika buah yang dia ambil cukup atau tidak.


Yuda dan juga yang ada disana tersenyum melihat wajah polos mama Lauren yang baik hati itu.


"Buk jika kurang, bisa ambil kok," jawan pak alim menawarkan.

__ADS_1


"Ah tidak usah pak, ini sudah sangat cukup," ucap tuan Aska.


"Memang ada acara apa mah, siapa lagi yang sedang ulang tahun ?"tanya Yuda.


Yuda yakin jika ibunya bagi bagi, itu tandanya salah satu dari pelayanan ada yang sedang berulang tahun.


Yuda benar benar tidak percaya jika ibunya bisa mengingat ulang tahun semua pelayan, tetapi terkadang lupa dengan ulah tahun anaknya sendiri.


"Loh, bukannya Sekertaris kamu sedang ulang tahun ?"tanya mama Lauren kepada Yuda dengan tatapan mengejek. "Masak ultah Sekertaris sendiri lupa," ejek mama Lauren.


"Ya kali Yuda ngingat ultah orang, orang hari ultah sendiri saja Yuda sering lupa," ucap Yuda yang sudah tidak ingin berdebat dengan ibunya.


Inilah alasan Yuda yang sangat menyukai sikap Mumut yang polos. Ternyata sikap Mumut dengan mamanya 11 12. mereka benar benar imut di mata Yuda, kepolosan dan kebaikan mereka benar benar membuat hati Yuda merasa gemas.


.


Akhirnya mereka bersama sama memutuskan untuk makan di sawah. Di desa lebih nikmat jika makan di tempat terbuka, salah satunya di sawah.


Di sawah milik pak RT membentang sangat luas, momen indah ini di abadikan oleh Bayu dengan kameranya.


Mumut benar benar tidak percaya, ini adalah kebahagian yang sesungguhnya. Dan Raka benar benar bisa merasakan kasih sayang semua orang dengan tulus.


Keluarga itu belum tahu kecerdasan Raka, tetapi mereka sudah menyayangi Raka dengan tulus. Berbeda dengan neneknya yang asli, mereka menyukai Raka hanya karena dirinya berbeda dari anak anak yang lain.


...

__ADS_1


.


jangan lupa follow dan like sebelum lanjut ke BAB selanjutnya 🙏


__ADS_2