
Di Perancis, Raka selalu tidak konsen saat sedang melakukan pemotretan. Dia selalu terfikirkan oleh ibunya. Raka yakin jika luka di kepala ibunya bukan hasil dari dia jatuh, pasti ada yang telah melukai ibunya.
"Rakaaa, ayolah ,," tegur Bayu ..
"Om Raka ingin pulang, ibu sedang tidak baik baik saja,," ucap Raka yang tidak tahan.
"Jika kamu seperti ini, kita malah akan lebih lama berada disini. Kita masih punya dua kontrak lagi loo,," ucap Bayu menyemangati Raka .
"Ini salah Om Bayu, jika om bayu tidak tanda tangan kontrak sebanyak itu, Raka pasti sudah pulang," ucap Raka kesal.
Bayu mendekati Raka yang mulai membesut.
"Raka sayang, Om hanya ingin mengabulkan keinginan kamu yang ingin memiliki banyak uang, katanya Raka ingin membeli rumah sendiri untuk ibumu," ucap Raka menyemangati Raka.
"Ya sudah, kita telfon ibumu lagi ya," ucap Bayu membujuk Raka.
Dengan cepat Raka mengangguk.
Mumut yang habis selesai membuatkan jus untuk Yuda merasakan hpnya berbunyi.
"Wah mas Yuda, lihatlah Raka nelfon aku lagi," ujar Mumut merasa senang.
"Benarkah, coba aku lihat,,"
"*Hay Lee, lihatlah ibu dengan siapa ,,"
"Siapa buk !?"
"Hay Raka ,, bagaimana kabar kamu disana !?"sapa Yuda.
"Hay om Yuda, om Yuda sedang apa ?"
"Om sedang menjenguk ibu kamu, dia sedang sakit,,"
"Tu,,kan,, Raka sudah menduga jika ibu sedang tidak baik baik saja disana. Om tolong jaga Ibu ya, Raka akan segera menyelesaikan pemotretan agar bisa segera pulang..!"
"Kamu tidak perlu khawatir anak pintar, om akan selalu menjaga ibumu*,,"
panggilan pun berakhir.
__ADS_1
"Mas Yuda ini mengapa bilang jika Mumut sedang sakit ,!?"tanya Mumut merasa khawatir jika Raka akan memikirkannya dan tidak konsen Bekerja.
"Mumut dia itukan anak kamu, dia berhak tahu keadaan kamu Mut.."
"Hmm gitu ya mas, ya sudah lah semoga saja Raka cepat pulang," ucap Mumut yang mudah mengikuti cara berfikir orang lain.
"Pintar, hmm apa yang sedang akan kamu lakukan di rumah ini ?"tanya Yuda iseng.
"Mas, sebenarnya Mumut lagi sedang ingin belajar membaca,," ucap Mumut bisik bisik karena malu.
"Waw, itu ide bagus Mumut. Aku bisa mengajari kamu membaca jika kamu mau,"ucap Yuda yang ikut antusias.
"Bener mas Yuda,! mas Yuda mau ngajari Mumut !?"tanya Mumut yang merasa senang.
"Tentu saja.."
Mumut yang mendengar itu langsung berlari ke kamarnya yang berada di lantai dua. Mumut merasa sangat senang karena ada seseorang yang mengerti dirinya dan tidak menertawainya.
Sambil ngos ngosan, Mumut menyerahkan buku yang dia ambil dari ruang kerja Pangeran.
"Mas, aku tadi meminjam buku ini dari ruangnya mas Pangeran,"Tapi aku diam diam, hehe,"Bisik Mumut tersenyum.
"Emm Mumut, sepertinya kamu sudah salah mencari buku. Ini buku tentang perusahaan, di dalamnya hanya ada tentang soal soal perusahaan, ini akan sangat membosankan," ujar Yuda memberi tahu.
"Walah mas, Mumut tadi asal ambil saja, tidak tahu apa isi bukunya, heheee,,"
"Ya sudah, bagaimana jika kita pergi ke perpustakaan dan kita akan memilih buku yang asyik untuk di baca," saran Yuda
Mumut diam ketika Yuda mengajaknya keluar. Pertama dia keluar dengan Yuda, Pangeran membuatnya pingsan, kedua dia keluar dengan yuda kepalanya di benturkan ke kaca oleh ayah mertua. Mumut takut jika ada yang tahu jika dia keluar lagi dengan Yuda, Pangeran akan mematahkan kakinya.
Yuda tersenyum melihat keraguan Mumut, Yuda faham apa yang sedang Mumut fikirkan.
"Baiklah Mumut, kamu tidak perlu keluar dengan saya. Saya yang akan membeli buku itu untuk kamu," ucap Yuda membuat senyum di wajah Mumut mengembang.
"Benar mas, makasih banyak Yo mas. amet Mumut Ndak berani keluar rumah."takut singanya marah,"bisik Mumu lagi
Yuda hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Hmm tidak papa Mumut, besok aku akan kembali membawa buku untuk kamu. Oya kamu ingin buku seperti apa ?"tanya Yuda.
__ADS_1
"Aah, bagaimana dengan dongeng. Dulu Jaka sering sekali mengajari Mumut untuk membaca dongeng," ujar Mumut yang tiba tiba murung mengingat Jaka, adiknya.
"Jaka, siapa dia ?"
"Dia adik aku mas .."
"Dimana memang di sekarang ?"
"Jaka ada di kampung .."
"Kampung !? dimana kampung Mumut ?"
Mumut tiba tiba meneteskan air matanya.
"Aku Ndak tahu apa nama kampung aku, hik hik hik,, ini semua karena gara gara Mumut anak bodoh,, huuhuhuu ..."
Yuda yang merasa kasihan pada Mumut akhirnya memeluknya untuk menguatkannya.
"Sabar Mumut, suatu saat kita pasti akan menemukan kampung halaman kamu, sudah ya jangan bersedih lagi ,," hibur Yuda.
Bibik Jum, pelayan rumah melihat adegan Mumut dan juga Yuda merasa sangat khawatir jika sampai orang rumah ada yang melihat.
"Maaf Non Mumut,," sapa Bibik Jum yang tidak salung ingin memisahkan Yuda dan Mumut.
"Njeh bik ?"
"Ini sudah waktunya minum obat, non Mumut harus istirahat ,," ucap Bibik Jum.
"Baiklah jika begitu saya permisi dulu ya. Bibik, tolong jaga Mumut ya. "Jika ada sesuatu terjadi hubungi aku," Bisik Yuda memberikan kartu namanya pada Buk Jum
"Iya Tuan,," jawab Bik Jum.
"Mas Yuda hati hati ya dijalan,, Da Daaa..."
Setelah Yuda pergi, Mumut langsung menuju kamarnya dengan hati yang berbunga bunga.
Disisi lain, di dalam kantornya. Pangeran yang mendapatkan sebuah pesan menggenggam tangannya dengan sangat kuat.
"Ternyata dia tidak mendengarkan peringatan dari aku !"geram Pangeran.
__ADS_1