
Malam ini, di Vila terasa sangat hangat karena kehadiran mertuanya dari kampung.
Di meja makan, semua orang disajikan dengan makanan serba dibakar.
Ada Ayam bakar, ikan bakar, bakso bakar, daging sapi bakar dan tidak lupa dengan lalapan dan juga sambal terasi.
Raka memimpin doa di meja makan.
Semua orang sudah siap dengan pisau dan garpu ditangan mereka. Namum, pak alim dan Mak item terlihat bingung karena mereka tidak pernah makan dengan cara begitu.
Melihat mertuanya merasa tidak nyaman, Yuda mencoba membuka suara.
"Emm bagaimana jika makan menggunakan tangan saja, seperti di kampung saat itu?"ucap Yuda mencoba membujuk semua orang.
Mama Lauren dan Tuan Aska mengerti dengan kode Yuda.
"Ah, haha iya kamu benar nak. Mama sangat rindu makan menggunakan tangan dan mencocol daging ikan kedalam sambal terasi," ucap Mama Lauren bersemangat.
Pak Alim dan Mak Item sangat mengerti, bahwa mereka melakukan semua ini karena demi mereka.
"Buk besan, saya minta maaf Yo. Saya ndak biasa makan pakai piso sama garpu," ucap Mak item merasa tidak enak.
"Ah haha, tidak papa buk besan. Kami malah senang jika bisa makan bersama-sama seperti dikampung saat itu," ucap Mama Lauren.
"Mah, lebih enak lagi jika makannya pakai daun?"ucap Yasmin bersemangat.
"Aunty benar kek, nek. Disekolah waktu itu Yuma dan teman teman mengadakan makan makan bersama dan piringnya diganti dengan daun, asyik rasanya," ucap Yuma antusias.
"Baiklah, Raka akan mengambil Daun pisang dulu dibelakang," ucap Raka.
"O'om akan bantu Raka," ucap Jaka.
"Boleh ..."
Mumut merasa sangat senang, ia benar-benar merasa sangat dihargai dari keluarga pihak suaminya sekarang ini.
"Mah, kita siapkan ambal untuk duduk dibawah ya?"ucap yasmin antusias.
"Ah biar mama saja sayang, kamu sedang hamil tua," ucap Mama Lauren yang tidak ingin anaknya dan calon cucu kenapa-napa.
"Tak bantu Yo buk besan," ucap Mak item.
"Ah iya boleh buk.."
Akhirnya makan malam benar-benar berasa sangat nikmat. Duduk dibawah, makan menggunakan daun dan berjajar rapi benar benar harmonisan yang sangat langka.
Setelah makan, mereka berlembur gantian untuk mengasuh Baby J yang tiba-tiba tidak ingin tidur, mungkin karena mereka sangat senang karena kedatangan nenek dan kakek mereka dari desa.
Tepat pukul jam 11 malam, akhirnya baby J mau memejamkan mata mereka. Dan semua orang akhirnya memutuskan untuk beristirahat.
Malam ini, Yuma tidur dengan Raka karena kamarnya di pakai oleh Yasmin dan Jaka.
Disaat akan tidur, Raka menatap tajam kearah Yuma membuat Yuma merasa horor oleh tingkah kakaknya yang terlihat aneh.
"Ada apa kak? Kenapa kakak menatap Yuma seperti itu?"tanya Yuma penasaran.
__ADS_1
"Apa kamu tidak ingat pesan kakak!?"tanya Raka mengintimidasi Yuma.
"Yuma ingat kak ,,,! Yuma harus harus fokus belajar, tidak boleh banyak bercanda, harus mendengar guru ..."
"Lalu ..?"
"Hemmm,, tidak boleh genit !!"
"Apa semua itu sudah kamu kerjakan?"tanya Raka.
"Sudah ,!!"jawab Yuma dengan yakin.
"Lalu kenapa kamu bermain mata dengan anak baru dikelas kamu!?"tanya Raka mengintimidasi Yuma membuat Yuma seketika membelalakkan matanya.
"Kok kakak tahu !!?"
"Apa kamu tidak mengenali kakakmu ini!?"
"Ah kakak gak asyik !! Kakak terlalu mencampuri hidup Yuma !!"bentak Yuma tidak terima.
Raka yang mendengar adiknya mengeraskan suaranya kepadanya merasa sangat kesal dan langsung menjewer kupingnya.
"Aauu au kak !!! Sakit !!"teriak Yuma sambil meringis kesakitan.
"Jika kamu ingin melihat ibu pergi lagi ya terserah," ancam Raka.
Mendengar itu, hati Yuma tiba-tiba merasa sangat sakit. Ia tidak ingin ibunya pergi meninggalkannya lagi.
"Baiklah kak, Yuma janji akan fokus belajar. Tapi Yuma sedikit jenuh kak!? Disekolah pelajarannya terlalu mudah untuk Yuma!?"ucap Yuma merasa kesal.
Dan mulai mengingat masa kecilnya yang habis hanya untuk belajar, bahkan ia tidak pernah merasakan bagaimana serunya bermain dengan teman-teman sebayanya. Ia tidak pernah merasakan bagaimana rasanya bermain prosotan dan ayunan bersama teman-temannya. Waktunya ia habiskan untuk mencari uang dan menjaga ibunya. Namun Raka tidak menyesali apapun, ia hanya tidak ingin adiknya Yuma tidak kehilangan masa kecilnya sebagimana dirinya dulu.
"Dek, kamu bisa saja kakak rekomendasikan naik kelas tingkat pertengahan. Tapi kemungkinan kamu tidak akan merasakan lagi asyiknya bermain dengan teman-teman kamu seperti saat ini. Kakak sangat senang bisa melihat kamu bermain dengan teman-teman kamu, kakak sangat senang kamu bisa menghabiskan waktu bersama dengan teman sebaya kamu. Hanya saja, kakak tidak suka dengan sikap kamu yang merasa lebih baik dari pada orang lain, apa lagi terhadap guru kamu. Kakak tahu kamu anak pintar, tapi kamu harus tetap menghargai guru kamu. Kamu tetap harus mendengarkan apa yang guru kamu jelaskan, jangan bermain-main ketika guru kamu sedang mengajar. Tidak semua anak didalam kelas kamu itu pintar seperti kamu, jika kamu bermain main ketika guru menjelaskan maka kasihan dengan teman-teman kamu yang ingin fokus belajar. Sampai disini, apa kamu paham."
Yuma merenungi sesuatu setelah mendengarkan ucapan kakaknya.
"Semua keputusan ada ditangan kamu Yuma. Kamu ingin naik tingkat kelas dan meninggalkan masa masa kecilmu, atau belajarlah seperti anak-anak yang lain dan menikmati masa-masa kecilmu yang menyenangkan ini," lanjutnya lagi.
Yuma hanya diam saja, kini dia benar benar merasa sangat dilema. Dia tidak dapat memutuskan apapun sekarang karena matanya sudah sangat lengket. Ia memutuskan untuk tidur dan memikirkan semua ini besok pagi.
Raka yang melihat adiknya sudah terlelap, menyelimuti dan mencium keningnya.
"Mimpi indah sayang ..." Raka keluar dari kamarnya dan menuju kamar Baby J.
Ketika Raka masuk, ternyata lagi lagi Baby J masih terjaga. Raka sangat gemas dengan adiknya yang satu ini. Baby J memang jarang senyum namun juga jarang menangis. Tidak seperti Baby Jay dan Jim, ketawa mereka memang keras namun tangis mereka juga keras.
Raka mendekati Baby Ju dan menggendongnya.
"Hay adik kakak sayang, kenapa kamu bangun? Kamu ingin minum susu?" Ketika Raka memberinya susu ASI yang sudah ada dalam botol, tapi Baby Ju menolaknya.
"Emm baby Ju ingin kakak gendong,?"
"Aau .. aoou... "jawab Baby Ju yang tidak jelas.
Raka tersenyum dan menggendong adiknya sampai ia benar-benar terlelap.
__ADS_1
Ketika Raka akan menidurkan Baby Ju, Mumut datang untuk melihat keadaan putra-putranya.
"Raka !?"
"Shuuut !!"
"Apa dia bangun?"tanya Mumut dengan lirih.
"Iya buk, ayo kita bicara diluar," ucap Raka mengajak ibunya keluar.
..
Diteras belakang rumah, Raka dan Mumut menikmati indahnya pantulan cahaya rembulan dari kolam renang.
Sambil menyeruput kopi hitam, Raka menampakan wajahnya yang terlihat muram.
"Kamu kenapa sayang?"tanya Mumut.
"Buk, sepertinya Raka akan tinggal dengan Ayah Pangeran," ucap Raka dengan berat mengambil keputusan.
Mumut tersenyum.
"Nak, kamu sekarang sudah dewasa. Ibu tidak akan melarang apapun keputusan kamu, kamu adalah anak dari Mas Pangeran, kamu juga berhak atas dirinya ..."
"Terima kasih banyak buk, Raka akan sering sering mengunjungi kalian. Raka juga akan sangat merindukan Baby J," ucap Raka yang sebenarnya benar benar berat meninggalkan ibunya. Namun ini sudah waktunya, ibunya sudah bahagia dan aman bersama dengan Yuda saat ini.
Raka mengambil keputusan ini karena ia mendengar perusahaan papahnya sedang mengalami kekacauan karena keadaan Pangeran sedang rumit saat ini.
Disisi lain, Raka juga tidak ingin merebut apa-apa dari Baby J. Raka berjanji tidak akan mengambil sepersen pun warisan dari Yuda, jika Raka mengambil alih perusahaan ayahnya dari sekarang, maka Yuda tidak akan lagi memaksa Raka untuk mengambil posisinya. Raka sama sekali tidak ingin merebut yang sudah menjadi hak Baby J.
"Buk ?"
"Iya nak ?"
"Boleh Raka tidur di pangkuan ibu, Raka janji ini yang terakhir," ucap Raka memohon.
"Kamu ini bicara apa nak, kamu adalah anak ibu. Sampai kapan pun kamu bisa tidur di pangkuan ibu," ucap Mumut penuh kasih sayang.
"Tidak ketika Baby J sudah besar. Raka tidak yakin mereka akan mengizinkan Raka untuk bermanja pada ibu," ucap Raka bergurau.
"Ah kamu ini, tidak boleh berburuk sangka pada adik-adik mu, apalagi mereka masih kecil-kecil .."
"Heheh Raka hanya bercanda buk ..."
Akhirnya Raka dapat tidur di pangkuan ibunya.
"Ini terasa sangat nyaman," batin Raka. Pangkuan ibu adalah hal yang paling nyaman bagi Raka seumur hidupnya. Semua beban yang Raka bawa selama ini seolah-olah sirna ketika dalam Pangkuan ibunya
"Tidurlah sayang. Kamu bukanlah sekedar seorang putra bagiku, tapi kamu adalah malaikat yang dikirim oleh tuhan untukku, kamu Malaikat penolongku disaat-saat sulitku. Terima kasih nak, ibu sangat menyayangi kamu sampai kapanpun, dunia akhirat kamu adalah malaikat ibu .. love you sayang ...."
...
.
jangan lupa follow dan like sebelum lanjut ke BAB selanjutnya 🙏
__ADS_1