
Paula berlari menaiki anak tangga di sebuah villa yang sangat besar.
Ting .. Ting ... Paula menekan bel beberapa kali karena perasaannya sudah sangat tidak sabar lagi.
Pangeran yang baru menidurkan Laras merasa kesal karena suara bel terus berbunyi.
"Siapa sih, tekan bel tidak pakai aturan!"umpat Pangeran kesal.
Pangeran keluar dari kamar Laras dan bertepatan dengan Yuda juga turun dari tangga.
"Siapa Pang?"
"Ini aku baru ingin melihatnya."
"Apa mungkin Mama? Tapi bukankah mereka mengatakan akan datang kesini besok pagi?"
"Entahlah, ayo coba kita lihat."
Cekleekk.. pintu terbuka. Dua tatapan mata saling bertemu dari sekian lama sejak kejadian itu.
"Kamu !! Kamu wanita jorok itukan!? Ada urusan apa kamu datang kemari?"tanya Pangeran mengintimidasi dengan tatapan yang sangat tidak dapat dijelaskan.
"Emm Tuan, sebelumnya saya minta maaf atas kejadian itu. Namun apakah anda Tuan Yuda, Kakak dari Yasmin?"tanya Paula yang juga terkejut, ia mengira bahwa pria yang sudah berurusan dengannya selama ini adalah kakak dari Yasmin.
Mendengar ada keributan, Yuda mencoba untuk mendekat.
"Saya yang bernama Yuda. Emm kamu putri Tuan Guan bukan? Ada urusan datang kemari malam malam begini?"tanya Yuda yang juga penasaran.
Paula sedikit mengerutkan keningnya. Dua pria dalam satu rumah, Paula mencoba untuk berfikir jernih dan fokus dengan tujuannya.
"Maaf Tuan sebelumnya, saya ingin menanyakan soal penggusuran tanah di dekat pabrik yang berada di Kalimantan. Jadi begini, memang beberapa warga disana telah membangun rumah di tanah sengeketa itu, namun sangat disayangkan mengapa tidak ada ganti rugi untuk para korban yang kehilangan rumah mereka ...?"
"Tunggu tunggu tunggu apa maksud anda dengan mengatakan jika kami tidak ganti rugi!? Kami telah mengganti rugi kepada semua warga yang terkena dampak penggusuran itu !!"jelas Pangeran tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Paula.
"Tuan, saya tidak mungkin berada disini jika memang apa yang anda katakan itu ada kebenarannya. Saya datang kesini untuk mencari keadilan, para warga disana Sedang terluntang luntang karena nasib mereka tidak jelas. Disana juga ada sebuah panti asuhan terpencil, mau tinggal dimana anak anak itu jika sampai tempat tinggal mereka digusur dan tidak ada ganti ruginya!?"
Pangeran ingin mengeles kembali apa yang telah Paula ucapkan. Karena ia sendiri yang telah mentransfer uang untuk para warga yang telah menerima dampaknya. Namun Yuda dengan tenang mencoba melarai dua manusia yang sedang beradu mencari kebenarannya sendiri.
"Pangeran, lebih baik kamu hubungi manager Ali. Tanyakan padanya apa yang sebenarnya terjadi."
__ADS_1
Pangeran setuju dengan ide Yuda, dia dengan cepat menggubungi manager Ali. Namun sudah beberapa kali Pangeran menelfon tidak ada jawaban dari manager Ali.
Dan disini diperhatikan bahwa manager Ali sedang merasakan sensasi geli geli enak dari sentuhan tangan tangan halus dari kupu kupu siang malam.
"Shiit !! Dia tidak juga mengangkat telfon aku," gumam Pangeran dengan geram.
Dreeet ... Dreeet ... Handphone Paula berdering.
"Maaf Tuan, ini adalah panggilan dari ibu panti. Jika kalian tidak percaya, kita bisa dengarkan penjelasan dari beliau."
Yuda dan Pangeran hanya mengangguk.
"Haloo !! Haloo mbak Paula, bagaimana mbak. Apa mbak sudah bicara dengan pemilik pabrik itu. Alat alat berat sudah terparkir di halaman panti dan besok pagi mereka akan melakukan perobohan. Ibu panti dan Raka sedang mencoba menghadang mereka, tapi mereka terlalu banyak mbak !!"teriak Mumut dengan perasaan campur aduk. Antara takut, cemas, khawatir, semua ada dalam satu ruangan.
Setelah mengatakan itu, Mumut mematikan teleponnya karena situasi di panti sudah sangat memanas.
Bagaikan badai di Padang pasir. Yuda dan Pangeran sama sama tercengang ketika mendengar suara yang sangat familiar di ditelinga mereka.
Bertepatan dengan itu, ternyata alam pun ikut merasakan apa yang dua pria itu rasakan. Dengan tiba tiba suara petir dan gluduk di sertai dengan angin kencang membuat bulu guduk kedua pria itu berdiri.
Paula yang melihat ekspresi Yuda dan Pangeran merasa sangat bingung.
"A a a apa yang kamu katakan tadi, Mumut !! Dia adalah Mumut !!?"tanya Yuda dengan ekspresi sangat serius membuat Paula teringat sesuatu.
"Ya tuhan, aku baru ingat. Mumut adalah kakaknya dokter Jaka, dan dokter Jaka adalah adik ipar tuan Yuda. Mereka masih saudara,," batin Paula yang masih belum menyadari jika Yuda adalah suami dari Mumut.
Paula hanya diam membisu karena dirinya juga sangat terkejut dengan ingatan yang memenuhi otaknya.
Dengan tidak sabar Yuda membuka handphone'nya dan menunjukkan foto pernikahan ia dengan Mumut.
"Ini, apakah dia orangnya!!?"
Paula menutup mulutnya rapat rapat menggunakan tangannya. Ia benar benar tercengang mengetahui jika kenyataan Mumut adalah istri dari Tuan muda kaya Raya.
"Katakan! Apa dia orangnya !!!"teriak Yuda yang tidak sabar untuk mendengar jawaban dari Paula.
Dengan kekuatan yang tersisa, Paula menganggukkan kepalanya.
Yuda dan Pangeran benar benar dibuat tercengang dengan pernyataan dari Paula. Mereka tidak tahu lagi berekspresi seperti apa.
__ADS_1
"Paula, katakan dengan jelas bagaimana keadaan disana !?"tanya Yuda dengan perasaan yang memburu.
"Sa.. saya juga kurang faham tuan bagaimana keadaan disana, yang terpenting kita harus segera datang kesana untuk menyelamatkan panti itu," ujar Paula.
Yuda dan Pangeran mengusap wajah mereka dengan kasar.
"Pang, siapkan helikopter Sekarang!"
"Baik Yud, aku akan telfon pilotnya."
Setelah beberapa menit berbincang dengan sang pilot. Wajah Pangeran terlihat sangat putus asa.
"Bagaimana Pang!?"
"Hujan di barengi dengan petir dan angin kencang. Pilot tidak ingin mengambil resiko," ujar Pangeran dengan wajah yang menahan air mata.
"Kita akan menunggu hujan reda, setelah itu kita akan tetap melakukan perjalanan malam ini," ucap Yuda yang tidak ingin hal buruk terjadi kepada anak dan istrinya.
Sembari menunggu hujan badai reda, Paula menjelaskan semuanya dari awal ia bertemu dengan Mumut.
Dari Mumut yang kesurupan, dari Mumut yang meyindam di paha ayam di laut dan sampai sekarang Mumut telah mengandung triple bayi kembar.
Mendengar penjelasan dari Paula membuat Yuda dan Pangeran tidak sabar untuk segera terbang.
Andai Yuda bisa membawa helikopter sendiri, maka ia tidak akan menunggu reda, ia akan langsung menerjang badai petir itu.
"Sayang, aku menemukan kamu, aku menemukan kamu... Tunggu aku sayang, tunggu aku, aku akan segara datang menjemput kalian semua." air mata tidak terasa keluar begitu saja.
Yuda menunggu di depan teras. Ia selalu memantau kapan hujan badai itu segera berlalu.
Pangeran dan Paula menatap Yuda dari kejauhan. Paula sangat terharu dengan sikap Yuda yang amat sangat antusias untuk bertemu dengan Mumut.
"Mumut adalah hidupnya, selama ini ia tidak pernah tidur dengan benar. Ia memendam sendiri kepedihan itu demi anaknya, aku merasa senang akhirnya takdir dapat menemukan mereka," ujar Pangeran menjelaskan pada Paula.
"Mereka adalah pasangan paling so sweet yang pernah aku lihat. Disaat saat sulitnya, Mumut tidak pernah mengatai hal hal buruk tentang suaminya sendiri. Maafkan aku telah lambat menyadari semua ini. Andai dari awal aku tahu bahwa Tuan Yuda, kakak dari Yasmin adalah suami dari Mumut maka aku akan katakan semuanya pada kalian saat itu juga," ujar Paula merasa sangat bersalah.
Pangeran tersenyum kearah Paula. Ia tidak menyangka jika wanita yang ia anggap pembawa sial selama ini adalah wanita yang membawa keberuntungan besar bagi semua orang.
...
__ADS_1
Budayakan like sebelum lanjut ke BAB berikutnya 🙏🙏