Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Kehangatan


__ADS_3

Triple Baby Boy telah terlelap setelah Yuda melantunkan ayat kursi sebanyak 7kali.


Yuda tersenyum melihat anak anaknya yang sangat mungil dan menggemaskan.


Yuda menyelimuti anak-anaknya dan mencium kening mereka satu persatu.


Perlahan kaki Yuda beralih menghampiri istri tercintanya yang masih bermimpi indah di dunianya yang tidak dapat dijangkau oleh Yuda.


Raka yang awalnya ingin masuk keruangan ibunya, langsung menutupnya kembali ketika melihat papah dan ibunya sepertinya butuh waktu berdua.


Raka memutuskan untuk keluar dan mencari angin segar di tengah malam. Ia merasa kedua orang tuanya ingin memiliki waktu dengan pasangan mereka masing masing.


..


Yuda mengelus rambut istrinya dengan penuh kasih dan sayang.


Ia telah merasa sangat gagal, lagi lagi ia harus menelan kenyataan pahit melihat wanita yang ia cintai harus terbaring lemas dirumah sakit.


"Sayang, maafkan aku. Aku mohon maafkan aku, aku rela menggantikan semua penderitaan yang kamu rasakan asalkan kamu dapat bahagia bersama dengan anak anak kita. Aku sungguh tidak sanggup jika harus merawat mereka tanpamu. Kembalilah sayang, aku disini. Tidak perlu lagi ada yang kamu takuti, aku tidak akan lagi lengah dan melepaskanmu pergi. Jika sampai memang harus pergi, aku akan ikut bersamamu sampai keujung syurga ketujuh sekalipun. Aku akan pastikan itu."


Yuda mencium kening istrinya dengan sangat dalam. Air mata tak terasa mengalir begitu saja dan membasahi wajah istrinya yang sedang berusaha untuk bangkit dari sebuah tekanan batin yang mendalam.


Mumut yang merasakan ada sebuah aliran hangat membasahi pipinya langsung tersadar dari tidurnya yang sangat mengerikan baginya.


Mumut membelalakkan matanya dan ternganga karena rasa sakit di perutnya terasa melilit.


Ini adalah pertama kali untuk Mumut merasakan sakitnya luka bekas operasi sesar yang masih basah.


Yuda yang tersadar sangat terkejut melihat pekik istrinya yang terlihat seperti sangat kesakitan.


"Sayang,,, sayang,, hey.. Tenangkan dirimu, jangan tertekan sayang, jika tidak rasa sakitnya akan bertambah. Jangan khawatir karena aku disini, aku disini sayaaang!!"


Mumut masih ternganga dan membelalakkan matanya. Ia seperti ingin mengatakan sesuatu namun tidak bisa.


"Sayang hey lihat mataku ... Lihat mataku dan tenangkan dirimu.." Yuda memegang kedua pipi istrinya, ia mencoba untuk menangani rasa syok dan trauma yang masih menghantui perasaan istrinya.


"Sayang,,, tatap mata aku dan dengarkan aku. Aku mohon tenang dan percayalah. Aku, kamu, anak anak kita, semuanya baik baik saja dan kita akan bahagia bersama. Aku akan membawa kamu dan anak anak kita untuk mengunjungi tempat yang sangat indah yang ada didunia ini, yaitu rumah kita. Kita akan pulang bersama dan membangun istana kita sendiri, kita akan membangun kebahagiaan bersama anak anak kita. Apakah kamu percaya kepadaku!?"


Setelah mendengar itu, perlahan mata Mumut mulai kembali hangat dan mulutnya mulai perlahan terlihat memerah kembali seperti stroberi yang merah.


Mumut meneteskan air matanya dan tersenyum tipis lalu perlahan mengangguk.

__ADS_1


Yuda merasa senang. Akhirnya istrinya mau mendengarkannya dan kembali bersamanya.


Yuda memeluk istrinya dengan sangat lembut.


"Terima kasih sayang terima kasih. Terima karena telah kembali dan hidup bersamaku. Aku sungguh mencintaimu, sungguh!!"


Mumut hanya membalas pelukan suaminya tanpa satu kata pun keluar dari mulutnya. Hanya air mata yang dapat mewakili betapa sakitnya ia saat ini.


"Oweekk oweeek .." suara salah satu si kembar.


Suara bayi itu membuat senyum diwajah Mumut mulai bersinar. Ia merasa tersentuh dan rindu dengan tendangan mereka ketika saat berada didalamnya perutnya.


Yuda melepaskan pelukannya dan mengambil si baby boy yang menangis.


"Sayang, apakah kamu ingin memeluknya?" tanya Yuda mencoba mendekatkan salah satu si kembar kepada ibunya. Mumut hanya tersenyum dan mengangguk.


Mumut berkaca kaca melihat bayi yang sangat mungil nan menggemaskan. Rasa sakit luka bekas operasinya sudah tidak ia rasakan lagi. Ia terlihat sangat sudah mati rasa.


Mumut mencoba untuk menaikan badannya agar dapat duduk tersandar.


"Pelan sayang, aku bantu."


Yuda merasa senang, akhirnya istrinya dapat mengendalikan dirinya sendiri dari rasa trauma dan syoknya.


Mumut tak henti-hentinya menangis, air mata semakin deras membasahi pipinya yang terlihat tirus.


Yuda yang mengerti dengan perasaan istrinya langsung memeluknya untuk memberi support dan dukungan.


"Di..di..a sangat menggemaskan,, hik hik hik .."


"Iya sayang, anak anak kita semuanya sangat menggemaskan. Sekarang tenangkan dirimu, ada anak anak kita yang membutuhkan kamu sayang ..."


"Apa yang telah aku lakukan, aku telah mencoba untuk membunuh mereka dengan masuk kedalam pantai yang akan segera dirobohkan. Aku, aku ibu macam apa yang tidak memikirkan keselamatan anak anakku, aku... Aku ibu yang sangat jahat, aku jahaaat mas aku jahat haaa aaaa aaa!"


"Huuussst,, sudah sayang sudahlah. Ikatan cinta kita sangat besar sehingga dapat menyelamatkan anak anak kita. Aku sangat beruntung karena aku datang tepat waktu. Semua ini adalah rencana Tuhan sayang, kita tidak dapat mengubahnya namun kita harus menghadapinya dengan sekuat tenaga kita. Kamu adalah wanita hebat, Istri hebat dan juga ibu yang sangat sangat hebat. Kamu adalah yang terhebat dalam hidupku ..."


Irama yang sangat lembut dari bibir suaminya sangat membantu Mumut untuk memulihkan ketengan hatinya.


Mumut sangat beruntung memiliki Yuda. disaat saat seperti ini, Mumut benar benar membutuhkan Yuda sebagai sandaran keterputusasaan.


Yuda menidurkan kembali sikembar keranjangnya.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu ingin sesuatu?"tanya Yuda.


"Aku haus mas?"


Yuda mengambilkan air untuk Mumut.


"Sudah ...?"


"Sudah mas, terima kasih ..."


Yuda duduk di samping istrinya dan menggenggam tangannya.


Mumut tersenyum penuh haru, ia masih tidak percaya bisa melihat suaminya yang sangat ia rindukan itu.


"Mas, makasih banyak ya. Dan maafkan aku ..?"


"Sudahlah sayang, tidak perlu berterima kasih ataupun meminta maaf. Lupakan semuanya, yang terpenting sekarang kita akan berkumpul kembali bersama dengan anak anak kita. Aku tidak pernah menyangka jika aku akan memiliki Triple baby boy. Makasih ya sayang, kamu sudah sudi untuk mengandung dan merawat anak kita ..?"


"Awalnya aku juga tidak pernah menyangka jika aku akan mengandung janin tiga sekaligus. Oya mas, sudah diberi nama belum anak anak kita?"


"Emm belum, aku masih menunggu kamu.?"


"Kenapa harus menunggu aku?"


"Karena kamu yang telah mengandung dan melahirkannya ..."


"Tapi kamu adalah ayahnya mas, kamu berhak memberi nama untuk mereka."


"Baiklah, kita fikirkan nanti. Sebaiknya sekarang kita istirahat dulu supaya kamu segera cepat pulih."


"Tapi masih banyak yang ingin aku tanyakan mas?"


"Sudah, tanyanya nanti saja. Kita istirahat dulu ya, aku juga merasa sangat sedikit lelah," ucap Yuda memasang wajah memelas.


Akhirnya malam itu, Yuda bisa lagi merasakan rasanya tidur dengan nyenyak. Disampingnya Mumut, Yuda memejamkan matanya dan memeluk istrinya dengan manja.


..


Boleh minta sarannya. Kira kira nama apa yang bagus untuk si Triple Baby Boy. 🤗


***Dan...

__ADS_1


Budayakan like sebelum lanjut ke BAB berikutnya 🙏🙏***


__ADS_2