
"Buk itu taksinya," ucap Raka.
Mereka melambaikan tangan dan taksi itu pun berhenti.
Taksi itu berhenti agak jauh karena kelewatan.
Raka sengaja meninggalkan ibunya berlari dan menghampiri taksi.
"Pak sini rumah sakit kira kira berapa?"tanya Raka kecil.
"200ribu dek," ucap Pak supir.
"Pak ini aku ada yang 250 ribu, tapi nanti kalo ibuku tanya berapa, bapak jawab gratis ya," ucap Raka mengeluarkan uang.
"Rakaa !! kok ibu di tinggal to ?"tanya Mumut.
"Oh maaf buk, tadi Raka mau bersihin kursi dulu siapa tahu kotor," ucap Raka berbohong.
"La emang taksi bisa kotor ?"tanya Mumut heran.
"Ow bisa buk, biasanya anak sekolah suka buang sampah di dalam mobil," ucap pak supir membantu niat baik Raka.
Mumut hanya manut manut saja dan masuk kedalam mobil.
"Berapa pak ?"tanya Mumut setelah sampai.
"Gratis buk, saya lagi mengadakan diskon 100% ," ucap Pak supir, dan mendapatkan kedipan mata dari Raka.
"Walaah, Alhamdulillah, semoga rezeki sampean lancar ngeh pak," ucap Mumut merasa senang.
Mumut di berjalan sempoyongan kedalam rumah bersama Raka.
Raka anak kecil membantu ibunya untuk mengurus pendaftaran.
"Ibu Mumut, !!" panggil seorang suster.
"Iya saya Mbak," ucap Mumut.
"Mari buk saya antar," ucap Suster.
Setelah melakukan beberapa tes ternyata HB Mumut sangat rendah, hanya 8 HB dari normal biasanya 12 HB untuk wanita.
"Buk berapa Umur anda ?"Tanya Dokter.
"Saya sekarang 21 tahun dok,"
"Anak ibu usia berapa?"
__ADS_1
"Raka usianya 5 tahun dok,"
"Berarti ibu hamil di usia 16, apakah ibu tahu resiko yang akan terjadi di saat hamil di bawah umur," ucap dokter.
Mumut hanya diam saja karena dirinya tidak mengerti apa apa.
"Buk, HB anda rendah, kita harus melakukan transfusi darah," ucap Dokter.
"Apa dok ?"tanya Mumut yang sama sekali tidak mengerti.
"Apa ibu saat melahirkan anak ibu ini mengalami pendarahan ?"tanya dokter lagi.
"Saya tidak tahu dok, saya melahirkan di rumah, disaat itu setelah Raka lahir saya mata saya langsung buram dan saya tidak sadarkan diri. Setelah melahirkan badan saya suka lemas dan mata saya burem burem gitu dok," jelas Mumut.
"Mengapa tidak kerumah sakit buk, itu ibu mengalami pendarahan, beruntung Tuhan masih baik kepada ibu," ucap dokter.
"Iya dok, saat itu perutku sakit sekali dok, ini pinggang saya ! rasanya seperti terbelah menjadi dua dok !, sakit sekali. Tapi mau bagaimana lagi dok, saya tidak punya uang buat kerumah sakit," ucap Mumut dengan polosnya.
Raka yang mendengar itu dari samping Mumut tidak terasa air matanya keluar.
"Demi melahirkan aku, ibu rela berkorban menahan sakit dan ibu bisa saja meninggal," batin Raka merasa bersalah, padahal itu bukanlah kesalahannya.
Sang dokter hanya menggeleng kan kepalanya.
"Ya sudah buk, ibu harus di rawat ya karena ibu akan melakukan transfusi darah sebanyak dua kantong, beruntung rumah sakit sedang memiliki setok yang cukup," ucap dokter.
"Masalah biayanya silahkan ibu tanyakan ke bagian depan," ucap dokter.
"Biayanya murahkan ya dok ?" ucap Raka sambil mengedip ngedipkan matanya ke dokter.
"Ah haha iya nak, biayanya sangat murah," ucap Dokter.
Mumut dan Raka akhirnya keluar dan pindah keruang rawat, saat keluar Raka mengedipkan satu matanya dan jompol untuk dokter.
Dan dokter membalas nya dengan senyum manis.
Di ruang rawat, Raka menemani ibunya yang sedang melakukan transfusi darah.
"Buk sakit Ndak ?"tanya Raka.
"Sedikit Lee," ucap Mumut tersenyum.
"Tapi ibu kuat kan ?"
"Ibu pasti kuat Raka, ini demi kamu," ucap Mumut.
"Permisi," ucap Suster.
__ADS_1
"Iya mbak ?" balas Mumut.
"Buk, karena anda melahirkan normal nanti setelah selesai transfusi darah kita akan melakukan USG ya. Itu agar kita dapat melihat apakah rahim anda bersih dari kotoran," jelas suster.
"Tapi biayanya gimana dok ?"tanya Mumut yang cemas kembali soal biaya.
"Biayanya pasti murahkan sus ?"tanya Raka memotong ucapan Ibunya.
"Hehe iya buk, biayanya murah kok," ucap suster yang mendapatkan kedipan mata dari Raka.
"Hmm emang murahnya seberapa ya Raka ?"tanya Mumut kepada anaknya.
"Sudah, ibu tidak usah khawatir, uang yang kita bawa pasti cukup," ucap Raka meyakinkan Mumut.
Raka memang bisa di andalkan, semua yang harus di urus di rumah sakit dialah yang menuntaskannya.
"Nak wali kamu mana ?"tanya suster.
"Saya cuma tinggal sama Ibu," ucap Raka.
"Ya ampun kamu kasihan sekali," ucap suster.
"Jika kasihan beri saya diskon Sus !"cetus Raka.
"Hehe ini sudah ketentuan Rumah sakit dek," ucap suster tersenyum kecut.
"Jika begitu tidak perlu kasihan kepada saya," ucap Raka sedikit kesal.
"Berapa biayanya Sus ?"tanya Raka.
"Dek setelah ibumu di USG ternyata masih ada kotoran yang tertinggal di dalam rahimnya, kita harus mengangkatnya karena itu bisa menjadi penyakit untuk ibumu, kita harus melakukan operasi kuret pada ibumu," jelas Suster.
"Memang berapa biaya operasi nya sus ?"tanya Raka.
"Semua total nya 25 juta dek," ucap suster.
"Ya sudah, jaga ibu saya ya sus, saya akan mengambil uang dulu," ucap Raka.
Di Ruang operasi jantung Mumut berasa sedang melakukan olimpiade.
"Ya Allah Gusti, aku takut sekali, semoga saja setelah melakukan operasi ini aku langsung sehat," batin Mumut yang sudah siap siap akan di bius oleh dokter.
"Ibu siap ?"tanya dokter.
"Njeh dok !!"ucap Mumut.
operasi singkat pun akhirnya berjalan dengan sangat lancar.
__ADS_1