
Setelah sampai rumah sakit, Yuda dan Pangeran berlari ke ruangan Yuma.
"Pah, bagaimana keadaan Yuma ?"tanya Yuda menghampiri tuan Aska.
"Yuma masih istirahat nak, kamu pergilah keruangan Jaka, dia ingin mengatakan sesuatu," jawab Tuan Aska.
"Baiklah, Yuda akan menemui Jaka dulu .."
.
"Yuda ,?"panggil Pangeran.
"Iya ?"
"Aku ikut ,?"
"Ya sudah, ayo.. Kamu juga ayah Yuma, kamu berhak tahu apa yang terjadi dengan putrimu."
Pangeran tersenyum dan mengikuti Yuda keruangan Jaka.
.
Cekleek ...
"Jaka !?"sapa Yuda.
"Kak, masuklah .."
Yuda dan Pangeran duduk, dan tidak lama Angel juga datang keruangan Jaka.
Jaka dan Angel menjelaskan kepada Yuda dan Pangeran. Resiko mereka semakin tinggi jika Yuma terus terusan berada di titik seperti ini.
Jika Yuma masih belum bisa menstabilkan pikirannya, maka dengan terpaksa Jaka dan Angel membatalkan operasi ini. Angel dan Jaka benar benar tidak ingin mengambil resiko yang lebih fatal.
Yuda dan Pangeran yang mendengar itu merasa sangat putus asa. Mereka tidak tahu lagi harus bagaimana.
"Jaka, lalu kita harus bagaimana ?"tanya Yuda.
"Kita harus membuat Yuma menstabilkan pikirannya seperti sedia kala. Jika Yuma terus terusan stres begini, itu akan membuat cedera di otaknya membesar dan mempersulit kita untuk melakukan operasi.
Yuda dan Pangeran mengepalkan tangan mereka dengan kuat. Mereka benar benar tidak tau lagi harus mencari Mumut dan Jaka kemana.
....
Kapal yang di naiki Mumut masih berada di lautan lepas. Butuh waktu satu hari dan satu malam lagi untuk kapal itu menepi di pelabuhan.
Mumut yang sudah mulai mabuk laut langsung mengeluarkan semua isi yang ada di perutnya.
Huweek huweeek ... Mumut benar benar merasa sangat mual.
Raka terus membantu ibunya untuk mengeluarkan semua isi yang ada di dalam perut ibunya.
__ADS_1
"Buk, apa ibu tidak papa ? Raka akan mencari seseorang yang membawa minyak kayu putih ya ?"ucap Raka yang kasihan melihat ibunya yang terlihat pucat.
"Hay,, ada apa dengan ibumu Raka ?"sapa Paula.
"Ibu sepertinya mabuk laut kak, em apakah kakak Paula membawa minyak kayu putih ?"tanya Raka.
"Oh aku bawa, sebentar ya aku ambilkan dulu .."
Setelah mendapatkan minyak kayu putih, Raka langsung menggosok beberapa minyak di pundak dan kepala Mumut.
"Nak, ibu minta sedikit untuk di perut," ucap Mumut.
Namun setelah mengatakan itu, Mumut pingsan di pangkuan Raka.
"Buk !! Ibuk !!?" Raka mencoba membangunkan ibunya.
"Raka, bawa ibu kamu kedalam saja," ucap Paula.
Raka langsung membawa ibunya masuk kedalam kapal. Raka langsung mencoba memeriksa kondisi ibunya.
Namun bukannya khawatir, Raka malah tersenyum kepada Paula membuat Paula bingung dengan sikap Raka.
"Ada apa Raka ?"tanya Paula penasaran.
"Ibu aku hamil kak," ucap Raka dengan senyum di wajahnya. Namun sesaat Raka terlihat sangat sedih.
"Raka ,,,!?"panggil Paula yang mengerti kondisi mereka.
"Aku tidak papa kak, aku dan ibu akan baik baik saja. Raka mohon kepada kak Paula, tolong jangan mengatakan apapun kepada om Jaka. Kami ingin menenangkan diri," ujar Raka memohon.
Paula mengangguk mengerti.
"Baiklah, aku akan diam dan menutup mulut. Tapi setelah ini kalian mau kemana ?"tanya Paula merasa kasihan dengan Mumut dan Raka.
Untuk berjaga jaga, Raka tidak ingin mengatakan apa apa kepada Paula.
"Kami tidak tahu kak, tapi aku akan membawa ibu ketempat yang cocok untuk kami tinggal," jawab Raka.
Jika kalian mau, aku punya kenalan panti asuhan di Kalimantan. Aku bisa meminta mereka untuk mengizinkan kalian tinggal disana, bagaimana ?"tanya Paula, dia sangat berharap jika Raka mau menerima tawarannya.
Raka berfikir sangat serius, haruskah dia menerima tawaran Paula..
"Raka, ini demi ibu kamu. kasihan ibu kamu Raka, dia sedang hamil. Di panti kalian akan baik baik saja," ucap Paula mencoba membujuk Raka.
"Baiklah kak," ucap Raka setelah memikirkan tawaran Paula dengan matang matang.
Paula tersenyum dengan keputusan Raka.
"Oya Raka, kamu tahu dari mana jika ibu kamu hamil ?"tanya Paula penasaran.
"Emm Raka belajar dari om Jaka kak," jawab Raka berbohong. Raka tidak ingin mengatakan jika memang dirinya adalah anak yang cerdas.
__ADS_1
Akhirnya Paula dan Raka menghabiskan waktu untuk berbincang bincang ringan.
Paula masih belum tahu jika Mumut adalah kakak ipar Yasmin. Paula juga sebenarnya tidak begitu mengenal Yuda karena memang Yuda dulu sangat jarang berada dirumah.
..
Disisi lain, terlihat Sarah mencoba untuk memberontak.
Kaki dan tangannya di ikat. Bahkan mulutnya di sumpal.
Seorang bos besar datang menghampiri Sarah dan membuka kain yang menutup mulutnya.
"Ah, siapa kamu !!?"teriak Sarah.
"Aku ada bos kamu sekarang, aku sudah membeli kamu dengan harga yang sangat fantastis, jadi aku harap kamu bisa bekerja sama agar nyawa kamu tetap aman," ucap bos itu memberi peringatan.
"Apa !! Membeli ? Siapa yang sudah menjual aku !? Dan untuk apa aku di jual ?"tanya Sarah dengan perasaan campur aduk.
"Hahhaaa,, tentu kekasih kamu yang sudah menjual kamu. Hemm,, kamu akan bekerja untuk aku, belum apa apa saja pelanggan VVVIP sudah memboking kamu dengan harga sangat fantastis. Hahahaaa ,,, bersiap siaplah dan layani pelanggan tamu kita dengan baik atau kamu akan menerima akibatnya !"
Sarah benar benar tidak percaya, pacarnya sungguh tega menjual dirinya untuk di jadikan pelac*r.
"Tidak !! Aku tidak mau, lebih baik aku mati dari pada harus menjadi pelac*r kamu !!"teriak Sarah.
"Hahhaaa apa kamu yakin ingin mati, jika begitu baiklah. Tetapi kamu tidak akan mati dengan mudah," ucap bos itu dengan senyum yang aneh.
Bodyguard membawakan cambuk yang terdapat jarum jarum kecil yang dapat merobek kulit dengan sekali ayunan.
Sarah sangat ngeri melihat cambuk itu, tatapannya berubah menciut dan kepalanya menggeleng geleng.
"Tuan .. tuan tolong ampuni aku, tolong jangan bunuh aku !! Aku mohon tuan !!"ucap Sarah yang terlihat sangat ketakutan.
"Hahhaaa jika begitu, menurutlah.. jika kamu menurut, maka hidup kamu akan damai dan penuh kenikmatan," ucap bos itu memperingati Sarah.
Sarah langsung mengangguk dengan cepat.
"Iya tuan iya,, saya akan melakukan apapun yang anda perintahkan, asalkan jangan bunuh saya !!"ucap Sarah memohon.
Bos besar itu tersenyum.
"Baiklah, sekarang bersihkan diri kamu dan layani pelanggan setia aku dengan baik," ucap Bos itu.
Sarah dengan terpaksa mengikuti arahan dari bos mafia itu. Sarah di dandani sedemikan rupa agar terlihat seksi dan menggoda.
Bahkan ketika di dandani Sarah di perlihatkan Vidio panas dari teman pelac*r yang berkerja disana juga. Tujuannya agar Sarah dapat mempraktekkannya.
Bos besar tidak ingin pelanggan VVVIP bekerja keras untuk mencapai kenikmatan dunia. Para pelac*rlah yang harus melakukan tugas itu semua dengan baik dan benar.
Sarah hanya bisa menahan air matanya. Dia mengepalkan tangannya dengan sangat kuat. Sarah mulai sadar dan menyesali semua perbuatannya selama ini kepada suami dan anaknya.
Andai waktu bisa di putar, Sarah ingin kembali kepada Pangeran, suaminya.
__ADS_1