Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S

Anak Genius, Milik Wanita Kurang Se-On'S
Selamat bersama janinnya..


__ADS_3

Di rumah sakit, Pangeran sedang berbicara dengan dokter.


"Beruntung pasien dengan cepat di bawa kerumah sakit, sehingga kami bisa dengan cepat memberi pertolongan tuan. Walaupun pasien mengalami pendarahan yang cukup lumayan, tapi syukur kami masih dapat menolongnya. Tapi setelah ini keadaan fisik Istri anda akan melemah. Aku harap jangan membuat pasien setres dan tertekan. Itu bisa berpengaruh pada janinnya yang masih sangat muda,"


"Terima kasih banyak dok," ucap Pangeran dengan tulus.


Pangeran duduk di samping istrinya yang masih pingsan.


"Maafkan aku Sarah, maafkan aku yang sudah sangat mencewakan kamu sampai sejauh ini. Andai aku tidak mempertahankan Mumut, kamu tidak akan menjadi seperti ini," ucap Pangeran dengan penuh penyesalan. Tapi ntah mengapa Pangeran masih saja berat untuk melepaskan Mumut.


Di ruang UGD, Yuda dengan cemas menunggu pemeriksaan Mumut.


"Tuhaan selamat Mumut, aku mohon tuhaan. Beri kesempatan lagi kepada Mumut," ucap Yuda dengan gemetar. Dia tidak henti hentinya mengeluarkan air mata karena saking takutnya jika Mumut kenapa napa. Apa yang akan dia jelaskan pada Raka, Raka sudah percaya padanya. Tetapi Mumut malah berakhir di rumah sakit kembali.


"Tuan, kami butuh darah secepatnya. Minimal untuk sementara satu kantong saja dulu. Kami sedang tidak memiliki stok tuan," ucap Suster.


"Apa golongan Sus ?"


"B+ Tuan ,,"


"Ah ambil saja darah saya suster, kebetulan darah saya sama," ucap Yuda merasa sangat bersyukur.


"Baiklah Tuan ,,"


Disisi lain, perawat yang akan mengambil darah adalah Jaka, adik Mumut. Tetapi mereka diam saja kerena memang mereka tidak saling kenal. Jaka juga belum menyadari jika mbaknya Mumut berada di rumah sakit tempat dia training.


"Apa sakit Tuan,, ?"tanya Jaka mencoba membuat Yuda agar tidak tegang.


"Saya sebenarnya takut jarum suntik ini. Tetapi demi dia, aku akan melakukan apapun ,," jawab Yuda dengan mantap.


"Anda benar benar mencintai wanita itu ?"tanya Jaka yang mudeng jika yang di maksud Yuda adalah kekasihnya.


"Sangat, aku sangat mencintai dia," jawab Yuda yang tidak terasa air mata keluar dari sudut matanya.


..

__ADS_1


Akhirnya setelah mendapatkan darah secepatnya, Mumut bisa selamat. Dia di pindahkan ke ruang Rawat VVIP. Yuda selalu ada di sampingnya, dan sama sekali tidak ingin meninggalkan nya.


"Taun ada yang ingin aku sampaikan," ucap dokter


"Iya dok ?"


"Apa anda tahu jika istri anda ini sedang hamil ?"tanya Dokter.


"Apaa !! hamil !?"


"Istri anda sedang hamil Tuan, kurang lebih baru berusia 8 Minggu. Masa kandungan muda seperti ini sangat rentan benturan keras, tapi syukur janin ini sangat kuat. Dan ini adalah hasil USG'nya," ucap dokter memberi hasil USG'nya.


Bagai di sambar petir, Yuda merasa dunianya benar benar hancur. Tapi Yuda tahu, ini adalah konsekuensi mencintai istri orang.


Raka yang sedang mengelilingi rumah sakit tidak sengaja melihat Bik Jum yang masih menunggu di kursi panjang.


"Bibik cantik, Bibik cantik sedang apa disini ?"tanya Raka menyapa Bik Jum.


"Deden Rakaaaa,, Huaa aaa aaa,," pecah sudah air mata buk Jum saat melihat Raka.


"Bik apa yang terjadi dengan ibuu !!!?"tanya Raka yang langsung sadar jika pasti ada yang tidak beres.


Raka yang mengerti langsung meninggalkan Buk Jum dan berlari ke ruangan Mumut. Air mata Raka tidak bisa dia bendung lagi, bahkan beberapa kali Raka menabrak orang lain, sampai seorang perawat yang membawa nampan pun tidak sengaja Raka tabrak sampai terjatuh.


Bahkan kaki Raka terkena pisau yang ada di nampan yang Raka tabrak tadi, namun Raka tidak perduli rasa sakit itu.


Sampai di depan kamar Mumut, Raka ragu ragu untuk membukanya.


Yuda yang menyadari ada yang masuk, terkejut ketika melihat Raka.


"Raka !! kamu disini ,,?"tanya Yuda.


Raka mendekati ibunya dengan pandangan yang kosong. Perlahan tapi pasti Raka memegangi tangan ibunya, Raka menatap tajam ke arah ibunya yang masih memejamkan mata. Sekuat tenaga Raka menahan air matanya agar tidak keluar dan menetes di tangan ibunya. Raka tidak ingin terlihat menyedihkan di depan ibunya.


"Om, apa yang terjadi dengan ibu ? bukankah Raka sudah berpesan kepada om untuk menjaga ibu ?"tanya Raka tanpa melihat Yuda.

__ADS_1


Yuda benar benar merasa bersalah,


"Maafkan aku Raka, aku telat menyadari jika sesuatu buruk akan terjadi pada ibumu," ucap Yuda menahan sakit di tenggorokannya karena menahan nangis.


"Siapa yang melakukan ini ?"tanya Raka, dia sebenarnya yakin jika ini ulah keluarganya sendiri. Tetapi Raka ingin memastikan.


"Ayahmu Raka ,," ucap Yuda ragu ragu.


Saat mendengar kata ayah, tubuh Raka langsung jatuh ke lantai. Dia tidak percaya jika itu adalah ayahnya. Raka mengira, jika bukan Sarah pasti mama Ratu. Tapi kenyataanya itu adalah ayahnya.


Yuda yang melihat Raka terjatuh langsung menghampirinya. Yuda juga baru sadar jika kaki Raka terluka dan berdarah.


"Ya ampun Raka, kaki kamu nak .." ucap Yuda terkejut.


"Ini tidak sakit om, ini bisa Raka tahan. Tapi bagaimana bisa ayah melakukan ini kepada ibu,, huaaa aaaaaa haa,," pecah sudah tangis Raka.


Yuda tidak bisa menjelaskan apa apa lagi. Dia langsung memeluk Raka dengan sangat erat.


Setelah Raka tenang, Yuda membawa obat untuk mengobati luka Raka.


"Apa ini sakit ?"tanya Yuda.


"Tidak om, Raka harus kuat dan tidak boleh cengeng. Jika Raka lemah, Raka tidak akan bisa melindungi ibu," ucap Raka yang mulai tegar.


"Anak Pintar,,, Hemm sudah selsesai. Oya, Raka sudah makan? jika ingin kuat kita harus makan ," ucap Yuda.


Raka menggelengkan kepalanya.


"Ya sudah, om pergi cari makan dulu ya .."ucap Yuda tersenyum.


Di saat Yuda akan pergi, Raka memanggilnya..


"Ooomm !!"


Yuda yang akan membuka Pintu melihat ke arah Raka.

__ADS_1


"Terima kasih ,," ucap Raka tersenyum..


Dan Yuda hanya menganggukan kepalanya dan membalas senyum Raka.


__ADS_2