Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
kebersamaan di desa


__ADS_3

Setelah mendapatkan pukulan dari warga, Yuda merenungi sesuatu. Dia keluar dari dalam rumah untuk menelvon Sekertarisnya.


"Mas Yuda mau kemana? itu makan siangnya sudah akan siap sebentar lagi," ucap Mumut.


"Saya mau lihat lihat di depan saja Mut, udara disini sangat sejuk," ucap Yuda.


"Ow ya sudah, nanti kalo makanannya sudah matang akan Mumut panggil," ucap Mumut.


Yuda tersenyum tulus kepada Mumut.


saat Yuda akan keluar, Mumut memanggilnya.


"Maaas,,,"


"Iya Mut ,,?"


"Terima kasih banyak Yo, makasih untuk segala-galanya," ucap Mumut tersenyum dengan penuh keterharuan di matanya. Mumut benar benar terharu dengan segala pengorbanan Yuda kepada dirinya.


Yuda tidak menjawabnya, dia hanya kembali tersenyum dengan tulus dan keluar.


"I love you mas,," gumam Mumut sambil menyeka air matanya.


..


Di luar, Yuda senang melihat Raka bermain dengan anak anak di kampung. Mereka sedang bermain bola. Bahkan Pak alim yang merasa senang memiliki cucu tampan, ikut adil untuk bermain bola bersama dengan cucunya dan juga anak yang lain.


"Aaahh kakek curang !!"terdengar teriak Raka.


"Hahahhaaa,,,," tawa mereka melihat Raka yang kurang ahli bermain bola.


Raka sungguh senang. Di desa ini, dia benar benar bisa merasakan yang namanya masa kecil bahagia bersama teman teman barunya.


Yuda juga terharu, karena dia bisa melihat tingkah Raka yang bisa seperti anak kecil di desa ini. Selama ini Yuda selalu melihat Raka selalu bersikap sangat dewasa di usianya yang belia. Semua itu karena Raka ingin melindungi ibunya.


Yuda mengambil hp'nya dan menelfon seseorang.


"Hallo ??"


"Iya Tuan ?"


"Cairkan uang 5M sekarang juga, dan bawa ketempat saya berada. Saya akan kirim alamatnya !!"


"Baik Tuan .."

__ADS_1


Yuda tersenyum, demi memperbaiki nama Mumut dan juga keluarganya. Dia berniat untuk sedekah kepada warga desa, agar warga desa benar benar melupakan apa yang telah terjadi kepada Mumut di masa lalu.


Yuda dapat melihat, desa ini benar benar menjaga nama baik dan kehormatan martabat keluarga mereka.


Walaupun semua ini bukanlah salah Yuda, entah mengapa dia ingin saja untuk membantu dan melindungi Mumut dengan sangat sempurna.


"Haay ,, ayo kita makan siang dulu,," teriak Mumut untuk memanggil Raka dan juga yang lain.


Di meja makan, eh bukan meja makan ya.. Karena mereka makan di emperan (dibawah)


Yuda dan Raka benar benar merasa sangat senang.


"Raka ini enak ya,," ucap Yuda..


"Iya om,,, eh Pah .." ucap Raka yang mengingat jika mereka sedang berakting menjadi keluarga.


Mumut dan Jaka yang melihat itu menahan tawa mereka.


Dan entah mengapa hati Yuda seperti berbunga bunga mendengar Raka memanggilnya Papa.


Setelah makan siang, mereka bersantai sambil mengobrol ngobrol ke santai. Sampai sebuah mobil datang.


"Sopo kae nduk ?"


"Mumut ndak tahu Mak ,,"


"Permisi, apakah Tuan Yuda ada disini ?"tanya Sekertaris Yuda yang membawa koper besar.


"Oh iya pak, sebentar saya panggilkan dulu," ucap Mumut.


Mak item merasa sangat takut, karena Sekertarisnya Yuda membawa 5 body guard dengan tubuh tinggi tegap. Mereka membawa uang tunai dengan sangat banyak, Jadi Sekertarisnya Yuda tidak ingin mengambil resiko di jalanan.


"Ah kalian sudah datang, ayo bawa masuk," ucap Yuda.


Semua orang berkumpul di ruang keluarga. Saat Yuda membuka kopernya, semua orang terkejut.


"Masya Allah, kui duit !! akeh timen.."


(Masya Allah, itu uang !! banyak sekali ,,"ucap Pak alim merasa takjub. Untuk pertama kali dia melihat uang sebanyak itu.


"Mas, uang ini untuk apa ?"tanya Mumut heran.


"Emm begini semuanya. Saya ingin membersihkan nama baik Mumut dan juga keluarga ini, saya akan membagikan uang ini kepada warga desa sebagai wujud maaf saya kepada keluarga dan warga desa. " jelas Yuda dengan niat baiknya.

__ADS_1


"Masya allaaah Lee, kamu ini benar benar anak yang dermawan dan baik,," ucap Mak item yang tak terasa air mata haru keluar.


Semua orang tersenyum senang dengan ketulusan dan kebaikan Yuda.


"Mas, kamu tidak perlu melakukan ini," ucap Mumut yang merasa tidak enek. karena sejatinya Yuda tidak lah bersalah.


Yuda masih tidak menjawab Mumut, dia hanya memejamkan matanya dan mengangguk tersenyum. Yuda memegang tangan Mumut, tanda meminta Mumut untuk mengerti niat baiknya.


Mumut menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, tidak terasa bulir bulir indah keluar dari matanya.


"Sudah jangan menangis lagi," ucap Yuda menghapus air mata Mumut.


Orang rumah yang Melihat itu pun diam diam ikut meneteskan air matanya.


Mumut benar benar tidak bisa berbuat lebih. Andai saja dia tidak hamil, dia akan senang hati menerima Yuda dan menikah dengannya saat itu juga. Tetapi dia tidak bisa karena dirinya sedang hamil. Mumut berencana setelah dia sudah melahirkan, baru dia akan menikah dengan Yuda.


Tetapi Mumut juga sangat bersyukur, karena dirinya hamil dia bisa meminta pisah dari Pangeran dengan mengakui jika itu adalah janin Yuda. Dengan alasan yang kuat ini, Mumut yakin jika Pangeran akan dengan sangat rela melepaskan dirinya.


Ini adalah sebuah penghianat, Mumut tahu jika sebenarnya Pangeran mencintai dirinya. Tetapi Mumut tidak bisa melanjutkan pernikahan itu, selain Mumut tidak cinta, dia juga tidak bisa hidup dengan suami yang tidak bisa adil kepada kedua istrinya.


Sampai akhir ini, Mumut masih memikirkan nama baik Pangeran. Dia rela menjatuhkan nama baiknya dan memaafkan Pangeran, dia sengaja tidak melaporkan Pangeran kepolisi dengan alasan Pangeran adalah ayah dari anaknya.


Sedangkan Yuda yang belum tahu alasan Mumut mengapa mumut belum bisa menerima dirinya. Dia mengira jika Mumut masih belum mencintai dirinya, Jadi dia berusaha yang terbaik agar Mumut dapat melihat ketulusannya dan mau menerima dirinya segera mungkin.


...


Malam itu semua keluarga lembur untuk memasukan uang ke amplop. setiap amplop diisi uang tunai sebesar 5 juta rupiah.


Di bantu oleh 5 body guard mereka mengisi 700 ratus amplop untuk di bagi.


Mak item yang selama ini tidak pernah melihat pria tampan gagah, tinggi, dan berotot tebal. Diam diam selalu melirik mereka.


Pak alim yang sadar jika istrinya diam diam melirik bodyguard itu mencoba untuk menegur.


"Mak, jogo mripate ! nek ora tak cuil ngko mripatmu kui ,!!"ancam Pak alim


(buk, jaga matanya ! jika tidak tak cuil nanti mata kamu,,)"


"Opo to pak'e,, pak'e cemburu Yoo.." ledek Mak item.


Bisik bisik mereka cukup keras Sehingga semua orang dapat mendengar.


Mereka tertawa bersama di dalam yang sunyi itu.

__ADS_1


__ADS_2