
Di saat waktu subuh, Mumut terbangun dari tidurnya. Dia terkejut mengetahui Pangeran ada di sampingnya, tetapi Mumut tidak mempermasalahkan. Mumut paham jika suami istri akan tidur dikamar yang sama seperti orang tuanya.
Mumut yang merasa membaik bangun dan melakukan sholat subuh. Mumut turun kebawah dan memberitahukan rumah dengan giat..
Raka yang juga terbiasa bangun pagi mencoba akan melihat keadaan ibunya setelah sholat subuh.
"Loh ibu tidak di kamar !!"batin Raka melihat di kamar hanya ada Ayahnya.
Raka mencoba mencari kebawah. Raka melihat ibunya sedang mengepel Rumah yang besar itu.
",Ibu !! kenapa ibu mengepel !?"tanya Raka.
"Raka, kamu sudah bangun nak. Ini sudah tugas ibu Raka," ucap Mumut dengan senyum.
"Tapi ibu sedang sakit," ucap Raka khawatir.
"Ibu sudah mendengar Raka, kamu mandi saja dulu sana, nanti ibu buatkan sarapan," ucap Mumut.
Dengan berat hati Raka mendengarkan ibunya.
Setelah menyapu dan mengepel, Mumut bersiap siap akan memasak.
"Loh Nona, anda sudah bangun ?"tanya Pelayan yang merasa tidak enak karena Tuan bangun lebih awal dari pada dirinya.
"Iyo mbak, tidak papa, aku sudah biasa bangun pagi," ucap Mumut tersenyum.
"Sampean bisa ngomong Jawa to Non ?"tanya pelayan yang juga orang Jawa.
"Ow njeh mba, Kulo iso ngomong jowo,"
.(ow iya mba, saya bisa ngomong Jawa.)" jawab Mumut.
"Wah Jawine tempundi Non ?"
.(Wah, jawanya di mana Non ?"
Mumut yang tidak tahu nama nama daerah hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Saya dari desa di bukit mba," hanya itu yang Mumut tahu.
Pelayan yang sudah separuh baya itu mengira bahwa Mumut kehilangan ingatannya, akhirnya memutuskan untuk diam saja.
Pelayan itu memasak di bantu oleh Mumut. Mumut juga membuat kue donat, keahlian itu dia dapatkan dari Mbah Lemper.
"Wah, non Mumut pandai memasak Yoo," ucap pelayan itu.
"Iyo mba, kata mamakku, aku harus bisa masak jika sudah besar," ucap Mumut dengan polos membuat pelayan itu merasa senang. Baru kali ini dia bekerja bisa seakrab ini dengan majikannya.
Pangeran yang baru bangun tidur terkejut melihat Mumut tidak ada di sampingnya.
"Muuut Mumuuut !!!"teriak Pangeran Mecari Mumut.
"Tuan muda, Mumut disini !"ucap Mumut dari dapur.
"Loh !! kok kamu yang masak !!"ucap Pangeran sambil melototi pelayan.
"Maaf Tuan, tadi Non Mumut sudah memasak duluan sebelum saya datang. Ketika saya ingin menggantikannya tetapi Non mumut tidak mau," jelas pelayan.
"Njeh Tuan muda, kata mamak aku seorang istri itu harus memasak dan melayani suaminya dengan benar," ucap Mumut tersenyum.
__ADS_1
"Iya ,,, tapi kamu sedang sakit Muuuut !"ucap Pangeran merasa khawatir.
"Saya sudah tidak papa Tuan," ucap Mumut.
Pelayan merasa aneh mendengar Nona muda memanggil suaminya dengan sebutan Tuan.
"Hmm baiklah, tapi kamu jangan sampai kelelahan ya, jangan sampai sakit lagi !"ucap Pangeran memperingati.
"Njeh tuan, Emm tapi boleh Ndak kulkas di dalam kamar di ganti dengan kipas biasa saja," ucap Mumut ragu ragu.
"Maksud kamu AC !!?" tanya Pangeran sambil mengerutkan keningnya.
"Emm mungkin iya tuan, Mumut tidak paham namanya," ucap Mumut menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Baiklah, aku kasih tahu ya. Yang dingin dalam kamar itu bukan Kulkas tetapi AC," jelas Pangeran.
"Ow njeh Tuan muda, A C !!"ucap Mumut mengerti.
"Hmm ya sudah, saya mau mandi dulu," ucap Pangeran akan pergi meninggalkan Mumut.
"Tunggu tuan muda !!" henti Mumut.
"Ada apa ?"tanya Pangeran.
"Emm ini masih jam setengah enam pagi, masih bisa sholat subuh Tuan muda," ucap Mumut ragu ragu.
Pangeran hanya tersenyum pergi meninggalkan Mumut.
Pangeran teringat terkahir dia sholat, yaitu ketika dia masih berusia 7tahun, ketika almarhum Kakek dari Papahnya masih hidup. Kakeknya lah mengajari Pangeran sholat. Walaupun sudah lama sejak saat itu, tetapi Pangeran masih ingat bacaan bacaan dia sholat.
Setelah selesai mandi air hangat, Pangeran sholat subuh di dalam kamarnya. Selesai sholat, Pangeran mencoba membangunkan Istrinya Sarah.
"Sayang, bangun ini sudah pagi," ucap Pangeran sambil mengelus rambut Sarah dengan penuh kasih sayang.
"Sayang, apa kamu menangis semalaman ?"tanya Pangeran ketika melihat mata Sarah yang membengkak.
Sarah memanyunkan bibirnya,
"Kamu tega meninggalkan aku di malam pertama kita," ucap Sarah sambil memimbik.
"Hehe maafkan aku sayang, tadi malam Mumut demam tinggi," ucap Pangeran sambil tersenyum kikuk.
"Tapi tidak seharusnya kamu tidur di sampingnya, kamu bisa kembali ketika sudah selesai memberinya obat," ucap Sarah kesal.
"Emm sayang, maafkan aku ya," ucap Pangeran sambil berlutut di bawah Sarah yang masih berada di atas kasurnya.
"Ada syaratnya !!"ucap Sarah.
"Apa sayang, katakan apapun yang kamu amu akan aku kabulkan," ucap Pangeran dengan lembut.
Sarah menarik Pangeran ke atas kasurnya.
"Kita harus melanjutkan apa yang tertunda," bisik Sarah membuat bulu guduk Pangeran berdiri.
Dan terjadilah yang seharusnya terjadi.
..
Pukul 7 :00 pagi ..
__ADS_1
"Wah bik, makanannya sepertinya enak," ucap Mama Ratu.
"Iya Nyonya, ini Non Mumut yang memasak," ucap pelayan.
"Hmm sudah sepantasnya dia bekerja dirumah ini," ucap Mama ratu Lirih.
"Pada kemana semua orang ?"tanya Om Suroto.
"Non Mumut sedang membersihkan diri setelah selesai masak," ucap Pelayan.
"Apakah Sarah sudah turun,?"tanya Mama Ratu.
"Belum Nyonya ,,"
"Emm mungkin dia kelelahan," ucap Mama Ratu tersenyum ke arah Om Suroto.
Semua orang berkumpul, Mumut menyaksikan Pangeran turun dari tangga sambil menggandeng tangan Sarah, dan itu membuatnya merasa iri dalam diam.
"Selamat pagi semua ,," sapa Sarah dengan anggun.
"Pagi sayang, apa malam pertamamu menyenangkan ?"tanya Mama Ratu tersenyum.
Pangeran yang mendengar itu merasa horor, dia takut jika Sarah menceritakan yang sebenarnya. Karena mama Ratu sudah berpesan agar Pangeran tidak tidur sekamar dengan Mumut.
"Iya mama," ucap Sarah tersenyum manis.
Pangeran merasa lega mendengarnya.
"Ya sudah, ayo kita sarapan dulu," ucap Mama Ratu.
"Emm masakan di rumah ini lezat," ucap Sarah.
"Ini Mumut yang masak," ucap Pangeran.
"Wah kamu pintar masak Mut, tapi Kitakan sudah ada pembantu," ucap Sarah.
"Itu sudah kewajibannya Sarah," ucap Mama Ratu.
"Tapi kenapa Mama Sarah tidak ikut masak ?"tanya Raka.
"Itu karena Mama Sarah bukan pembantu sayang," jawab Mama Ratu.
"Tetapi Ibu Raka juga bukan pembantu," ucap Raka tidak terima.
"Raka, Mama akan bekerja di luar jadi tidak waktu untuk membersihkan rumah," jelas Sarah dengan lembut.
"Nah kamu dengar itu cucu yang pintar, Sarah bukanlah pengangguran. Dia harus tetap bekerja agar menghasilkan uang banyak untuk kita," ucap Mama Ratu melirik Mumut sambil menyindirnya.
Raka terdiam, karena memang ada benarnya. Raka berfikir keras bagaimana caranya agar ibunya bisa bekerja mengahasilkan uang yang banyak agar tidak menjadi pembantu di rumah ini.
"Sudah sudah, kita sarapan dulu sekarang. Dan Mumut kami tidak memaksa kamu untuk melakukan pekerjaan rumah, tetapi jika kamu memang ingin melakukannya kami tidak akan melarang," ucap Pangeran.
"Njeh Tuan muda, itu semua memang sudah tugas Mumut sebagai istri," jawab Mumut dengan polos.
"Mumut, Pangeran itu suami kamu. Jadi jangan panggil dia Tuan muda lagi, panggil dia suamiku, atau sayang atau siapalah terserah kamu saja yang penting jangan Tuan muda," ucap Om Suroto membuka suara.
"Papah ini apa apaan sih, biarkan saja begitu," ucap Mama Ratu tidak terima.
"Mumut panggil Mas saja boleh," ucap Mumut ragu ragu.
__ADS_1
"Iya Mumut, begitu saja," ucap Pangeran tersenyum.
Sarah merasa jengah berpura pura baik di depan semuanya. Demi apa rasanya Sarah ingin mencakar cakar wajah gadis sok polos itu.